MIchigan:Ahli studi Genetika Universitas Michigan, Alexandra Burt, menemukan bahwa remaja bakal lebih populer jika
membawa gen yang cenderung melanggar aturan. "Gen bakal mempengaruhi Anda untuk berperilaku tertentu, dan
perilaku itu yang memicu berbagai jenis reaksi sosial dari orang lain," ujarnya seperti dilansir Health News belum lama
ini. Sehingga, yang terjadi adalah gen memandu Anda dalam berinteraksi sosial.
Untuk mendukung teorinya, Burt fokus pada gen yang mempengaruhi tingkat serotonin dalam otak saat mengirim pesan.
Pada awal studinya, dia menemukan bahwa pria pada usia sekolah yang membawa gen varian G lebih populer
ketimbang pria yang membawa gen varian A.
Dia mencatat, melanggar aturan adalah perilaku yang terkait dengan popularitas di kalangan remaja laki-laki. Perilaku ini
terhubung pada tingkat serotonin yang tinggi dalam otak. Adapun studi ini melibatkan Lebih dari 200 pria perguruan
tinggi dengan usia rata-rata 19, dan dibagi dua kelompok.
Grup pertama, berencana menggelar pesta dengan anggaran yang ketat. Sementara, grup kedua, merencanakan pesta
tanpa batas. Kemudian, setelah sesi perencanaan, setiap individu menilai seberapa populer teman mereka. Dan,
mereka juga memberi sampel DNA.
Hasilnya, setelah menganalisis perilaku mereka, Burt melihat bahwa remaja yang melanggar aturan-cenderung
digolongkan sebagai orang populer. "Jadi gen mempengaruhi mereka untuk melanggar aturan, dan perilaku itu membuat
lebih populer," kata Burt.
Menurutnya, susunan genetik memang tidak menganugerahkan popularitas. Untuk itu ada faktor lain yang memutuskan.
Lebih jauh, studi ini merupakan kandidat yang bakal muncul pada April 2009, di Journal of Personality and Social
Psychology.HEALTHNEWS | TEMPO Interaktif








0 Reply to "Popularitas Ditentukan Gen?"
Post a Comment