Shine Up Your Life

All About Life Style, Healthy, Free Download Nursing Care Plan, And Information

NOTES, Pembedahan Tanpa Bedah (0)

Thursday, April 02, 2009 by , under

BAGI Tina (28), garis coklat yang menggurat di perut selalu membuat dia teringat pada operasi usus buntu yang
dijalaninya enam bulan lalu. Tidak hanya membuat kulit perutnya tidak lagi mulus, garis itu juga menimbulkan trauma
karena rasa nyeri yang ia rasakan pascaoperasi.
Andai saja sudah mengenal NOTES, bisa jadi Tina terhindar dari trauma sakit itu. NOTES adalah singkatan dari natural
orifice transluminal endoscopic surgery. Secara sederhana, NOTES bisa diartikan sebagai pembedahan menggunakan
lubang alami yang ada di dalam tubuh. Caranya, lubang alami seperti mulut dan vagina digunakan sebagai akses
instrumen operasi.

Inovasi di bidang bedah digestif ini baru dikenal pada tahun 2007. Salah satu sumber menyebutkan, tim peneliti dari
John Hopkins University pertama kali memublikasikan teknik tersebut dengan penerapan pada binatang. Selanjutnya,
teknik ini dicobakan pada manusia dan terus dikembangkan.
Teknik ini jelas berbeda dengan operasi konvensional yang melukai tubuh untuk mencapai bagian yang hendak
dioperasi. NOTES juga merupakan langkah maju dari teknik laparoskopi yang memungkinkan pembedahan dengan luka
minimal.
Meski sudah sangat minimal dibandingkan bedah konvensional, teknik laparoskopi masih memungkinkan adanya luka
kecil bekas akses instrumen bedah. Sementara dengan metode NOTES, luka akan semakin minimal karena instrumen
bedah dimasukkan melalui lubang alami.
Ahli bedah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Dr Reno Budiman MSc, SpB-KDB, mengatakan, banyak keuntungan
yang diperoleh dari metode NOTES. Dengan luka yang sangat minimal, pasien akan lebih cepat sembuh. Nyeri
pascabedah juga akan sangat berkurang. "Dari sisi kosmetik, jaringan parut akibat bedah juga tidak ada," kata Reno.
Namun, ia mengakui ada potensi risiko dari teknik ini. Misalnya saja bedah dilakukan melalui vagina. Jika vagina kotor
dan mengandung kuman, bisa saja kuman terbawa oleh instrumen yang dimasukkan ke dalam. "Namun, tentu saja ada
upaya-upaya untuk meminimalisasi risiko tersebut," kata Reno.
Instruktur NOTES internasional asal India, Prof GV Rao, mengatakan, di India, teknik ini pernah digunakan untuk operasi
tubektomi. "Saya sudah menggunakan teknik NOTES dalam 27 pembedahan yang saya lakukan. Saya juga berkeliling
ke berbagai negara untuk membagikan ilmu tentang teknik ini," kata dokter pertama di dunia yang membedah usus
buntu dengan akses instrumen melalui mulut ini.
Rao mengatakan, saat ini perusahaan-perusahaan peralatan medis terus berupaya menciptakan alat yang benar-benar
cocok untuk teknik NOTES. "Sebab, untuk tiap penyakit memerlukan instrumen khusus," ujar Rao.
Sebagai inovasi baru, kata Reno, NOTES belum banyak diterapkan di Indonesia, bahkan di dunia. "Indonesia menjadi
negara kelima yang mengadopsi teknik NOTES setelah Amerika Serikat, India, Brasil, dan Perancis," kata Reno.
Menurut Reno, NOTES pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun lalu dan telah berhasil menyembuhkan dua
pasien batu empedu dan dua pasien usus buntu. Sementara ini baru dilakukan di RSHS. "Ini terkait dengan ketersediaan
instrumen dan kemampuan tenaga dokter," kata Reno.
Meski telah berhasil diterapkan, kata Reno, teknik ini memang belum dijadikan terapi standar seperti halnya bedah
laparoskopi. Memang masih terlalu dini untuk mengadopsi teknik NOTES dalam praktik bedah sehari-hari. "Masih
diperlukan lebih banyak kasus sehingga didapatkan bukti statistik yang memadai," ujar Reno. Namun, dengan
penyempurnaan yang terus dilakukan, Reno yakin teknik ini akan menjadi paradigma baru di bidang pembedahan.
Sebagai inovasi baru, Reno juga mengakui jika biaya untuk pelaksanaan teknik ini masih mahal. "Tetapi jika
memerhatikan hasilnya, seperti sembuh lebih cepat, saya rasa biaya totalnya jadi sama," ujar Reno./Laporan wartawan
KOMPAS Lis Dhaniati



| edit post

0 Reply to "NOTES, Pembedahan Tanpa Bedah"

Post a Comment