<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677</id><updated>2011-07-31T02:12:09.686-07:00</updated><title type='text'>Shine Up Your Life</title><subtitle type='html'>All About Life Style, Healthy, Free Download Nursing Care Plan, And Information</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-3542375373173334075</id><published>2010-02-17T16:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T16:30:58.625-08:00</updated><title type='text'>Bahayanya penyakit  RABIES!!!</title><content type='html'>penyakit yang satu ini akhir2 ini banyak terjadi di tepatku kerja di NTT, hampir setiap hari kami kedatangan pasien dengan keluhan digigit anjing...bahkan sudah banyak yang meninggal karena tidak adanya vaksin anti rabies (VAR). Bahkan sampai tulisan ini saya postingkan kami belum memiliki vaksin tersebut di RS, jadi setiap ada pasien yang datang dengan keluhan digigit anjing, kami sarankan untuk membeli di apotik, padahal 1 VAR harganya 150 ribu!! harga yang cukup mahal buat masyarakat NTT yang sebagian besar masih kurang mampu...baiklah, apakah rabies itu?? kenapa penyakit ini sangat berbahaya??&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies terutama anjing,kucing dan kera.&lt;br /&gt;Sampai kini 5 propinsi diIndonesai yang bebas historis rabies,yaitu Kalimantan Barat,Bali,Nusa Tenggara Barat,Maluku dan Irian Jaya,Sejak tahun 1994 propinsi yang tadinya endemis pada hewan yaitu di Jawa Timur,Jawa tengah dan,D.I Yogjakarta sampai saat ini ada 18 propinsi yang belum bebas kasus rabies.Pada tahun 1998 terjadi autbreak di Ka.Flores Timur,Prop.NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah rata-rata per tahun kasus gigitan pada manusia oleh hewan penular rabies tiga tahun terakhir (1995-1997) 15.000 kasus,diantaranya 8.550 (57%) divaksinasiakn anti rabies (VAR) dan 662 (1,5%) diberikan kombinasi VAR dan SAR (serum anti rabies).Selama tiga tahun (1995-1997).Ditemukan rata-rata per tahun 59 kasus rabies pada manusia sedangkan 22,44 spesimen dari hewan yang diperiksa,1327 (59%) menunjukan positif rabies.&lt;br /&gt;Mengingatkan akan bahaya rabies terhadap kesehatan da ketentraman masyarakat karena dampak buruknya yang selalu diakhiri dengan kematian,maka usuha pengendalian penyakitberupa pencegahan dan pemberantasan perlu dilaksanakan seinsitif mungkin,bahkan menuju pada program pembebasan.&lt;br /&gt;Program pembebasan rabies merupakan kesepakatan Nasional dan meruzpakan kerja sama kegiatan 3 (tiga) Departemen Pertaniaan (Ditjen Pertenakan),Departemen Dalam Negeri (Didjen PUOD) dan Departemen Kesehatan (Ditjen PPM &amp; PLP),sejak awal Pelita V tahun 1998 hinggga diperpanjang sampai dengan tahun 2005.&lt;br /&gt;Patogenesis&lt;br /&gt;Setelah virus rabies masu melalui luka gigitan,maka selama 2 minggu virus tetap tinggal pada tempat masuk dan didekatkanya,kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan perubahan-perubahan fungsinya.Masa inkubasi bervariasi yaitu berkisar antara 2 minggu sampai 2 tahun,tetapi pada umumnya 3 – 8 mingggu berhubungan dengan jarak yang harus ditempuh oleh virus sebelum mencapai otak.&lt;br /&gt;Sesampainya di otak virus kemudian memperbanyak diri dan penyebar luar dalam semua bagian neuron,terutamam mempunyai predileksi khusus terhadap sel-sel sistem limbik,hipotalamus dan batang otak.&lt;br /&gt;Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral,virus kemudian arah perifer dalam serabut saraf eferen dan pada saraf volunter maupun saraf otonom. Dengan demikian virus ini menyerang hampir tiap organ dan jaringan di dalam tubuh,dan berkembang baik dalam jaringan-jaringan, seperti kelenjar ludah,ginjal,dan sebagainya.&lt;br /&gt;GEJALA KLINIS&lt;br /&gt;1. Stadium Prodromal&lt;br /&gt;Gejala–gejala awal berupa demam,malaise,mual,dan rasa nyeri di tenggorokan selama beberapa hari.&lt;br /&gt;22. Stadium Sensoris&lt;br /&gt;Penderita merasa nyeri,rasa panas disertai kesemutan pada tempat bekas luka.Kemudian disusul dengan gejala cemas dan reaksi yang berlebihan terhadap rangsangan sensorik.&lt;br /&gt;33. Stadium Eksitasi&lt;br /&gt;Tonus otot-otot-dan aktivitas simpatik menjadi meninggi dengan gejala hiperdrosis,hipersalivasi,hiperlakrimasi dan pupil dilatasi.&lt;br /&gt;Bersamaan dengan stadium eksitasi ini penyakit mencapai puncaknya,yang sangat kash pada stadium ini ialah adanya macam-macam fobi,yang sangat terkenal diantaranya adalah hidrofobi.&lt;br /&gt;Kontraksi otot-otot faring dan otot-otot pernafasan dapat pula ditimbulkan oleh rangsangan sensorik seperti meniupkan udara ke muka penderita atau dengan menjatuhkan sinar ke mata atau dengan menepuk tangagn didekat telingga penderita.&lt;br /&gt;Pada stadium ini dapat terjadi a pnoe.sianosis,konvulsa dan tahikardi.tindak tanduk penderita tidak rasional kadang-kadang maniakal desertai saat responsive.gejala-gejala eksitasi ini dapat terus berlangsugn sampai penderita meninggal,tetapi pada saat dekat kematian justru lebih sering terjadi otot-otot melemas,hingga terjadi peresis flaksid ototo-otot.&lt;br /&gt;4.Stadium Paralis&lt;br /&gt;Sebagaimana besar penderita rabies meningal dalam stadium eksitasi.Kadang-kadang ditemukan juga kasus tanpa gejala-gejala eksitasi melainkan paresis otot-otot bersifat progresif.Hal ini karena gangguan sum-sum tulang belakang,yang memperlihatkan gejala paresis otot-otot pernafasan.&lt;br /&gt;PEMERIKSAAN LABORATORIUM&lt;br /&gt;Penyakit ini sering berjalan dengan cepat dan dalam 10 hari dapat menyebabkan kematian sejak timbulnya gejala,sehingga pemeriksaan serologis kadang-kadang belum sempat dilakukan.walaupaun secara kilinis cukup jelas.Pada kasus dengan perjalanan yang agak lama,misalnya gejala paralisis yang dzominan mengaburkan diagnosis maka pemerikasaan diagnosis sangat memmbantu dalam menegakan diagnosis.&lt;br /&gt;Virus rabies dapat disolasi dari air liur, cairan serebrospinal dan urin penderita.Walaupun begitu,isolasi virus kadang-kadagn tidak berhasil didapatkan dari jaringan otak dan bahan tersebut setelah 1-4 hari sakit.Hal ini berhubungan dengan adanya neutralizing antibodies.&lt;br /&gt;Pemerikasaan Flurescent Antibodies Test (FAT) daapat menunjukan antigen vieus dijaringan otak,sediment cairan sediment cairan serebrospinal,urin,kulit dan hapusan kornea,bahkan setelah teknik isolasi tidak berhasil FATF ini juga bisa negatife,bila antibody telah terbentuk.&lt;br /&gt;Serum neutralizing antibody pada kasus yang tidak yang tidak divaksinasi tidak akan terbentuk sapai hari ke 10 pengobatan,tetapi setelah itu titer akan meningkat dengan cepat.Peningkatan titer yang cepat juaga nampak pada hari ke 6-10 setelah onset klinis pada penderita yang diobati dengan anti rabies.Karakteristik responimun ini, pada kasus yang divaksinasi dapat membantu diagnosis.&lt;br /&gt;Walaupun secara klinis gejalanya patognomonik, namun Negri bodies dengan pemeriksaan mikroskpis (Seler) dapat negatif pada 10% -20% kasus,terutama pada kasusu-kasus yang semapt divaksinasi dan penderita yang dapt bertahun hidup setelah lebih dari 2 minggu.&lt;br /&gt;PENANGANAN LUKA GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES&lt;br /&gt;Setiap tahun gigitan hewan penular rabies harus ditangani dengan cepat dan sesegera mungkin untuk ditangani dengan cepat dan segera mungkin.Untuk mengurangi / mematikan virus rabies yang masuk pada luka gigitan.usaha yang paling efektif ialah mencuci luak gigitan dengan air (sebaiknya air mengalir) dan sabun atau diteregent selama 10 – 15 menit,kemudian diberi antiseptic (alkohol 70 %,betadine,obat merah dan lain-lain.&lt;br /&gt;Meskipun pencucian luka menurut keterangan pendertia sudah dilakukan namun dipuskesmas Pembantu / Puskesmas / Rumah Sakit harus dilakuakn kembali pencucian luka seperti diatas.&lt;br /&gt;Luka gigitan tidak dibenarkan untuk djahit,kecuali jahitan situasi.Bila memang perlu sekali untuk dijahit (jahitan –jahitan situasi ),maka diberi Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengan dosis,yang disuntikan secara infiltrasi disekitar luka sebanyak mungkin dan sisanya harus disuntikan secara infra muskuler.Dismaping itu harus dipertimbangkan pula perlu tidaknya pemberian serum/vaksin anti tetanus, antibiotik untuk mencegah infeksi dan pemberian analgetik.&lt;br /&gt;PEMBERIAN VAKSIN DAN SERUM ANTI RABIES&lt;br /&gt;Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Vaksin Anti Rabies (VAR) disertai Serum Anti Rabies (SAR) harus didasarkan atas tindakan tajam dengan mempertimbangkan hasil-hasil penemuan dibawah ini:&lt;br /&gt;a. Anamnesis:&lt;br /&gt;* Kontak / jilatan / gigitan * Kejadian didaerah tertular / terancam / bebas * Didahului tindakan provokatif / tidak * Hewan yang menggigit menunjukan gejala rabies * Hewan yang menggigit&lt;br /&gt;hilang,lari dan tidak dapat ditangkap atau dibunuh * Hewan yang digigit mait tapi masih diragukan menderita rabies * Penderita luka gigitan pernah di VAR dan kapan? * Hewan yang menggigit pernah di VAR dan kapan?&lt;br /&gt;b. Pemeriksaan Fisik&lt;br /&gt;- idenfikasid luka gigitan (status lokalis)&lt;br /&gt;c. Lain-lain&lt;br /&gt;- Temuan pada observasi hewan&lt;br /&gt;- Hasil pemeriksaan spesimen dari hewan&lt;br /&gt;- Petunjuk WHO.&lt;br /&gt;Bila ada indikasi pengobatan Pasteur,maka terhadap luka resiko rendah dari VAR saja.Yang termasuk luka yang tidak berbahaya jilatan pada kulit luka,garukan atau lecet (erosi,ekskoriasi),luka kecil disekitar tangan,badan dan kaki.&lt;br /&gt;Terhadap luka risiko tinggi,selain VAR juga diberi SAR.Yang termasuk luka berbahaya adalah jilatan / luka pada murkosa,luka diatas daerah bahu (muka,kepala,leher),luka pada jari tangan/kaki,genetalia,luka yang lebar /dalam dan luak yang banyak (multipel)&lt;br /&gt;Untuk kontak (dengan air liur atau saliva hewan tersangka / hewan rabies atau penderita rabies), tetapi tak ada luak, kontak tak langsung,tidak ada kontak, maka tidak perlu diberikan pengobatan VAR maupun SAR.&lt;br /&gt;Sedangkan apabila kontak air liur pada kulit luka yang tidak berbahaya,maka diberikan VAR atau diberikan kombinasi VAR &amp; SAR apabila kontak denga air liur pada luka berbahaya.&lt;br /&gt;Dosis dan cairan pemberian Vaksin dan Serum Anti Rabies adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;I. Dosis dan cara Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR)&lt;br /&gt;1. Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV)&lt;br /&gt;K kemasan:&lt;br /&gt;V vaksin terdiri dari vaksin kering dalam vila dan pealrut sebanyak 0,5 ml dalam syringe.&lt;br /&gt;a. Dosis dan cara pemberian sesudah digigit (Post Exposure Treatment)&lt;br /&gt;- – Cara pemberian:&lt;br /&gt;D – disuntikan secara intra muskuler (im) di daeah deltoideus ( anak-anak didaerah paha).&lt;br /&gt;- – Dosis&lt;br /&gt;VAKSINASI&lt;br /&gt;Dasar&lt;br /&gt;DOSIS&lt;br /&gt;WAKTU PEMBERIAN&lt;br /&gt;ANAK&lt;br /&gt;DEWASA&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;0, 5 ml&lt;br /&gt;4x pemberian&lt;br /&gt;-Hari ke-0,2X pemberian sekaligus (deltoideus kiri dan kanan)&lt;br /&gt;-Hari ke 7 dan 21&lt;br /&gt;Ulangan&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1. Dosis dan cara pemberian VAR bersamaan dengan SAR sesudah digigit (post Exposure Treatment)&lt;br /&gt;- Cara pemberian:sama seperti pada butir 1,a&lt;br /&gt;- Dosis&lt;br /&gt;VAKSINASI&lt;br /&gt;Dasar&lt;br /&gt;DOSIS&lt;br /&gt;WAKTU PMBERIAN&lt;br /&gt;ANAK&lt;br /&gt;DEWASA&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;0, 5 ml&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;4x pemberian&lt;br /&gt;-Hari ke-0,2X pemberian sekaligus (deltoideus kiri dan kanan)&lt;br /&gt;-Hari ke 7 dan 21&lt;br /&gt;Ulangan&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;-Hari ke 90&lt;br /&gt;1. Suckling Mice Braiin Vaccine (SMBV)&lt;br /&gt;Kemasan:&lt;br /&gt;- Dos Berisi 7 vial dosis dan 7 ampul pelarut 2 ml&lt;br /&gt;- Dos berisi 5 ampul 1 dosis intra cutan dan 5 ampul pelarut 0,4 ml.&lt;br /&gt;a. Dosis dan cara pemberian sesudah digigit (Post Eksposure Treatment)&lt;br /&gt;- Cara pemberian&lt;br /&gt;Untuk vaksinasi dasar disuntikan secara sub cutan (sc) di sekitar daerah pusar.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk vaksinasi ulang disuntikan secara intra cutan (ic) di&lt;br /&gt;bagian fleksorr lengan bawah.&lt;br /&gt;- Dosis:&lt;br /&gt;VAKSINASI&lt;br /&gt;DOSIS&lt;br /&gt;WAKTU PEMBERIAN&lt;br /&gt;KET&lt;br /&gt;ANAK&lt;br /&gt;DEWASA&lt;br /&gt;Dasar&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;2 ml&lt;br /&gt;7x pemberian setap hari&lt;br /&gt;Anak 3 tahun ke bawah&lt;br /&gt;Ulangan&lt;br /&gt;0,1 ml&lt;br /&gt;0,25 ml&lt;br /&gt;Hari ke 11,15,30 dan 90&lt;br /&gt;1. Dosis dan cara pemberian bersamaan dengan SAR sesudah digigit (post Exspsur treatment) * Cara pemberian : sama seperti pada butir 2.a * Dosis&lt;br /&gt;VAKSINASI&lt;br /&gt;DOSIS&lt;br /&gt;WAKTU PEMBERIAN&lt;br /&gt;KET&lt;br /&gt;ANAK&lt;br /&gt;DEWASA&lt;br /&gt;Dasar&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;2 ml&lt;br /&gt;7x pemberian setap hari&lt;br /&gt;Anak 3 tahun ke bawah&lt;br /&gt;Ulangan&lt;br /&gt;0,1 ml&lt;br /&gt;0,25 ml&lt;br /&gt;Hari ke 11,25,35 dan 90&lt;br /&gt;Dosis dan Cara Pemberian Serum Anti Rabies (SAR)&lt;br /&gt;Serum Heterolog (kuda)&lt;br /&gt;- Kemasan : vial 20 ml (1 ml = 100 IU)&lt;br /&gt;- Cara pemberian :&lt;br /&gt;Disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin ,sisanya diduntkan intramuskuler.&lt;br /&gt;- Dosis:&lt;br /&gt;JENIS SERUM&lt;br /&gt;DOSIS&lt;br /&gt;WAKTU PEMBERIAN&lt;br /&gt;KETERANGAN&lt;br /&gt;Serum Heterolog&lt;br /&gt;40 IU/kg BB&lt;br /&gt;Bersamaan dengan pemberian VAR hari ke-0&lt;br /&gt;Sebelumnya dilakukan skin test&lt;br /&gt;1. Serum Homolog&lt;br /&gt;Kemasan : Vial 2 ml (1 ml = 150 IU)&lt;br /&gt;* Cara pemberian :&lt;br /&gt;Disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin,sisanya disuntikan intra muskuler.&lt;br /&gt;* Dosis :&lt;br /&gt;JENIS SERUM&lt;br /&gt;DOSIS&lt;br /&gt;WAKTU PEMBERIAN&lt;br /&gt;KETERANGAN&lt;br /&gt;Serum Homolog&lt;br /&gt;20 IU/kg BB&lt;br /&gt;Bersamaan dengan pemberian VAR hari ke-0&lt;br /&gt;Sebelumnya tidak dilakukan skin test&lt;br /&gt;III.Dosis dan Cara Pemberian VAR Untuk pengebalan Sebelum Digigit (Pre Exposure Immunization)&lt;br /&gt;I. Purified Vero Rabies Vaccine (PVRV)&lt;br /&gt;Kemasan :&lt;br /&gt;Vaksin terdiri dari vaksin kering dalam vial dan pealrut sebanyak 0,5r ml dalam syringe&lt;br /&gt;- Cara pemberian (cara I) :&lt;br /&gt;Disuntikan secara intra muskuler (im) di daerah deltoideus&lt;br /&gt;- Dosis:&lt;br /&gt;VAKSINASI&lt;br /&gt;DOSIS&lt;br /&gt;WAKTU PEMBERIAN&lt;br /&gt;Dasar&lt;br /&gt;I.0,5 ml&lt;br /&gt;Pemberian I (hari ke-0)&lt;br /&gt;II.0,5 ml&lt;br /&gt;Hari ke 28&lt;br /&gt;Ulangan&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;1 tahun setelah pemberian 1&lt;br /&gt;Ulangan&lt;br /&gt;Selanjutnya&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;Tiap 3 tahun&lt;br /&gt;- Cara pemberian (cara II) :&lt;br /&gt;- Disuntikan secara intra cutan (dibagian fleksor lengan bawah)&lt;br /&gt;- Dosis :&lt;br /&gt;VAKSINASI&lt;br /&gt;DOSIS&lt;br /&gt;WAKTU PEMBERIAN&lt;br /&gt;Dasar&lt;br /&gt;I. 0,1 ml&lt;br /&gt;Pemberian I (hari ke-0)&lt;br /&gt;II. 0,1 ml&lt;br /&gt;Hari ke 7&lt;br /&gt;III. 0,1 ml&lt;br /&gt;Hari ke 28&lt;br /&gt;Ulangan&lt;br /&gt;0,1 ml&lt;br /&gt;Tiap 6 bualn -1 tahun&lt;br /&gt;2.Suckling Mice Brain Vaccine SMBV&lt;br /&gt;Kemasan:&lt;br /&gt;Dus berisi 7 via 1 dosis dan 7 tumpul peluru 2 ml&lt;br /&gt;Dus berisi 5 sampul 1 dosis intracutan 5 ampul pealrut 0,4 ml.&lt;br /&gt;cara pemberian :&lt;br /&gt;Disuntikan secara intracutan (ic) dibagian fleksor lengan bawah.&lt;br /&gt;- Dosis :&lt;br /&gt;VAKSIANASI&lt;br /&gt;DOSIS&lt;br /&gt;WAKTU PEMBERIAN&lt;br /&gt;ANAK&lt;br /&gt;DEWASA&lt;br /&gt;DASAR&lt;br /&gt;Ulangan&lt;br /&gt;I. 0,1 ml&lt;br /&gt;I. 0,25 ml&lt;br /&gt;Pemberian I&lt;br /&gt;II. 0.1 ml&lt;br /&gt;II. 0,25 ml&lt;br /&gt;3 minggu setelah pemberian I&lt;br /&gt;III. 0,1 ml&lt;br /&gt;III. 0,25 ml&lt;br /&gt;6 minggu setelah pemberian I&lt;br /&gt;0,1 ml&lt;br /&gt;0,25 ml&lt;br /&gt;Tiap 1 tahun&lt;br /&gt;PERAWATAN RABIES PADA MANUSIA&lt;br /&gt;- Penderita dirujuk ke Rumah Sakit&lt;br /&gt;- Sebelumnya dirujuk,penderita diinfus dengan cairan Ringer Laktat / NACI 0,9 %/ Cairan lainya, kalau perlu diberi anti konvulsan dan sebaiknya penderita difiksasi selama diperjalanan dan waspada terhadap tindak-tanduk penderita yang tidak rasional,kadang-kadang maniakal sisertai saat-saat responsif.&lt;br /&gt;- Di Rumah Sakit penderita dirawat diruang perawatan dan diisolasi.&lt;br /&gt;- Tindakan medik dan pemberian obat-obatan simptomatis dan supportif termasuk anti biotik bila diperlukan.&lt;br /&gt;- Untuk menghindari adanya kemungkinan penularan dari penderita,maka sewaktu menanggani kasus rabies pada manusia,hendaknya dokter dan paramedics memakaki sarung tangan, kaca mata dan masker,serta sebaiknya dilakuakn fiksasi penderita pada tempat tidurnya.&lt;br /&gt;EFEK SAMPING PEMBRIAN SAR DAN PENANGANANYA&lt;br /&gt;Reaksi terhadap SAR heterrolog dapat terjadi,walaupun serum heterolog yangn digunakan hendaklah dilakukan pengujian terlebih dahulu (skin test).Jika digunakan serum heterolog dapat terjadi serum sicknescs (1 5- 25% kasus),kemungkinan terjadi pula syok anafilaktik.&lt;br /&gt;1. Serum Sikness:&lt;br /&gt;1.1. Gejala dan tanda klinis : panas,urtica.&lt;br /&gt;1.2. Penanganan :&lt;br /&gt;- Hentikan pemberian SAR.&lt;br /&gt;- Beri pengobatan simptomatis (antihistamine,dll).&lt;br /&gt;2. Syok Anafilaktik.&lt;br /&gt;Penanganan :&lt;br /&gt;- Baringkan penderita dengan kaki lebih tinggi dari kepala&lt;br /&gt;- Beri adrenalin 0,3 – 0,5 ml sc/im.Anak-anak 0,01 mg/Kg BB (1 ampul adrenalin = 1 ml = mg).&lt;br /&gt;- Monitoring ― vital sign ―(tanda-tanda vital)&lt;br /&gt;- Tiap 5-10 menit ulangi adrenaline (0,3-0,5 ml sampai tekanan sistolik mencapai 90-100 mm sampai tekanan sistolik mencapai 90 – 100 mm Hg,denyut jantung tidak melebihi 120 x / menit.&lt;br /&gt;- Bila nafas berhenti,usahakan pernafasan butan.kepala ditarik kebelakang dan rahang keatas,beri pernafasan dari mulut ke mulut.&lt;br /&gt;- Bila jantung berhenti lakukan kompresi jantung luar.&lt;br /&gt;- kortikostreroid,seperti oradexxon 1 ampul i.v. at dexamethasone 5 – 10mg i.v.&lt;br /&gt;- Intra venous Fluid Drip(IVFD) : Ringer laktat atau NaCI 0,9%&lt;br /&gt;- 02 (jika ada).&lt;br /&gt;- Penderita yang sembuh jangan terlalu cepat dipulangkan,observasi dengan seksama.&lt;br /&gt;PURIFIED VERO RABIES VACCINE (PVTV)&lt;br /&gt;Komposisi :&lt;br /&gt;Vaksin kering beku,1 dosis imunisasi dengan daya proteksi lebih besar dengan 2,5 ml internasional Unit, sebelumnya dan sesudah pemanasan selama 1 bulan pada suhu + 370 C.Virus rabies (Wister Rabies PM/WI 38 – 1503 – 3 M strain),diperoleh dari biakan pada vero continuous cellines,diinaktivasi dengan beta propiolakton.&lt;br /&gt;Maltosa qs 1 dosisi imunisasi.&lt;br /&gt;Albumin plasenta manusia qs 1 dosis imunisasi Pelarut : NaCI 4% 0,5 ml.&lt;br /&gt;Indikasi&lt;br /&gt;1. Pencegahan rabies kepada mereka yang mempunyai resiko besar untuk infeksi.&lt;br /&gt;a. Group Profesi :&lt;br /&gt;- Dokter Hewan&lt;br /&gt;- Teknisi yang bekerja pada hewan&lt;br /&gt;- Karyawan laboratorium yang bekerja dengan virus rabies&lt;br /&gt;- Karyawan rumah potong hewan&lt;br /&gt;- Petugas kesehatan (dokter/perawat) yang menangani kasus luka gigitan hewan penular rabies/penderita rabies.dll.&lt;br /&gt;b. Bayi,terutama yang berisiko terinfeksi rabies&lt;br /&gt;2. Pengobatan setelah terkontabinasi&lt;br /&gt;Bila seorang pasien yang telah divaksinasi dengan vaksin anti rabies secara komplit dengan VPRV dan dalam jangka waktu 3 bulan setelah divaksinasi digigitb lagi oleh anjing,kera,kucing maupun hewan lain yang positif rabies,maka pasien tadi tak perlu divaksinasi lagi;sedangkan digigitan anjing tersangka rabies lagi antara 3 bulan -1 tahun cukup diberi VAR 1 kali pada hari ke – 0 1 tahun atau lebih dianggap penderita baru.&lt;br /&gt;Kontra Indikasi&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya pencegahan,semua kontra indikasi adalah sekunder bila terdapat kasus tersangka/kontabiminasi dengan virus rabies.&lt;br /&gt;Perhatian :&lt;br /&gt;Hati-hati terhadap kasus alergi streptomisin dan / neomisin (terdapat dalam vaksin)&lt;br /&gt;Interaksi Obat :&lt;br /&gt;Kortikosteroid dan obat-obat imunosupresif dapat menyebabkan kegagalan vaksinasi/imunisasi.Pada kasus ini perlu dilakukan pemeriksaan anti bodi secara serologis.&lt;br /&gt;Efek Samping :&lt;br /&gt;Efek samping yang seperti: kenerahan dan indurasi ringan pada tempat bekas suntikan .Jarang terjadi demam&lt;br /&gt;Penyimpanan : Antara 20-80&lt;br /&gt;Kadaluarsa : 3 (tiga) tahun&lt;br /&gt;SUCKLING MICE BRAIN VACCINE (SMBV)&lt;br /&gt;Merupakan vaksin rabies kering untuk manusia .Vaksin ini dibuat dari jaringan otak bayi mencit yang masih menyusu,yang bebas dari kuman pathogen.Bayi mencit disuntik intra serebral&lt;br /&gt;dengan virus fixed rabies strain Pasteur,dan waktu panen berumur kurang dari 10 hari. Kemudian virus dimatikan dengan betapropio/lakton,ditambah kanamisin 0,025 %,martiolat 0,01 dan dibeku keringkan Vaksin tidak mengandung faktor paralitik,mempunyai proteksi terhadap 106LD50 virus.&lt;br /&gt;Indikasi :&lt;br /&gt;Untuk mencegah timbulnya rabies, pengobatan harus dimulai sedini-dininya setelah digigit oleh hewan yang mencurigakan.Bila seorang pasien yang telah divaksinasi dengan vaksin anti rabies secara komplit dengan SMBV dan masih dalam jangka waktu 3 bulan setelah divaksinasi,digigit lagi oleh anjing,kucing,kera ataupun hewan lainya yang positif rabies,maka pasien tadiz tak perlu divaksinasi lagi 3-6 bulan, cukup diberi 2 kali sun cutan (sc) disekitar pusar dengan interval 1 minggu;sedangkan apabila digigit anjing tersangka rabies lagi antara 6 bulan atau lebih dianggap penderita baru.&lt;br /&gt;Immunisasi sebelum digigit (Pre Exposure Immunnization ) sebagai pencegahan misalnya pada pemeliharaan hewan,petugas kesehatan yang menangani luka gigitan hewan penular rabies dan penderita rabies,petugas peternakan yang menangani hewan penular rabies pegawai laboratorium yang bekerja dengan virus rabies dan lain-lain.&lt;br /&gt;Reaksi :&lt;br /&gt;Bila pada suntikan cutan intra cutan dapat terjadi reaksi local yang tidak berarti,seperti kemerahan,gatal-gatal dan pembengkakan.Bila ini terjadi atasi dengan pemberian obat-obat simptomatis (anthistamine,dan lain-lain ).Sediaan kortikaosteroid tidak boleh diberikan.Gejala neuroparalitik sangat jarang terjadi dengan vaksin ini.&lt;br /&gt;Penyimpanan : pada suhu 20C – 8 0C&lt;br /&gt;Kadaluarsa : Satu (1) tahun.&lt;br /&gt;SERUM ANTI RABIES (SAR)&lt;br /&gt;Serum Anti Rabies buatan Perum Bio Farma adalah serum heterolog,berasal dari serum kuda.Serum anti rabies jenis lain ialaha serum homolog yang berasal dari serum amnesia.Serum ini dibuat oleh IFFA Merieux Perancis dengan nama Imogam dan produksi Cutter USA dengan nama Hyperrab/Bayrab.&lt;br /&gt;Untuk pemberian serum heterolog,karena serum ini berasal Dari serum kuda,maka sebelum diberikan kepada penderita,perlu dilakukan skin test terlebih dahulu.Skin test ini dilakukan secara intra cutan (ic) sebanyak 0,1 ml cairan (1/100).jika skin test (+) serum heterolog tidak dibenarkan untuk diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-3542375373173334075?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/3542375373173334075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2010/02/bahayanya-penyakit-rabies.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3542375373173334075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3542375373173334075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2010/02/bahayanya-penyakit-rabies.html' title='Bahayanya penyakit  RABIES!!!'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-2192179029694682250</id><published>2010-02-14T04:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T04:34:01.429-08:00</updated><title type='text'>Dapatkah Seks Membuat Awet Muda ?</title><content type='html'>Seks membuat Anda hidup lebih lama dan. tampak lebih muda &lt;br /&gt;Jadi, lakukanlah sesering mungkin &lt;br /&gt;Can good sex keep you young? Ini pertanyaan banyak orang, termasuk Anda (mungkin..) Apa sesungguhnya peranan seks dalam mendorong kehidupan yang penuh vitalitas dan membuat kita selalu tampil muda? &lt;br /&gt;Barangkali Anda perlu berkaca pada aktor Anthony Quin yang semasa hidupnya menjadi ayah dari anaknya yang kesebelas pada usia 78 tahun. Atau, Dean Martin, yang telah menjadi idola seks sejak masa mudanya. Dan bahkan sampai ia menginjak usia 70 dan hampir mencapai 80 tahun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya bertanya pada teman saya Peter Kranz yang berusia 77 tahun tentang kehidupan seksnya," kata Jeffrey Blum, Ph.D, seorang kolumnis kesehatan, "Dia segera menjawab, kami berhubungan seks dua kali sehari." "Apakah Anda benar-benar melakukannya setiap hari?" sambung Jeffrey, "Jadwalnya tidak begitu ketat," kata Peter, "Tetapi kami bercinta setiap hari." Wow..!&lt;br /&gt;Michael Roizen, MD, tentu akan mengatakan bahwa seks-lah yang membuat orang-orang seperti Peter Kranz tetap bersemangat dan tampak lebih muda pada usianya yang hampir mencapai 80 tahun. Dalam bukunya yang laris terjual RealAge, Are You as Young as You Can Be?, Roizen menulis tentang pengaruh seks terhadap kebugaran tubuh manusia, yang membuat Anda tampil lebih muda dan hidup lebih aktif.&lt;br /&gt;Setelah melakukan penelitian dan mempelajari sejumlah literatur yang mendukung, ia mengatakan begini, "Berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu akan membuat usia Anda, 'real age' 1,6 tahun lebih muda dibandingkan jika Anda hanya bercinta seminggu sekali." Ia mendefinisikan "real age" dalam perhitungan usia biologis, bukan usia dalam terminologi urutan waktu.&lt;br /&gt;Meskipun statistik yang dibuat Roizen hanya berupa garis besar-nya saja, ia mendapatkan bilangan itu dari riset yang dilakukan selama sepuluh tahun di Caerphilly, Wales dan dipublikasikan pada Desember 1997 dalam British Medical Journal dengan judul , "Sex and Death: Are They Related? Studi tersebut menemukan, laki-laki yang mendapatkan orgasme dua kali seminggu memiliki risiko kematian dengan berbagai sebab- 50 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki yang mendapatkan orgasme kurang dari itu. &lt;br /&gt;Bisa diartikan, makin sering seorang laki-laki mendapatkan orgasme, hidupnya akan lebih lama. Roizen memperhitungkan laki-laki seperti Peter Kranz yang berhungan seks hampir setiap hari, dapat memiliki "real age" (dalam terminologi biologis), delapan tahun lebih muda. Dan sejauh pengamatan Jeffrey Blum, kehidupan sehari-hari Peter mendukung argumen Roizen. Ia tampak jauh lebih muda dari usianya, energik dan aktif terlibat dalam berbagai hal. Peter masih bekerja dalam bidang yang menangani komputer. Ia pun memiliki hubungan yang mantap dengan istrinya, berusia 77 tahun juga, yang masih aktif dalam kegiatan di sebuah lembaga nonprofit dan sanggup pulang pergi sendiri dari rumah ke kantornya yang berjarak cukup jauh. &lt;br /&gt;Tentu saja orang seperti Peter Kranz tidak cukup hanya berhubungan seks setiap hari, lantas bimsalabim ia memiliki hidup yang penuh vitalitas. Ia juga memperhatikan hal-hal lain agar tetap bugar. Peter sangat menjaga berat badannya, dengan memperhitungkan asupan kalori dan memastikan tubuhnya tetap ramping. Dan setelah beberapa dekade, ia masih sanggup melakukan aktivitas "berat di halaman belakang rumahnya, seperti memindahkan batu atau membelah kayu. Anda tahu, Peter Kranz, terus menerus bersemangat sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana lebih dulu, seks atau...? &lt;br /&gt;Oke..! Pada akhirnya, seks dan kesehatan tubuh selalu berhubungan. But which one is the chicken and which the egg? Mana lebih dulu ayam atau telur? Apakah seks yang berpengaruh pada kesehatan tubuh? Ataukah kesehatan tubuh yang membuat aktivitas seks Anda berlangsung dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, sebagai kesimpulan, ambil keduanya sebagai jalan keluar. Kesehatan mempengaruhi seksualitas demikian pula seksualitas mempengaruhi kesehatan. Seks bukan hanya nikmat, tetapi baik bagi Anda. Lantas apa hubungan orgasme dan kesehatan tubuh manusia? Banyak penelitian mengatakan orgasme meningkatkan sirkulasi, memperbaiki kekencangan kulit, memperkuat sistem kekebalan, melepaskan ketegangan dan meningkatkan kesehatan psikologis.&lt;br /&gt;Seks terbukti pula dapat menghilangkan nyeri kepala dan artritis ringan serta keluhan lain. Hal ini terjadi, kemungkinan karena otak kita melepaskan endorphin, hormon penghilang rasa sakit alami dari tubuh, selama orgasme. Pada perempuan, seks yang teratur dapat mencegah perubahan yang tidak menyenangkan pada vagina yang menyertai proses menopause, seperti kekeringan dan melemahnya otot.&lt;br /&gt;Pada laki-laki, kesehatan kardiovaskular yang baik adalah faktor untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang kuat. Sebagian penelitian, bahkan menyatakan bahwa hubungan seksual baik bagi jantung Anda. &lt;br /&gt;Orang dapat menikmati banyak hal termasuk seks- seperti dikatakan ahli terapi seks Joel D. Block Ph.D, jika mereka meningkatkan kebugarannya dengan menjadi lebih aktif dan makan makanan yang sederhana. Orang yang sehat juga jauh lebih mungkin tetap aktif secara seksual bertahun-tahun kemudian. Sejumlah penelitian menghubungkan aktivitas fisik dengan aktivitas seksual. Dengan merawat tubuh Anda, Anda memperkuat efek tubuh dan pikiran yang positif terhadap seks.&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan di California, misalnya menemukan bahwa orang yang berolahraga secara teratur lebih mudah dan lebih sering mencapai orgasme dibandingkan orang yang tidak melakukan aktivitas fisik. Oleh karena itu, kehidupan seksual yang sehat, entah itu melalui masturbasi atau fantasi, atau dilakukan dengan pasangan Anda, adalah penting bagi kesehatan, begitu pula sebaliknya... (zrp) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hangtuah Digital Library&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-2192179029694682250?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/2192179029694682250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2010/02/dapatkah-seks-membuat-awet-muda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/2192179029694682250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/2192179029694682250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2010/02/dapatkah-seks-membuat-awet-muda.html' title='Dapatkah Seks Membuat Awet Muda ?'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-8900315225959878395</id><published>2009-04-22T20:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T21:05:08.561-07:00</updated><title type='text'>LUKA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0X6IVF2NI/AAAAAAAAAC0/Ro6rR-2ofKQ/s1600-h/gambar_luka1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0X6IVF2NI/AAAAAAAAAC0/Ro6rR-2ofKQ/s320/gambar_luka1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331443821312334034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Kerusakan/ terputusnya kontinuitas dari suatu jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam – macam Luka&lt;br /&gt;- Luka lecet&lt;br /&gt;- Luka memar&lt;br /&gt;- Luka iris&lt;br /&gt;- Luka robek&lt;br /&gt;- Luka tusuk&lt;br /&gt;- Luka tembak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar Pertolongan&lt;br /&gt;1. Menghentikan perdarahan&lt;br /&gt;2. Mencegah terjadinya infeksi&lt;br /&gt;3. Mencegah kerusakan jaringan lebih parah&lt;br /&gt;4. Mempergunakan cara – cara pertolongan agar penyembuhan lebih cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Luka Lecet&lt;br /&gt;Terkelupasnya permukaan kulit akibat pergesekan dengan benda keras dan kasar&lt;br /&gt;Tindakan&lt;br /&gt;o Bersihkan dengan air atau obat anti septik&lt;br /&gt;o Tutup luka&lt;br /&gt;o Bila luas beri Antibiotika, Anti Tetanus Serum (ATS) (Dokter/Rumah Sakit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Luka Memar&lt;br /&gt;Kerusakan jaringan di bawah kulit akibat pukulan benda tumpul, tanpa kerusakan yang berarti di permukaan kulit&lt;br /&gt;Tanda : membiru dan membengkak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan&lt;br /&gt;o Kompres dengan air dingin/es&lt;br /&gt;o Bila bengkak beri zalf lasonil/ trombopob&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;C. Luka Iris&lt;br /&gt;Luka yang ditimbulkan oleh irisan benda yang bertepi tajam&lt;br /&gt;Tanda :&lt;br /&gt;o Bentuk luka memanjang&lt;br /&gt;o Tepi luka merupakan garis lurus&lt;br /&gt;o Jaringan sekitar luka tidak rusak&lt;br /&gt;Tindakan&lt;br /&gt;o Bersihkan luka dengan air/ antiseptik&lt;br /&gt;o Pada luka iris yang pendek dan dangkal, tempelkan plaster (plaster kupu – kupu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Luka Robek&lt;br /&gt;Luka yang ditimbulkan oleh goresan benda yang tidak terlalu tajam&lt;br /&gt;Tanda&lt;br /&gt;o Tepi luka tidak teratur&lt;br /&gt;o Jaringan sekitar luka rusak&lt;br /&gt;o Tindakan pada umumnya memerlukan jahitan (Dokter/Rumah Sakit)&lt;br /&gt;Pertolongan&lt;br /&gt;o Bersihkan sekitar luka dengan cairan anti septik&lt;br /&gt;o Bersihkan bagian dalam luka dengan H2O2&lt;br /&gt;o Tutup luka dengan sufratule dan kasa steril, bila tidak ada cukup tutup dengan kain yang bersih&lt;br /&gt;o Balut yang agak menekan&lt;br /&gt;o Berikan antibiotik, ATS (Dokter/Rumah Sakit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Luka Tusuk&lt;br /&gt;Luka yang ditimbulkan oleh tusukan benda berujung runcing&lt;br /&gt;Tanda&lt;br /&gt;o Mulut luka lebih sempit daripada dalamnya&lt;br /&gt;o Tepi luka ikut terdorong kedalam luka&lt;br /&gt;Bahaya infeksi dan tetanus lebih besar&lt;br /&gt;Letak luka harus diperhatikan, misalnya : di daerah jantung akan menimbulkan kematian lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Luka tusuk di Dada&lt;br /&gt;Bila tidak mengenai jantung dapat menembus hingga paru – paru sehingga menimbulkan perdarahan dalam rongga paru – paru dan udara masuk ke dalam rongga paru – paru sehingga paru – paru pada sisi yang sakit akan mengempis&lt;br /&gt;Tanda&lt;br /&gt; Kesakitan waktu bernafas&lt;br /&gt; Mendadak sesak&lt;br /&gt; Gerakan iga di sisi yang luka berkurang&lt;br /&gt;Tindakan&lt;br /&gt; Tutup luka dengan kasa steril yang dibasahi cairan steril&lt;br /&gt; Balut luka dengan plester (kedap udara)&lt;br /&gt; Bersihkan saluran pernafasan&lt;br /&gt; Beri obat pengurang rasa sakit&lt;br /&gt; Bawa ke RS terdekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Luka Tusuk di Perut&lt;br /&gt;Tindakan&lt;br /&gt; Bersihkan sekitar luka dengan antiseptik&lt;br /&gt; Tutup luka dengan kasa steril yang agak tebal dan sudah dibasahi cairan steril&lt;br /&gt; Balut yang menekan&lt;br /&gt; Bila usus terlihat keluar jangan dimasukkan&lt;br /&gt; Bila pisau belum tercabut biarkan saja segera bawa ke RS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Luka Tusuk di Anggota Badan&lt;br /&gt;Tindakan&lt;br /&gt; Bersihkan luka dengan antiseptik&lt;br /&gt; Bila luka dalam bersihkan dengan H2O2&lt;br /&gt; Tutup luka dengan kasa steril&lt;br /&gt; Balut yang menekan&lt;br /&gt; Beri antibiotik, ATS (Dokter/Rumah Sakit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Luka Tembak&lt;br /&gt;Bentuknya antara luka tusuk dengan luka robek. Pada luka tembak ini harus dicari tempat keluarnya peluru. Bila tidak ditemukan kemungkinan peluru tertinggal di dalam tubuh.&lt;br /&gt;Pada pinggir luka tempat peluru masuk sering terdapat jeluga biru panasnya peluru&lt;br /&gt;Tindakan&lt;br /&gt;o Bersihkan sekitar luka&lt;br /&gt;o Tutup luka&lt;br /&gt;o Kirim RS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap luka yang sudah terinfeksi akan timbul peradangan yang disusul pernanahan.&lt;br /&gt;Tindakan pada luka infeksi&lt;br /&gt;o Bersihkan luka dan sekitarnya dengan antiseptik&lt;br /&gt;o Keluarkan kotoran/ pus dalam luka dengan cara menekan dari pinggir luka kearah tengah&lt;br /&gt;o Setelah kotoran terkumpul dibagian tengah luka bersihkan daerah luka dengan antiseptik dan H202&lt;br /&gt;o Berikan kompres Revanol 5x sehari&lt;br /&gt;o Bila luka sudah agak mengering berikan zalf antibiotik&lt;br /&gt;o Sebaiknya diberikan obat : anti biotik dan pengurang rasa sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi suntikan ATS (Anti Tetanus Serum)&lt;br /&gt;o Luka – luka yang luas&lt;br /&gt;o Luka di leher dan muka&lt;br /&gt;o Luka tusuk dan gigitan binatang yang cukup dalam&lt;br /&gt;o Ada gejala – gejala terkena tetanus&lt;br /&gt;o Luka yang terlambat mendapat perawatan&lt;br /&gt;o Luka tembak yang sudah disertai jaringan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat&lt;br /&gt;By Isnaini (infodokter.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-8900315225959878395?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/8900315225959878395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/luka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8900315225959878395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8900315225959878395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/luka.html' title='LUKA'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0X6IVF2NI/AAAAAAAAAC0/Ro6rR-2ofKQ/s72-c/gambar_luka1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-6605256499044287439</id><published>2009-04-21T20:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T21:02:48.582-07:00</updated><title type='text'>LUKA BAKAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0XQrCultI/AAAAAAAAACs/ihoLqgsmtOo/s1600-h/%25+luka+bakar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0XQrCultI/AAAAAAAAACs/ihoLqgsmtOo/s320/%25+luka+bakar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331443109076047570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Luka bakar adalah kerusakan jaringan yang disebabkan oleh panas.&lt;br /&gt;Tiap – tiap persentuhan yang intensif yang cukup lama antara kulit dengan panas lebih dari 60º C akan terjadi luka bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANDA DAN GEJALA&lt;br /&gt;Menurut tanda dan gejalanya luka bakar dapat dibedakan menjadi beberapa tingkat, yaitu :&lt;br /&gt;Tingkat I&lt;br /&gt;Kemerahan pada kulit ( Erythema ), terjadi pembengkakan hanya pada lapisan atas kulit ari ( Stratum Corneum ), terasa sakit, merah dan bengkak.&lt;br /&gt;Tingkat II&lt;br /&gt;Melepuh ( Bullosa ) pembengkakan sampai pada lapisan kulit ari, terdapat gelembung berisicairan kuning bersih.&lt;br /&gt;Tingkat III&lt;br /&gt;Luka bakar sampai pada lapisan kulit jangat, luka tampak hitam keputuh – putihan ( Escarotica )&lt;br /&gt;Tingkat IV&lt;br /&gt;Luka bakar sudah sampai pada jaringan ikat atau lebih dari kulit ari dan kulit jangat sudah terbakar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PENYEBAB&lt;br /&gt;1. Api dan benda panas&lt;br /&gt;2. Bahan kimia :Cairan, uap.&lt;br /&gt;3. Elektrik : listrik, petir.&lt;br /&gt;4. Radiasi : Sinar matahari, rontgen, radium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKIBAT&lt;br /&gt;Luka bakar dapat mengakibatkan gangguan umum :&lt;br /&gt;Syok&lt;br /&gt;Infeksi&lt;br /&gt;Terjadinya kedua hal tersebut sangat tergantung pada tingkat dan luas luka pada tubuh yang terbakar. dalam menghitung luas atau persentase luka bakar pada orang dewasa digunakan “ The Rule of Nine “ atau “ Rumus 9 “ Pada luka bakar tingkat I, bila ½ - ⅔ bagian dari permukaan kulit terbakar, dapat mengakibatkan kematian. Bila luka tidak mendapatkan perawatan semestinya akan mengakibatkan infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTOLONGAN&lt;br /&gt;Prinsip utama pertolongan luka bakar adalah “mengakhiri dengan segera dan cepat kontak dengan sumber panas” untuk mengurangi luas dan dalamnya luka bakar yang terjadi. Mematikan api dengan menyelimuti dan menutup bagian yang terbakar untuk menghentikan pasokan oksigen bagi api yang menyala merupakan upaya pertama saat terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka Bakar Ringan&lt;br /&gt;- Penanganan pertama adalah mendinginkan daerah yang terbakar dengan air dengan segera, rendam kulit yang terbakar ke dalam air dingin sekurang – kurangnya 15 menit.&lt;br /&gt;- Untuk luka yang tidak dapat direndam, kompres dengan es yang dibungkus dalam kain atau pergunakan kain peresap yang dicelupkan ke dalam air es.&lt;br /&gt;- Ganti kompres tersebut beberapa kali agar tetap dingin, lakukan sampai rasa sakitnya hilang.&lt;br /&gt;- Hindarkan penggunaan salep luka, lemak dan soda masak, terutama pada luka yang cukup parah yang memerlukan perawatan medis segera. Penggunaan antiseptik topikal dianjurkan pada luka bakar.&lt;br /&gt;- Cegah timbulnya infeksi. Bila kulit menggelembung, tutup gelembung dengan kain yang steril, jangan memecahkan gelembung tersebut.&lt;br /&gt;- Luka dapat dirawat terbuka atau tertutup. Awas , luka bakar yang dangkal dapat menjadi berbahaya, bila daerah yang terbakar cukup luas mintalah bantuan dokter/ RS terdekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbakar Bahan Kimia&lt;br /&gt;- Prinsip, siramlah daerah yang terbakar dengan air sebanyak – banyaknya untuk mengencerkan atau membuang sebagian bahan kimia itu, selanjutnya rawat seperti luka bakar lainnya.&lt;br /&gt;- Bila mengenai mata, terutama oleh zat asam atau bahan dasar seperti soda, bilaslah secara berhati – hati dengan air bersih, tutup dengan kain kasa atau kain bersih dan segera periksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka Bakar Berat&lt;br /&gt;- Jika pakaian dalam keadaan terbakar, padamkan nyala api itu dengan jas, selimut, atau permadani kecil.&lt;br /&gt;- Biarkan korban berbaring untuk mengurangi syok.&lt;br /&gt;- Potong dan buang pakaian dari daerah yang terbakar. Bila pakaian yang terbakar menempel pada luka, jangan menariknya, biarkan dan potonglah sekitarnya saja.&lt;br /&gt;- Cuci tangan anda dengan bersih untuk mencegah kontaminasi.&lt;br /&gt;- Tutup luka dengan kain kasa yang tebal, sehingga dapat memisahkan dari udara, kontaminasi oleh debu dan mengurangi rasa sakit. Bila tidak ada kain kasa dapat digunakan sprei atau handuk yang bersih.&lt;br /&gt;- Jangan pergunakan salep, minyak, tapi penggunaan anti septik topikal dianjurkan, jangan berusaha mengganti kain penutup tersebut.&lt;br /&gt;- Panggil ambulans atau bawa korban ke RS terdekat.&lt;br /&gt;- Bila luka bakar cukup luas mengenai sebagian besar tubuh, berikanlah pertolongan pertama untuk syok. Kalau perlu lakukan resusitasi bila korban menunjukkan gejala syok seperti gelisah, dingin, pucat, berkeringat, nadi kecil dan cepat, tekanan darah menurun.&lt;br /&gt;- Bila korban sadar, larutkan ½ sendok teh soda masak dan 1 sendok the garam dapur dalam ¼ liter air. Minumkanlah larutan ini pada korban sebanyak ½ gelas tiap 15 menit untuk mengganti cairan tubuhnya yang hilang, hentikan pemberian cairan ini bila korban muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP PERTOLONGAN LUKA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAKAR SECARA UMUM&lt;br /&gt;Perawatan luka bakar tingkat I&lt;br /&gt;- Bersihkan dari bahan yang membakar&lt;br /&gt;- Berikan/ oleskan obat sebangsa lemak, seperti : Boorzalf, Levertran Zalf steril, Bran Zalf.&lt;br /&gt;- Tutup dengan kasa steril&lt;br /&gt;- Balut longgar – longgar.&lt;br /&gt;- Berikan banyak minum&lt;br /&gt;- Jaga jangan sampai kedinginan&lt;br /&gt;- Bawa ke RS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan luka bakar tingkat II, III, dan IV&lt;br /&gt;- Tutup luka dengan kasa steril&lt;br /&gt;- Balut longgar – longgar&lt;br /&gt;- Beri banyak minum&lt;br /&gt;- Jaga jangan sampai kedinginan&lt;br /&gt;- Bawa ke RS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan sembuh pada korban luka bakar&lt;br /&gt;Sangat tergantung pada :&lt;br /&gt;- Tingkat dan luas daerah yang terbakar.&lt;br /&gt;- Daerah/ bagian tubuh yang terbakar&lt;br /&gt;- Umur korban&lt;br /&gt;- Keadaan kesehatan korban&lt;br /&gt;- Pemberian pengobatan/ perawatan yang cepat dan tepat.&lt;br /&gt;(dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-6605256499044287439?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/6605256499044287439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/luka-bakar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/6605256499044287439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/6605256499044287439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/luka-bakar.html' title='LUKA BAKAR'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0XQrCultI/AAAAAAAAACs/ihoLqgsmtOo/s72-c/%25+luka+bakar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-3891361135787263311</id><published>2009-04-02T22:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T21:12:59.187-07:00</updated><title type='text'>"Chip Seks" Sedang Dikembangkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0ZvFQkAvI/AAAAAAAAAC8/jTYUqnYhZeY/s1600-h/1a49_1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0ZvFQkAvI/AAAAAAAAAC8/jTYUqnYhZeY/s400/1a49_1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331445830532727538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Chip seks" yang dapat merangsang gairah sedang dikembangkan oleh para ilmuwan.&lt;br /&gt;Situs berita Telegraph melaporkan, chip itu akan ditanam di kepala dan elektroda-nya akan menghasilkan kejutan listrik&lt;br /&gt;sangat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi tersebut telah digunakan di Amerika Serikat untuk mengobati penyakit Parkinson.&lt;br /&gt;Dalam beberapa bulan terakhir para ilmuwan berkonsentrasi pada kawasan otak di belakang mata yang disebut sebagai&lt;br /&gt;korteks orbitofrontal. Daerah tersebut terkait dengan perasaan senang yang berasal dari makan dan seks.&lt;br /&gt;Sebuah penelitian survei yang dilakukan oleh Morten Kringelbach dari jurusan psikiatri Universitas Oxford, menemukan&lt;br /&gt;bahwa korteks orbitofrontal kemungkinan dapat menjadi "sasaran stimulasi baru" untuk menolong penderita anhedonia&lt;br /&gt;atau ketidakmampuan merasakan kenikmatan dari kegiatan seperti makan dan seks.Temuan itu dilaporkan dalam jurnal&lt;br /&gt;Nature Reviews Neuroscience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Profesor bedah saraf, Tipu Aziz, mengemukakan : "terdapat bukti bahwa chip ini akan berfungsi. Beberapa tahun lalu&lt;br /&gt;ilmuwan menanam perangkat tersebut ke otak seorang perempuan yang tidak atraktif secara seksual dan dia berubah&lt;br /&gt;menjadi perempuan yang sangat aktif secara seksual. Dia tidak suka perubahan yang mendadak itu sehingga alat di&lt;br /&gt;kepalanya itu diangkat."&lt;br /&gt;Namun dia menambahkan bahwa teknologi saat ini, yang mengharuskan bedah untuk menghubungkan kabel dari alat&lt;br /&gt;pacu jantung ke otak, dapat menyebabkan pendarahan dan "intrusif serta kasar".&lt;br /&gt;Ia melanjutkan: "Bila teknologi ini telah semakin baik, kita dapat menggunakan stimulasi otak ini untuk berbagai area&lt;br /&gt;baru. Kerjanya semakin halus dan bisa lebih dikendalikan sehingga bisa dimatikan atau dinyalakan saat dibutuhkan.&lt;br /&gt;"Dalam 10 tahun mendatang akan tercipta berbagai terapi yang menakjubkan - setengahnya saja belum bisa kita&lt;br /&gt;bayangkan."&lt;br /&gt;Sebuah mesin elektronik, yang bernama Orgasmatron, nama yang diambil film Sleeper garapan Woody Allen 1973,&lt;br /&gt;sedang dikembangkan oleh seorang dokter di Carolina Utara.&lt;br /&gt;Orgasmatron mengubah sebuah stimulator saraf tulang belakang untuk menghasilkan gairah pada diri&lt;br /&gt;perempuan.(antara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-3891361135787263311?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/3891361135787263311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/chip-seks-sedang-dikembangkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3891361135787263311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3891361135787263311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/chip-seks-sedang-dikembangkan.html' title='&quot;Chip Seks&quot; Sedang Dikembangkan'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0ZvFQkAvI/AAAAAAAAAC8/jTYUqnYhZeY/s72-c/1a49_1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-7740208511203277263</id><published>2009-04-02T22:11:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T21:15:12.826-07:00</updated><title type='text'>Fungsi Otak Merosot di Usia 27</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0aRo3bn9I/AAAAAAAAADE/7pR-e9GGK3Y/s1600-h/FF_70_brain1_f.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0aRo3bn9I/AAAAAAAAADE/7pR-e9GGK3Y/s400/FF_70_brain1_f.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331446424206548946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta :Profesor Timothy Salthouse dari Universitas Virginia menemukan bahwa ruang visualisasi dan kecepatan otak&lt;br /&gt;mengalami penurunan di penghujung usia 20-an. Kekuatan otak mulai menurun pada usia 27 setelah mencapai&lt;br /&gt;puncaknya di usia 22.&lt;br /&gt;"Ini mengindikasikan kalau terapi untuk mencegah proses penuaan harus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimulai lebih dini," katanya seperti dikutip Medline Plus baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Studi Salthouse memakan waktu tujuh tahun dan melibatkan 2 ribu pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan perempuan. Para peserta berusia 18 hingga 60, dan diminta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memecahkan teka-teki visual, mengingat kata dan memaparkan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu cerita, lalu menyusun gambar dari huruf dan lambang.&lt;br /&gt;Hasilnya, studi mendapati bahwa 9 dari 12 tes dari rata-rata usia, yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengalami performa puncak adalah di saat usia 22. Sedang, usia awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mengalami penurunan performa adalah usia 27 tahun, menyangkut tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tes kemampuan memahami, kecepatan berpikir dan visual. Adapun, memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau daya hafal, menunjukkan penurunan rata-rata di usia 37 tahun.&lt;br /&gt;"Beberapa aspek yang berhubungan dengan usia kognitif mulai menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah pendidikan--ketika mereka berada di usia 20-an dan 30-an."&lt;br /&gt;Sementara, Rebecca Wood dari the Alzheimer's Research Trust, mengiyakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesimpulan Salthouse dengan mengatakan, studi ini menunjukkan bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penurunan mental secara alami ternyata lebih cepat dari yang kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harapkan, yaitu di usia 20an dan 30an.&lt;br /&gt;"Pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana cara kerja otak menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membantu kami memahami apa yang salah dalam penyakit serius seperti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alzheimer's," ujar Wood. Sebenarnya, kata Wood, banyak riset yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibutuhkan untuk menawarkan harapan kepada 700 ribu orang di Inggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang hidup dengan kekurangan mental atau dementia. Adapun, studi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salthouse dipublikasi dalam the journal Neurobiology of Aging beberapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-7740208511203277263?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/7740208511203277263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/fungsi-otak-merosot-di-usia-27.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/7740208511203277263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/7740208511203277263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/fungsi-otak-merosot-di-usia-27.html' title='Fungsi Otak Merosot di Usia 27'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0aRo3bn9I/AAAAAAAAADE/7pR-e9GGK3Y/s72-c/FF_70_brain1_f.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-1059250363648692830</id><published>2009-04-02T22:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T22:08:06.773-07:00</updated><title type='text'>Terapi Dingin untuk Kanker</title><content type='html'>Siapa yang tak kenal lagu Begadang yang dilantunkan oleh Rhoma Irama? Orang pun sadar maknanya, tapi&lt;br /&gt;barangkali kalau sudah terbiasa melek di malam hari, sulit keluar dari kebiasaan buruk tersebut. Apalagi jika menyangkut&lt;br /&gt;pekerjaan, seperti yang dilakoni oleh seorang pria berusia 60 tahun, yang kita sebut saja Wawan. Sejak muda ia doyan&lt;br /&gt;begadang. Kiprahnya sebagai juragan sate pun menuntut jam kerja hingga larut malam. Bahkan ketika kedainya sudah&lt;br /&gt;tutup, dia tak bisa langsung beristirahat. Dia harus mempersiapkan segala kebutuhan untuk esok hari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi, dia pun doyan menikmati daging kambing. Hampir saban hari, itulah santapan utamanya. Hingga suatu&lt;br /&gt;kali dia merasakan nyeri pada bagian kanan atas perutnya serta diiringi urinenya yang berwarna kecokelatan dan rasa&lt;br /&gt;mual yang tiada hentinya. Setelah memeriksakan diri ke dokter, Wawan terhenyak. Sebab, hatinya dinyatakan terinfeksi&lt;br /&gt;kanker. Dia pun tenggelam dalam penyesalan. Tetapi semuanya terlambat. Kini tinggal dia mencari jalan melawan&lt;br /&gt;penyakit tersebut.&lt;br /&gt;Langkahnya di rumah sakit mempertemukannya dengan terapi yang tergolong baru untuk penanganan kanker, yakni&lt;br /&gt;terapi cryo atau dikenal juga dengan terapi pendinginan. Spesialis bedah Rumah Sakit Gading Pluit, dr Barlian Sutedja,&lt;br /&gt;SpB, menyebutkan, teknik ini merupakan pengobatan kanker atau jenis tumor dengan suhu ekstrem rendah hingga di&lt;br /&gt;bawah 100 derajat Celcius. Menggunakan jarum supermini yang mengandung gas argon dan ditusukkan via permukaan&lt;br /&gt;kulit, sel kanker diubah menjadi gumpalan es. "Biar tepat sasaran, pasien terlebih dahulu diperiksa dengan ultrasonografi&lt;br /&gt;atau CT Scan," dia menjelaskan.&lt;br /&gt;Kemudian setelah dibiarkan membeku, menurut Barlian, dalam waktu 10 menit suhu tubuh dihangatkan kembali, tapi&lt;br /&gt;kemudian dibekukan lagi. Hal itu guna memastikan sel kanker dalam tubuh benar-benar musnah. Uniknya, gumpalan es&lt;br /&gt;sel kanker ini tidak lenyap, namun menetap di dalam tubuh. "Ini efek imunitasnya. Sel tubuh terangsang untuk&lt;br /&gt;membentuk antibodi," ujar dokter yang menjabat Direktur Utama RS Gading Pluit ini. Dalam terapi ini, para pasien tidak&lt;br /&gt;memerlukan pembedahan dan cuma dibius lokal. Biasanya operasi memakan waktu satu hingga satu setengah jam.&lt;br /&gt;"Setelah diterapi cryo, kemudian dia melakukan terapi kemo," katanya seusai acara seminar mengenai pengobatan&lt;br /&gt;kanker di RS Gading Pluit, Jakarta, beberapa waktu lalu. Namun, dia menyatakan tidak semua sel kanker bisa ditangani&lt;br /&gt;lewat terapi dingin ini--tergantung ukurannya. Terapi ini hanya efektif melawan sel ganas yang berukuran 5-8 sentimeter.&lt;br /&gt;Untuk ukuran di atas 10 sentimeter, terapi ini tidak efektif dan ekonomis lagi. Apalagi untuk sekali terapi, biayanya&lt;br /&gt;berkisar Rp 15-20 juta.&lt;br /&gt;Selain itu, terapi yang berkembang pesat di Tiongkok ini tak ampuh mengatasi tumor cair, seperti kanker usus dan&lt;br /&gt;darah. Terapi yang baru diterapkan kepada puluhan pasien di Indonesia ini tidak menjamin sepenuhnya membuat sel&lt;br /&gt;kanker terusir. "Kemungkinan timbul kanker kembali di tempat yang sama sebesar 11 hingga 12 persen," Barlian&lt;br /&gt;memperkirakan. Karena itu, perlu kombinasi dengan terapi kemo dan tetap dipantau lewat Magnetic Resonance Imaging&lt;br /&gt;(MRI) atau CT Scan, seperti dalam kasus Wawan.&lt;br /&gt;Menilik sejarah, terapi dingin ini sebelumnya sempat tidak mendapat izin dari Badan Pengawas Makanan dan Minuman&lt;br /&gt;Amerika Serikat (FDA). "Saat itu masih banyak menimbulkan komplikasi," ujar Profesor Kecheng Xu dari RS Fuda&lt;br /&gt;Guangzhou Tiongkok pada kesempatan yang sama. Baru pada 1998, setelah mengalami perbaikan, terapi cryo&lt;br /&gt;mendapat pengakuan FDA. Di Negeri Tirai Bambu, hingga kini terapi itu sudah diterapkan kepada sekitar 4.500 pasien.&lt;br /&gt;Dari jumlah itu, sebanyak 1.700 kasus kanker paru-paru dan 1.500 kanker hati.&lt;br /&gt;Di Indonesia, menurut keterangan spesialis radiologi intervensional, dr Terawan, saat ini angka penderita hepatitis B dan&lt;br /&gt;C cukup tinggi, sekitar 42.600 kasus per tahun. "Karena itu, besar kemungkinan ada peningkatan jumlah penderita&lt;br /&gt;kanker hati," katanya.&lt;br /&gt;5 Keunggulan&lt;br /&gt;1. Tidak ada tindakan pembedahan dan hanya dilakukan pembiusan lokal.&lt;br /&gt;2. Terapi fokus pada sel kanker, sehingga meminimalisasi kerusakan jaringan lain.&lt;br /&gt;3. Bisa dilakukan bersamaan dengan terapi kemo dan radiasi.&lt;br /&gt;4. Efektif untuk menghilangkan kanker atau tumor berukuran di bawah 8 sentimeter.&lt;br /&gt;5. Proses pembekuan merangsang respons imun pada sel kanker yang tersisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HERU TRIYONO/TEMPO Interaktif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-1059250363648692830?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/1059250363648692830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/terapi-dingin-untuk-kanker.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1059250363648692830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1059250363648692830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/terapi-dingin-untuk-kanker.html' title='Terapi Dingin untuk Kanker'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-8475351672014295429</id><published>2009-04-02T22:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-02T21:31:36.302-07:00</updated><title type='text'>SDM untuk Radiofarmaka Masih Kurang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0eGIkP-uI/AAAAAAAAADU/yk0qbdahfOk/s1600-h/galio.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 223px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0eGIkP-uI/AAAAAAAAADU/yk0qbdahfOk/s400/galio.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331450624604109538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BANDUNG &amp;mdash; Radiofarmaka memegang peranan penting dalam perkembangan pengobatan masa kini dan&lt;br /&gt;mendatang. Namun, sumber daya manusia untuk pengoperasian teknologi pendukung radiofarmaka masih sangat&lt;br /&gt;kurang&lt;br /&gt;Radiofarmaka merupakan sediaan farmasi dalam bentuk senyawa kimia yang mengandung radioisotop. Radiofarmaka&lt;br /&gt;merupakan bagian dari kegiatan kedokteran nuklir. &amp;rdquo;Beberapa masalah kesehatan yang terkait dengan&lt;br /&gt;radiofarmaka adalah penanganan penyakit kanker, infeksi, inflamasi, dan lainnya serta pengembangan obat,&amp;rdquo; ujar&lt;br /&gt;Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Dr Rudi Hastowo dalam seminar di Bandung, Jumat (20/3).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hastowo mengatakan, saat ini beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta telah memiliki peralatan untuk kepentingan&lt;br /&gt;radiofarmaka. &amp;rdquo;Dengan keberadaan alat-alat seperti itu, pengobatan kanker di negara kita tidak kalah dengan&lt;br /&gt;negara tetangga,&amp;rdquo; katanya. Penambahan perangkat dengan teknologi radiofarmaka, ujarnya, cenderung semakin&lt;br /&gt;meningkat.&lt;br /&gt;&amp;rdquo;Namun, SDM yang menguasai teknologi ini belum banyak. Tidak mengherankan karena pengoperasian&lt;br /&gt;teknologi ini butuh ahli dan dokter yang paham nuklir. Dibutuhkan juga seorang ahli farmasi,&amp;rdquo; kata Hastowo.&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, radiofarmaka bisa diberikan kepada pasien dengan beberapa cara, seperti mencampur bahan&lt;br /&gt;radiofarmaka dalam obat dan dikonsumsi pasien secara oral. Cara lain adalah radioterapi yang sudah luas dikenal,&lt;br /&gt;antara lain dengan upaya pengobatan pasien menggunakan sinar X.&lt;br /&gt;Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Ir As Natio Lasman mengatakan, pihaknya terus melakukan&lt;br /&gt;pengawasan ketat terhadap semua teknologi nuklir yang digunakan untuk berbagai bidang, termasuk untuk bidang&lt;br /&gt;kedokteran. Pengawasan ketat ini dilakukan untuk menjamin keamanan nuklir bagi masyarakat./ Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-8475351672014295429?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/8475351672014295429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/sdm-untuk-radiofarmaka-masih-kurang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8475351672014295429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8475351672014295429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/sdm-untuk-radiofarmaka-masih-kurang.html' title='SDM untuk Radiofarmaka Masih Kurang'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0eGIkP-uI/AAAAAAAAADU/yk0qbdahfOk/s72-c/galio.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-8777946420374393198</id><published>2009-04-02T21:55:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T21:57:06.140-07:00</updated><title type='text'>NOTES, Pembedahan Tanpa Bedah</title><content type='html'>BAGI Tina (28), garis coklat yang menggurat di perut selalu membuat dia teringat pada operasi usus buntu yang&lt;br /&gt;dijalaninya enam bulan lalu. Tidak hanya membuat kulit perutnya tidak lagi mulus, garis itu juga menimbulkan trauma&lt;br /&gt;karena rasa nyeri yang ia rasakan pascaoperasi.&lt;br /&gt;Andai saja sudah mengenal NOTES, bisa jadi Tina terhindar dari trauma sakit itu. NOTES adalah singkatan dari natural&lt;br /&gt;orifice transluminal endoscopic surgery. Secara sederhana, NOTES bisa diartikan sebagai pembedahan menggunakan&lt;br /&gt;lubang alami yang ada di dalam tubuh. Caranya, lubang alami seperti mulut dan vagina digunakan sebagai akses&lt;br /&gt;instrumen operasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inovasi di bidang bedah digestif ini baru dikenal pada tahun 2007. Salah satu sumber menyebutkan, tim peneliti dari&lt;br /&gt;John Hopkins University pertama kali memublikasikan teknik tersebut dengan penerapan pada binatang. Selanjutnya,&lt;br /&gt;teknik ini dicobakan pada manusia dan terus dikembangkan.&lt;br /&gt;Teknik ini jelas berbeda dengan operasi konvensional yang melukai tubuh untuk mencapai bagian yang hendak&lt;br /&gt;dioperasi. NOTES juga merupakan langkah maju dari teknik laparoskopi yang memungkinkan pembedahan dengan luka&lt;br /&gt;minimal.&lt;br /&gt;Meski sudah sangat minimal dibandingkan bedah konvensional, teknik laparoskopi masih memungkinkan adanya luka&lt;br /&gt;kecil bekas akses instrumen bedah. Sementara dengan metode NOTES, luka akan semakin minimal karena instrumen&lt;br /&gt;bedah dimasukkan melalui lubang alami.&lt;br /&gt;Ahli bedah Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Dr Reno Budiman MSc, SpB-KDB, mengatakan, banyak keuntungan&lt;br /&gt;yang diperoleh dari metode NOTES. Dengan luka yang sangat minimal, pasien akan lebih cepat sembuh. Nyeri&lt;br /&gt;pascabedah juga akan sangat berkurang. "Dari sisi kosmetik, jaringan parut akibat bedah juga tidak ada," kata Reno.&lt;br /&gt;Namun, ia mengakui ada potensi risiko dari teknik ini. Misalnya saja bedah dilakukan melalui vagina. Jika vagina kotor&lt;br /&gt;dan mengandung kuman, bisa saja kuman terbawa oleh instrumen yang dimasukkan ke dalam. "Namun, tentu saja ada&lt;br /&gt;upaya-upaya untuk meminimalisasi risiko tersebut," kata Reno.&lt;br /&gt;Instruktur NOTES internasional asal India, Prof GV Rao, mengatakan, di India, teknik ini pernah digunakan untuk operasi&lt;br /&gt;tubektomi. "Saya sudah menggunakan teknik NOTES dalam 27 pembedahan yang saya lakukan. Saya juga berkeliling&lt;br /&gt;ke berbagai negara untuk membagikan ilmu tentang teknik ini," kata dokter pertama di dunia yang membedah usus&lt;br /&gt;buntu dengan akses instrumen melalui mulut ini.&lt;br /&gt;Rao mengatakan, saat ini perusahaan-perusahaan peralatan medis terus berupaya menciptakan alat yang benar-benar&lt;br /&gt;cocok untuk teknik NOTES. "Sebab, untuk tiap penyakit memerlukan instrumen khusus," ujar Rao.&lt;br /&gt;Sebagai inovasi baru, kata Reno, NOTES belum banyak diterapkan di Indonesia, bahkan di dunia. "Indonesia menjadi&lt;br /&gt;negara kelima yang mengadopsi teknik NOTES setelah Amerika Serikat, India, Brasil, dan Perancis," kata Reno.&lt;br /&gt;Menurut Reno, NOTES pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun lalu dan telah berhasil menyembuhkan dua&lt;br /&gt;pasien batu empedu dan dua pasien usus buntu. Sementara ini baru dilakukan di RSHS. "Ini terkait dengan ketersediaan&lt;br /&gt;instrumen dan kemampuan tenaga dokter," kata Reno.&lt;br /&gt;Meski telah berhasil diterapkan, kata Reno, teknik ini memang belum dijadikan terapi standar seperti halnya bedah&lt;br /&gt;laparoskopi. Memang masih terlalu dini untuk mengadopsi teknik NOTES dalam praktik bedah sehari-hari. "Masih&lt;br /&gt;diperlukan lebih banyak kasus sehingga didapatkan bukti statistik yang memadai," ujar Reno. Namun, dengan&lt;br /&gt;penyempurnaan yang terus dilakukan, Reno yakin teknik ini akan menjadi paradigma baru di bidang pembedahan.&lt;br /&gt;Sebagai inovasi baru, Reno juga mengakui jika biaya untuk pelaksanaan teknik ini masih mahal. "Tetapi jika&lt;br /&gt;memerhatikan hasilnya, seperti sembuh lebih cepat, saya rasa biaya totalnya jadi sama," ujar Reno./Laporan wartawan&lt;br /&gt;KOMPAS Lis Dhaniati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-8777946420374393198?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/8777946420374393198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/notes-pembedahan-tanpa-bedah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8777946420374393198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8777946420374393198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/notes-pembedahan-tanpa-bedah.html' title='NOTES, Pembedahan Tanpa Bedah'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-4312319079415330130</id><published>2009-04-01T22:09:00.001-07:00</published><updated>2009-05-02T21:28:51.806-07:00</updated><title type='text'>Telapak Kaki Dan TanganBasah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0dE5jqdMI/AAAAAAAAADM/H_umZxpbQfM/s1600-h/telapak+tangan+gia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 232px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0dE5jqdMI/AAAAAAAAADM/H_umZxpbQfM/s320/telapak+tangan+gia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331449503883621570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sering berkeringat yang berlebihan di telapak tangan dan kaki merupakan salah satu manifestasi hiperhidrosis (pengeluaran keringat yang berlebihan). Hiperhidrosis yang hanya terjadi secara lokal di telapak tangan dan kaki (juga ketiak), biasanya disebabkan stimulasi emosi dan atau suhu (Stimulasi emosi kadang lebih kuat dibandingkan stimulasi suhu). Hiperhidrosis ini biasanya mulai timbul ketika masa kanak-kanak atau masa dewasa muda. Biasanya hal ini sering muncul ketika kita sedang mengalami stress (karena tekanan pekerjaan atau menjelang ujian). Selain karena pengaruh emosi dan suhu, hiperhidrosis jenis ini dapat ditemukan pada mereka yang mencandu alkohol.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hiperhidrosis (berkeringat yang berlebihan) yang terjadi secara general (di seluruh tubuh) dapat merupakan manifestasi klinis yang dapat ditemukan pada beberapa penyakit jantung tertentu, namun hiperhidrosis lokal (hanya di tangan dan atau kaki) bukan manifestasi klinis spesifik penyakit jantung dan atau paru. Hiperhidrosis yang terjadi secara general pun bukan petanda adanya penyakit jantung dan atau paru, karena sering hanya berupa manifestasi klinis yang menyertai, bukan manifestasi klinis utama. Keluhan yang sering ditemukan pada pasien dengan penyakit jantung dan atau paru adalah sesak (kesulitan bernafas) dan nyeri dada. Jadi jika hanya keringat yang berlebihan di kedua tangan dan atau di kedua kaki tanpa disertai keluhan sesak, jantung berdebar-debar, nyeri dada, batuk, atau keluhan yang lainnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-4312319079415330130?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/4312319079415330130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/telapak-kaki-dan-tanganbasah_01.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/4312319079415330130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/4312319079415330130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/telapak-kaki-dan-tanganbasah_01.html' title='Telapak Kaki Dan TanganBasah'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/Sf0dE5jqdMI/AAAAAAAAADM/H_umZxpbQfM/s72-c/telapak+tangan+gia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-492060874579616528</id><published>2009-04-01T22:09:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T22:10:52.323-07:00</updated><title type='text'>Telapak Kaki Dan TanganBasah</title><content type='html'>Sering berkeringat yang berlebihan di telapak tangan dan kaki merupakan salah satu manifestasi hiperhidrosis (pengeluaran keringat yang berlebihan). Hiperhidrosis yang hanya terjadi secara lokal di telapak tangan dan kaki (juga ketiak), biasanya disebabkan stimulasi emosi dan atau suhu (Stimulasi emosi kadang lebih kuat dibandingkan stimulasi suhu). Hiperhidrosis ini biasanya mulai timbul ketika masa kanak-kanak atau masa dewasa muda. Biasanya hal ini sering muncul ketika kita sedang mengalami stress (karena tekanan pekerjaan atau menjelang ujian). Selain karena pengaruh emosi dan suhu, hiperhidrosis jenis ini dapat ditemukan pada mereka yang mencandu alkohol.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hiperhidrosis (berkeringat yang berlebihan) yang terjadi secara general (di seluruh tubuh) dapat merupakan manifestasi klinis yang dapat ditemukan pada beberapa penyakit jantung tertentu, namun hiperhidrosis lokal (hanya di tangan dan atau kaki) bukan manifestasi klinis spesifik penyakit jantung dan atau paru. Hiperhidrosis yang terjadi secara general pun bukan petanda adanya penyakit jantung dan atau paru, karena sering hanya berupa manifestasi klinis yang menyertai, bukan manifestasi klinis utama. Keluhan yang sering ditemukan pada pasien dengan penyakit jantung dan atau paru adalah sesak (kesulitan bernafas) dan nyeri dada. Jadi jika hanya keringat yang berlebihan di kedua tangan dan atau di kedua kaki tanpa disertai keluhan sesak, jantung berdebar-debar, nyeri dada, batuk, atau keluhan yang lainnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-492060874579616528?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/492060874579616528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/telapak-kaki-dan-tanganbasah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/492060874579616528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/492060874579616528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/04/telapak-kaki-dan-tanganbasah.html' title='Telapak Kaki Dan TanganBasah'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-1409291809510780959</id><published>2009-03-31T22:11:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T22:12:30.657-07:00</updated><title type='text'>Fungsi Otak Merosot di Usia 27</title><content type='html'>Jakarta :Profesor Timothy Salthouse dari Universitas Virginia menemukan bahwa ruang visualisasi dan kecepatan otak&lt;br /&gt;mengalami penurunan di penghujung usia 20-an. Kekuatan otak mulai menurun pada usia 27 setelah mencapai&lt;br /&gt;puncaknya di usia 22.&lt;br /&gt;"Ini mengindikasikan kalau terapi untuk mencegah proses penuaan harus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimulai lebih dini," katanya seperti dikutip Medline Plus baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Studi Salthouse memakan waktu tujuh tahun dan melibatkan 2 ribu pria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan perempuan. Para peserta berusia 18 hingga 60, dan diminta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memecahkan teka-teki visual, mengingat kata dan memaparkan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu cerita, lalu menyusun gambar dari huruf dan lambang.&lt;br /&gt;Hasilnya, studi mendapati bahwa 9 dari 12 tes dari rata-rata usia, yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengalami performa puncak adalah di saat usia 22. Sedang, usia awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mengalami penurunan performa adalah usia 27 tahun, menyangkut tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tes kemampuan memahami, kecepatan berpikir dan visual. Adapun, memori&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau daya hafal, menunjukkan penurunan rata-rata di usia 37 tahun.&lt;br /&gt;"Beberapa aspek yang berhubungan dengan usia kognitif mulai menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah pendidikan--ketika mereka berada di usia 20-an dan 30-an."&lt;br /&gt;Sementara, Rebecca Wood dari the Alzheimer's Research Trust, mengiyakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesimpulan Salthouse dengan mengatakan, studi ini menunjukkan bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penurunan mental secara alami ternyata lebih cepat dari yang kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harapkan, yaitu di usia 20an dan 30an.&lt;br /&gt;"Pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana cara kerja otak menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membantu kami memahami apa yang salah dalam penyakit serius seperti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alzheimer's," ujar Wood. Sebenarnya, kata Wood, banyak riset yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dibutuhkan untuk menawarkan harapan kepada 700 ribu orang di Inggris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang hidup dengan kekurangan mental atau dementia. Adapun, studi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salthouse dipublikasi dalam the journal Neurobiology of Aging beberapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-1409291809510780959?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/1409291809510780959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/03/fungsi-otak-merosot-di-usia-27.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1409291809510780959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1409291809510780959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/03/fungsi-otak-merosot-di-usia-27.html' title='Fungsi Otak Merosot di Usia 27'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-5460082662024443744</id><published>2009-03-30T22:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T22:15:29.167-07:00</updated><title type='text'>Gen Pengubah Karbohidrat Jadi Lemak</title><content type='html'>Jakarta : Peneliti dari Amerika menemukan sebuah gen yang bertanggung jawab mengubah sepiring pasta atau nasi&lt;br /&gt;menjadi lemak. Hasil penelitian ini menawarkan petunjuk baru tentang bagaimana tubuh memetabolisme karbohidrat dan&lt;br /&gt;bagaimana hal itu memberi kontribusi pada obesitas. Gen yang disebut DNA-PK itu, mengatur proses di liver yang&lt;br /&gt;mengubah karbohidrat menjadi lemak, Univesity of California, tim Berkeley melaporkan dalam jurnal Cell.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&amp;ldquo;Kami berharap penelitian ini suatu hari akan menolong orang untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makan roti, pasta dan nasi tanpa merasa takut gemuk,&amp;rdquo; kata Roger Wong, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peneliti masalah ini.&lt;br /&gt;Ketika mereka membiakkan tikus dengan versi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gen ini yang tak berfungsi. Para tikus itu ternyata tetap langsing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan jika diberi makan dengan pasta sebanyak ukuran buffet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;all-you-can-eat.&lt;br /&gt;"DNA-PK tak berfungsi membuat tikus lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langsing dengan lemak tubuh kurang 40 persen, dibanding kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kontrol yaitu tikus normal, karena tak adanya gen yang mengubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karbohidrat ini menjadi lemak,&amp;rdquo;kata Wong.&lt;br /&gt;Ia mengatakan tikus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tidak memiliki gen ini tak menjadi gemuk walau mereka memakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak karbohidrat dan mereka tetap punya kadar kolesterol dalam darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang rendah. Semua ini berarti bahwa berkurang pula risiko untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penyakit jantung. Karena manusia punya gen yang sama, tim peneliti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpikir hasil penelitian ini bisa menjadi dasar untuk membuat obat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk mencegah kegemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-5460082662024443744?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/5460082662024443744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/03/gen-pengubah-karbohidrat-jadi-lemak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/5460082662024443744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/5460082662024443744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/03/gen-pengubah-karbohidrat-jadi-lemak.html' title='Gen Pengubah Karbohidrat Jadi Lemak'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-8532042759121941383</id><published>2009-03-23T21:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T21:51:58.079-07:00</updated><title type='text'>Popularitas Ditentukan Gen?</title><content type='html'>MIchigan:Ahli studi Genetika Universitas Michigan, Alexandra Burt, menemukan bahwa remaja bakal lebih populer jika&lt;br /&gt;membawa gen yang cenderung melanggar aturan. "Gen bakal mempengaruhi Anda untuk berperilaku tertentu, dan&lt;br /&gt;perilaku itu yang memicu berbagai jenis reaksi sosial dari orang lain," ujarnya seperti dilansir Health News belum lama&lt;br /&gt;ini. Sehingga, yang terjadi adalah gen memandu Anda dalam berinteraksi sosial.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung teorinya, Burt fokus pada gen yang mempengaruhi tingkat serotonin dalam otak saat mengirim pesan.&lt;br /&gt;Pada awal studinya, dia menemukan bahwa pria pada usia sekolah yang membawa gen varian G lebih populer&lt;br /&gt;ketimbang pria yang membawa gen varian A.&lt;br /&gt;Dia mencatat, melanggar aturan adalah perilaku yang terkait dengan popularitas di kalangan remaja laki-laki. Perilaku ini&lt;br /&gt;terhubung pada tingkat serotonin yang tinggi dalam otak. Adapun studi ini melibatkan Lebih dari 200 pria perguruan&lt;br /&gt;tinggi dengan usia rata-rata 19, dan dibagi dua kelompok.&lt;br /&gt;Grup pertama, berencana menggelar pesta dengan anggaran yang ketat. Sementara, grup kedua, merencanakan pesta&lt;br /&gt;tanpa batas. Kemudian, setelah sesi perencanaan, setiap individu menilai seberapa populer teman mereka. Dan,&lt;br /&gt;mereka juga memberi sampel DNA.&lt;br /&gt;Hasilnya, setelah menganalisis perilaku mereka, Burt melihat bahwa remaja yang melanggar aturan-cenderung&lt;br /&gt;digolongkan sebagai orang populer. "Jadi gen mempengaruhi mereka untuk melanggar aturan, dan perilaku itu membuat&lt;br /&gt;lebih populer," kata Burt.&lt;br /&gt;Menurutnya, susunan genetik memang tidak menganugerahkan popularitas. Untuk itu ada faktor lain yang memutuskan.&lt;br /&gt;Lebih jauh, studi ini merupakan kandidat yang bakal muncul pada April 2009, di Journal of Personality and Social&lt;br /&gt;Psychology.HEALTHNEWS | TEMPO Interaktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-8532042759121941383?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/8532042759121941383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/03/popularitas-ditentukan-gen.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8532042759121941383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8532042759121941383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/03/popularitas-ditentukan-gen.html' title='Popularitas Ditentukan Gen?'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-8172579985599471427</id><published>2009-03-02T22:02:00.000-08:00</published><updated>2009-04-02T22:04:20.712-07:00</updated><title type='text'>SDM untuk Radiofarmaka Masih Kurang</title><content type='html'>BANDUNG &amp;mdash; Radiofarmaka memegang peranan penting dalam perkembangan pengobatan masa kini dan&lt;br /&gt;mendatang. Namun, sumber daya manusia untuk pengoperasian teknologi pendukung radiofarmaka masih sangat&lt;br /&gt;kurang&lt;br /&gt;Radiofarmaka merupakan sediaan farmasi dalam bentuk senyawa kimia yang mengandung radioisotop. Radiofarmaka&lt;br /&gt;merupakan bagian dari kegiatan kedokteran nuklir. &amp;rdquo;Beberapa masalah kesehatan yang terkait dengan&lt;br /&gt;radiofarmaka adalah penanganan penyakit kanker, infeksi, inflamasi, dan lainnya serta pengembangan obat,&amp;rdquo; ujar&lt;br /&gt;Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Dr Rudi Hastowo dalam seminar di Bandung, Jumat (20/3).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hastowo mengatakan, saat ini beberapa rumah sakit terkemuka di Jakarta telah memiliki peralatan untuk kepentingan&lt;br /&gt;radiofarmaka. &amp;rdquo;Dengan keberadaan alat-alat seperti itu, pengobatan kanker di negara kita tidak kalah dengan&lt;br /&gt;negara tetangga,&amp;rdquo; katanya. Penambahan perangkat dengan teknologi radiofarmaka, ujarnya, cenderung semakin&lt;br /&gt;meningkat.&lt;br /&gt;&amp;rdquo;Namun, SDM yang menguasai teknologi ini belum banyak. Tidak mengherankan karena pengoperasian&lt;br /&gt;teknologi ini butuh ahli dan dokter yang paham nuklir. Dibutuhkan juga seorang ahli farmasi,&amp;rdquo; kata Hastowo.&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, radiofarmaka bisa diberikan kepada pasien dengan beberapa cara, seperti mencampur bahan&lt;br /&gt;radiofarmaka dalam obat dan dikonsumsi pasien secara oral. Cara lain adalah radioterapi yang sudah luas dikenal,&lt;br /&gt;antara lain dengan upaya pengobatan pasien menggunakan sinar X.&lt;br /&gt;Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Ir As Natio Lasman mengatakan, pihaknya terus melakukan&lt;br /&gt;pengawasan ketat terhadap semua teknologi nuklir yang digunakan untuk berbagai bidang, termasuk untuk bidang&lt;br /&gt;kedokteran. Pengawasan ketat ini dilakukan untuk menjamin keamanan nuklir bagi masyarakat./ Kompas Cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-8172579985599471427?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/8172579985599471427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/03/sdm-untuk-radiofarmaka-masih-kurang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8172579985599471427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8172579985599471427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/03/sdm-untuk-radiofarmaka-masih-kurang.html' title='SDM untuk Radiofarmaka Masih Kurang'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-5937613565542925955</id><published>2009-03-01T07:00:00.000-08:00</published><updated>2009-03-14T07:09:38.995-07:00</updated><title type='text'>OTAK KIRI DAN OTAK KANAN</title><content type='html'>Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri telah populer sejak tahun 1960. Seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Atas jasanya ini beliau mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981. Selain itu dia juga menemukan bahwa pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik dan warna. Daya ingat otak kanan bersifat panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan otak kanan misalnya pada penyakit stroke atau tumor otak, maka fungsi otak yang terganggu adalah kemampuan visual dan emosi misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak kiri berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi setiap individu mempunyai kecenderungan untuk mengunakan salah satu belahan yang dominan dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan. Setiap belahan otak saling mendominasi dalam aktivitas namun keduanya terlibat dalam hampir semua proses pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-5937613565542925955?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/5937613565542925955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/03/otak-kiri-dan-otak-kanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/5937613565542925955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/5937613565542925955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/03/otak-kiri-dan-otak-kanan.html' title='OTAK KIRI DAN OTAK KANAN'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-1898144864173083988</id><published>2009-02-28T23:25:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T01:01:58.279-08:00</updated><title type='text'>SPA IBU HAMIL UNTUK RILEKSKAN TUBUH</title><content type='html'>EMOSI ibu hamil cenderung turun-naik selama sembilan bulan kehamilannya. Perawatan tubuh di spa khusus ibu hamil akan merilekskan pikiran dan emosi ibu hingga menjadi lebih tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamil membawa kebahagiaan dan kebangaan tersendiri bagi seorang wanita. Namun, bayangan tentang perubahan tubuh, terutama kulit, menjadi kurang menarik juga membawa sedikit kekhawatiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tetap cantik saat hamil, ibu perlu melakukan perawatan tubuh di spa khusus ibu hamil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perawatan yang ditawarkan akan menenangkan dan merilekskan ketegangan otot-otot Ibu hingga kehamilan bisa dijalani dengan lebih nyaman. Seperti dikutip dari SheKnows, berikut ini tip penting yang harus diketahui ibu sebelum melakukan perawatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih tempat yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama sebelum mulai merawat tubuh di spa adalah memilih tempat yang tepat. Jasa perawatan spa untuk ibu hamil kini banyak ditawarkan dengan produk dan teknik beragam. Cari tahu dan tanyakan berbagai hal tentang standardisasi dari badan kesehatan mengenai jenis produk dan perawatan yang ditawarkan spa tersebut agar nantinya tidak membahayakan kehamilan.  Pilihlah tempat perawatan spa yang memang mempunyai kreadibilitas dan pengalaman merawat ibu hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seleksi produk perawatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan perawatan spa, ada beberapa hal yang perlu dihindari, seperti penggunaan minyak pijat beraroma menyengat. Pada beberapa ibu hamil, wangi yang terlalu tajam akan mengundang rasa mual. Kemudian, jika tidak terlalu dibutuhkan, hindari perawatan facial dan ganti dengan produk perawatan wajah dengan krim atau serum Vitamin C agar penampilan Anda selalu fresh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmatilah setiap detil perawatan yang Anda pilih di spa tersebut agar Anda dan janin merasakan ketenangan. Perasaan tenang akan memberi kontribusi positif pada kesehatan ibu dan janin.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lifestyle.okezone.com/read/2009/02/28/195/197133/spa-ibu-hamil-untuk-rilekskan-tubuh"&gt;okezone&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-1898144864173083988?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/1898144864173083988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/spa-ibu-hamil-untuk-rilekskan-tubuh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1898144864173083988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1898144864173083988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/spa-ibu-hamil-untuk-rilekskan-tubuh.html' title='SPA IBU HAMIL UNTUK RILEKSKAN TUBUH'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-46716506815266883</id><published>2009-02-24T20:13:00.001-08:00</published><updated>2009-02-24T20:13:41.700-08:00</updated><title type='text'>Hubspot | TweetFeed.com</title><content type='html'>&lt;a href=http://tweetfeed.com/test/hubspot&gt;Hubspot | TweetFeed.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted using &lt;a href="http://sharethis.com"&gt;ShareThis&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-46716506815266883?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/46716506815266883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/hubspot-tweetfeedcom.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/46716506815266883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/46716506815266883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/hubspot-tweetfeedcom.html' title='Hubspot | TweetFeed.com'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-3828789768279452008</id><published>2009-02-23T03:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T03:05:44.447-08:00</updated><title type='text'>Anda Asam Urat? Jauhi Makanan Pemicunya</title><content type='html'>Penyakit asam urat pada beberapa waktu lalu memang cenderung menyerang usia senja. Namun kini banyak kasus ditemui pria maupun wanita berusia 20 tahunan pun banyak yang menderita penyakit ini. Setelah diteliti, pola makan memegang peranan utama disusul oleh kebiasaan hidup tanpa olahraga. Sayang bukan, jika usia baru menjelang 40 tahun namun Anda sudah mengalami kekakuan sendi dan harus puas hanya duduk di kursi goyang sepanjang hari. &lt;br /&gt;Menyangkut pola makan, sebaiknya Anda mengenali makanan yang harus dihindari dan makanan yang harus dikurangi agar kadar asam urat dalam tubuh tidak kelewat batas. Antara lain yang harus dihindari sama sekali adalah berbagai macam minuman fermentasi dan mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, dan tuak. Juga jangan sentuh sama sekali yang namanya makanan laut udang, remis, tiram, kepiting, berbagai jenis makanan kaleng seperti sarden, kornet sapi, berbagai jeroan seperti hati, ginjal, jantung, otak, paru, limpa, usus, dan buah-buahan tertentu seperti durian, alpokat dan es kelapa. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan makanan yang harus Anda kurangi asupannya dalam arti dalam porsi sedikit masih bisa Anda makan, yaitu ikan, daging kambing, daging ayam, daging sapi, tempe, emping, kacang, oncom, beberapa jenis sayuran tertentu seperti brokoli, bayam, kangkung, kol dan tauge. &lt;br /&gt;Kadar asam urat yang normal dalam darah adalah 7 mg%, jika lebih dari itu maka Anda harus benar-benar diet berbagai jenis makanan yang telah disebutkan merangsang asam urat dalam darah. Bukan saja kekakuan sendi yang akan Anda derita namun juga kemungkinan penyakit lain seperti batu ginjal, kerusakan ginjal, dan tekanan darah tinggi. &lt;br /&gt;Ini bisa dimengerti karena asam urat adalah hasil metabolisme tubuh oleh salah satu unsur protein, zat puri dan ginjal adalah organ yang mengatur kestabilan kadarnya dalam tubuh dan akan membawa sisa asam urat ke pembuangan air seni. Namun jika kadar asam urat itu berlebihan, ginjal tidak akan sanggup mengaturnya sehingga kelebihan itu akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Otomatis, ginjal juga akan mengalami gangguan. &lt;br /&gt;Oleh karena itu sejak dini baiknya Anda memeriksakan diri jika mengalami gangguan linu dan kaku pada sendi yang kecil-kecil seperti jari tangan atau kaki. Dan mulailah hindari makanan perangsangnya, jangan tunda-tunda lagi! (Sumber : Satuwanita.com) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-3828789768279452008?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/3828789768279452008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/anda-asam-urat-jauhi-makanan-pemicunya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3828789768279452008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3828789768279452008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/anda-asam-urat-jauhi-makanan-pemicunya.html' title='Anda Asam Urat? Jauhi Makanan Pemicunya'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-7724089697569614280</id><published>2009-02-23T03:02:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T03:04:22.001-08:00</updated><title type='text'>Anak Demam? Rendam Dengan Air Hangat Saja..</title><content type='html'>Demam, salah satu gejala paling sering dijumpai pada penyakit sehari-hari khususnya pada anak-anak. Dikatakan demam bila suhu tubuh di ketiaknya lebih dari 37,8 derajat Celcius, atau suhu di lubang duburnya 38,4 derajat Celcius.&lt;br /&gt;Demam sebenarnya reaksi tubuh terhadap rangsangan pirogen, yakni senyawa dari luar tubuh seperti produk kuman, racun, atau kuman itu sendiri. Tubuh pun dapat membuat zat pirogen serupa yang dikenal sebagai sitokin. Umumnya, zat pirogen yang sering menimbulkan demam ialah senyawa dari luar tubuh. &lt;br /&gt;Terhadap kepentingan tubuh sebenarnya demam bukanlah hal yang buruk. Pada keadaan demam aktivitas zat kekebalan tubuh berada pada kemampuan yang diperlukan tubuh. Sel darah putih atau lekosit pada keadaan demam akan berkumpul di tempat infeksi yang  sedang terjadi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sebenarnya tidak perlu buru-buru menurunkan demamnya, terutama bila ia tidak memperlihatkan keluhan lain seperti nyeri atau rewel. Demam tinggi juga akan meningkatkan kebutuhan cairan, sehingga orang yang demam harus lebih banyak diberi minum daripada kebutuhan sehari-harinya.&lt;br /&gt;Menghadapi demam pada anak-anak, orangtua sering salah mengambil tindakan pertolongan. Baik dalam penggunaan obat maupun dalam mengompres. &lt;br /&gt;Ada berbagai obat penurun demam dengan berbagai rasa untuk anak. Jenis pereda demam paling dikenal adalah parasetamol (asetaminofen) dan ibuprofen. Pemberian pereda demam akan lebih baik bila ditujukan untuk meredakan keluhan sakitnya, dan bukan sekadar untuk demamnya. &lt;br /&gt;Bagi anak-anak biasanya dipakai patokan bobot badan untuk menakar berapa banyak obat yang diperlukan. Dosis pereda demam, seperti paracetamol misalnya, 10-15 mg setiap kilogram bobot badan setiap kali pemberian. Kalau bobot anak 10 kg, maka jumlah parasetamol yang diperlukan sekali telan 100 mg-150 mg. Parasetamol dapat diberikan selang empat jam, tetapi tidak melebihi lima kali dalam 24 jam.&lt;br /&gt;Di pasaran terdapat banyak sirup pereda demam bagi anak dengan berbagai dosis untuk setiap sendok takarnya. Tidak setiap sirup parasetamol bermerek atau generik mengandung zat aktif yang sama kadarnya. Sendok yang tersedia dalam kemasan adalah sendok dengan ukuran 5 ml (kadang-kadang juga tersedia ukuran 2,5 ml) yang sayangnya diterjemahkan menjadi sendok teh. Penerjemahan yang keliru ini membuat masyarakat kemudian mengira bahwa sendok teh di rumah, yang ukuran volumenya lebih kecil dari 5 ml, boleh menggantikan sendok takar itu. Jadi, sebaiknya tetap gunakan sendok takaran dalam memberikan obat sirup pada anak. &lt;br /&gt;Tidak selalu demam akan segera turun dengan pemberian obat pereda demam dalam satu-dua kali pemberian. Demam amat tinggi dapat mengganggu proses metabolisme di dalam tubuh, sehingga diperlukan cara lain yaitu kompres. Dengan mengompres diharapkan suhu dingin kompres akan dapat menurunkan suhu yang dibawa oleh aliran darah. Oleh sebab itu, lebih baik bila pengompresan itu dilakukan di bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah besar, yakni di lipat paha, ketiak atau leher bukan di dahi seperti dalam film. &lt;br /&gt;Kadangkala mengompres dengan cara ini masih juga belum cukup. Cara paling efektif ialah mengompres seluruh tubuhnya. Tentu tidak praktis membaluri tubuh dengan air di tempat tidur. Yang paling efektif, membawanya ke kamar mandi. Membasuh seseorang yang sedang demam tinggi sama sekali tidak berbahaya, asalkan tidak menggunakan air dingin. Membasuh dengan air hangat amat dianjurkan, dan hal ini tidak hanya dilakukan satu-dua kali, melainkan dapat berkali-kali. &lt;br /&gt;Biasanya, anak-anak akan amat senang bila dapat bermain air. Maka, tak usah ragu membawanya ke kamar mandi sepanjang ia menginginkannya dengan pengawasan tentunya. Menggunakan bathtub berisi air hangat untuk mencelup anak yang demam sesekali tentu amat berguna. Membasuh dapat dihentikan bila demam terasa berkurang. Menggunakan alkohol sebagi media kompres di rumah sudah tidak lagi dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dr. Waldi Nurhamzah, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Jakarta) / Hangtuah Digital Library&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-7724089697569614280?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/7724089697569614280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/anak-demam-rendam-dengan-air-hangat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/7724089697569614280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/7724089697569614280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/anak-demam-rendam-dengan-air-hangat.html' title='Anak Demam? Rendam Dengan Air Hangat Saja..'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-7221803698581089252</id><published>2009-02-23T01:35:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T01:51:58.297-08:00</updated><title type='text'>APA ITU HEMOFILIA?</title><content type='html'>Kali ini saya ingin berbagi info tentang hemofilia, meskipun angka kejadiannya lebih banyak terjadi di eropa, tetapi kasusnya sudah cukup sering terjadi di Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang.&lt;br /&gt;Hemofilia adalah suatu penyakit yang diturunkan, yang artinya diturunkan dari ibu kepada anaknya pada saat anak tersebut dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah pada seorang penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemofilia A dan B&lt;br /&gt;Hemofilia terbagi atas dua jenis, yaitu :&lt;br /&gt;- Hemofilia A; yang dikenal juga dengan nama :&lt;br /&gt; - Hemofilia Klasik; karena jenis hemofilia ini adalah yang paling banyak kekurangan faktor pembekuan pada darah.&lt;br /&gt;- Hemofilia kekurangan Factor VIII; terjadi karena kekurangan faktor 8 (Factor VIII) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;- Hemofilia B; yang dikenal juga dengan nama :&lt;br /&gt; - Christmas Disease; karena di temukan untuk pertama kalinya pada seorang bernama Steven Christmas asal Kanada&lt;br /&gt;- Hemofilia kekurangan Factor IX; terjadi karena kekurangan faktor 9 (Factor IX) protein pada darah yang menyebabkan masalah pada proses pembekuan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ganguan pembekuan darah itu dapat terjadi?&lt;br /&gt;Gangguan itu dapat terjadi karena jumlah pembeku darah jenis tertentu kurang dari jumlah normal, bahkan hampir tidak ada. Perbedaan proses pembekuan darah yang terjadi antara orang normal (Gambar 1) dengan penderita hemofilia (Gambar 2).&lt;br /&gt;Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan pembuluh darah yang terluka di dalam darah tersebut terdapat faktor-faktor pembeku yaitu zat yang berperan dalam menghentukan perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa banyak penderita hemofilia ditemukan ?&lt;br /&gt;Hemofilia A atau B adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. Hemofilia A terjadi sekurang - kurangnya 1 di antara 10.000 orang. Hemofilia B lebih jarang ditemukan, yaitu 1 di antara 50.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang dapat mengalami hemofilia ?&lt;br /&gt;Hemofilia tidak mengenal ras, perbedaan warna kulit atau suku bangsa.&lt;br /&gt;Hemofilia paling banyak di derita hanya pada pria. Wanita akan benar-benar mengalami hemofilia jika ayahnya adalah seorang hemofilia dan ibunya adalah pemabawa sifat (carrier). Dan ini sangat jarang terjadi. (Lihat penurunan Hemofilia)&lt;br /&gt;Sebagai penyakit yang di turunkan, orang akan terkena hemofilia sejak ia dilahirkan, akan tetapi pada kenyataannya hemofilia selalu terditeksi di tahun pertama kelahirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan Hemofilia&lt;br /&gt;Hemofilia A dan B dapat di golongkan dalam 3 tingkatan, yaitu :&lt;br /&gt;Klasifikasi  Kadar Faktor VII dan Faktor IX di dalam darah&lt;br /&gt;Berat  Kurang dari 1% dari jumlah normalnya&lt;br /&gt;Sedang  1% - 5% dari jumlah normalnya&lt;br /&gt;Ringan  5% - 30% dari jumlah normalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita hemofilia parah/berat yang hanya memiliki kadar faktor VIII atau faktor IX kurang dari 1% dari jumlah normal di dalam darahnya, dapat mengalami beberapa kali perdarahan dalam sebulan. Kadang - kadang perdarahan terjadi begitu saja tanpa sebab yang jelas.&lt;br /&gt;Penderita hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan dibandingkan hemofilia berat. Perdarahan kadang terjadi akibat aktivitas tubuh yang terlalu berat, seperti olah raga yang berlebihan.&lt;br /&gt;Penderita hemofilia ringan lebih jarang mengalami perdarahan. Mereka mengalami masalah perdarahan hanya dalam situasi tertentu, seperti operasi, cabut gigi atau mangalami luka yang serius. Wanita hemofilia ringan mungkin akan pengalami perdarahan lebih pada saat mengalami menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-7221803698581089252?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/7221803698581089252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/apa-itu-hemofilia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/7221803698581089252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/7221803698581089252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/apa-itu-hemofilia.html' title='APA ITU HEMOFILIA?'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-6336640477067385998</id><published>2009-02-22T01:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T01:54:25.675-08:00</updated><title type='text'>SEHAT DENGAN BEROLAHRAGA</title><content type='html'>Bagi Anda yang menderita penyakit berat, usa-hakanlah untuk dapat berolahraga, sebab olah-raga selain dapat menjaga kebugaran tubuh Anda juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terha-dap serangan penyakit lainnya. &lt;br /&gt;Berkonsultasilah dengan dokter Anda dan ikuti petunjuk di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Pilihlah olahraga yang sesuai &lt;br /&gt;Lakukan olahraga yang sesuai dengan keadaan kesehatan Anda. Jangan terlalu memaksa untuk melakukan olahraga yang terlalu berat. Pilihlah olahraga seperti joging, senam pernafasan, atau sekadar jalan kaki. Bila masih memungkinkan, cobalah tenis atau badminton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berolahragalah setiap hari &lt;br /&gt;Berolahragalah pada waktu yang sama setiap harinya. Anda harus mempersiapkan diri untuk melaksanakan program olahraga; lama-nya dan gerakan-gerakan olahraga harus sama. Jangan berolahraga sebelum waktu tidur karena dapat menyebabkan terjadinya hipogli-kemia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Makanlah 1 - 2 jam sebelum berolahraga &lt;br /&gt;Makanlah terlebih dulu sebelum Anda berolahraga. Sehingga kalori Anda masih tetap tinggi pada saat Anda berolahraga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bawalah kartu identitas &lt;br /&gt;Kartu identitas ini akan sangat berguna bila Anda jatuh pingsan atau dalam keadaan darurat lainnya. Tuliskan juga Anda menderita pe-nyakit berat dan alamat atau nomor telepon dokter Anda jika me-mungkinkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bawalah makanan kecil &lt;br /&gt;Ingatlah untuk membawa makanan kecil dalam bentuk permen atau lainnya. Makanlah jika Anda merasa seperti akan pingsan, mungkin Anda kekurangan zat penambah tenaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berkonsultasilah dengan dokter Anda &lt;br /&gt;Selalu berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai keadaan kesehatan Anda. Tanyakanlah olahraga jenis apa yang dapat Anda laku-kan, berapa lama dan kapan Anda tidak boleh berolahraga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-6336640477067385998?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/6336640477067385998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/sehat-dengan-berolahraga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/6336640477067385998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/6336640477067385998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/sehat-dengan-berolahraga.html' title='SEHAT DENGAN BEROLAHRAGA'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-5791193006636714195</id><published>2009-02-21T01:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T02:23:21.016-08:00</updated><title type='text'>NYERI..</title><content type='html'>A. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Nyeri merupakan alasan yang paling umum seseorang mencari bantuan perawatan kesehatan. Nyeri terjadi bersama proses penyakit, pemeriksaan diagnostik dan proses pengobatan. Nyeri sangat mengganggu dan menyulitkan banyak orang. Perawat tidak bisa melihat dan merasakan nyeri yang dialami oleh klien, karena nyeri bersifat subyektif (antara satu individu dengan individu lainnya berbeda dalam menyikapi nyeri). Perawat memberi asuhan keperawatan kepada klien di berbagai situasi dan keadaan, yang memberikan intervensi untuk meningkatkan kenyamanan. Menurut beberapa teori keperawatan, kenyamanan adalah kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Pernyataan tersebut didukung oleh Kolcaba yang mengatakan bahwa kenyamanan adalah suatu keadaan telah terpenuhinya kebutuhan dasar manusia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;B. DEFINISI&lt;br /&gt;Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan&lt;br /&gt;Teori Specificity “suggest” menyatakan bahwa nyeri adalah sensori spesifik yang muncul karena adanya injury dan informasi ini didapat melalui sistem saraf perifer dan sentral melalui reseptor nyeri di saraf nyeri perifer dan spesifik di spinal cord&lt;br /&gt;Secara umum keperawatan mendefinisikan nyeri sebagai apapun yg menyakitkan tubuh yg dikatakan individu yg mengalaminya, yg ada kapanpun individu mengatakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. ISTILAH DALAM NYERI&lt;br /&gt; Nosiseptor  : serabut syaraf yang mentransmisikan nyeri&lt;br /&gt; Non-nosiseptor : serabut syaraf yang biasanya tidak mentransmisikan nyeri&lt;br /&gt; System nosiseptif : system yang teribat dalam transmisi dan persepsi terhadap nyeri&lt;br /&gt; Ambang nyeri : stimulus yg paling kecil yg akan menimbulkan nyeri&lt;br /&gt; Toleransi nyeri : intensitas maksimum/durasi nyeri yg individu ingin untuk dpt ditahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. SIFAT-SIFAT NYERI&lt;br /&gt; Nyeri melelahkan dan membutuhkan banyak energi&lt;br /&gt; Nyeri bersifat subyektif dan individual&lt;br /&gt; Nyeri tak dapat dinilai secara objektif seperti sinar X atau lab darah&lt;br /&gt; Perawat hanya dapat mengkaji nyeri pasien dengan melihat perubahan fisiologis tingkah laku dan dari pernyataan klien&lt;br /&gt; Hanya klien yang mengetahui kapan nyeri timbul dan seperti apa rasanya&lt;br /&gt; Nyeri merupakan mekanisme pertahanan fisiologis&lt;br /&gt; Nyeri merupakan tanda peringatan adanya kerusakan jaringan&lt;br /&gt; Nyeri mengawali ketidakmampuan&lt;br /&gt; Persepsi yang salah tentang nyeri menyebabkan manajemen nyeri jadi tidak optimal&lt;br /&gt;Secara ringkas, Mahon  mengemukakan atribut nyeri sebagai berikut:&lt;br /&gt; Nyeri bersifat individu&lt;br /&gt; Nyeri tidak menyenangkan&lt;br /&gt; Merupakan suatu kekuatan yg mendominasi&lt;br /&gt; Bersifat tidak berkesudahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. FISIOLOGI NYERI&lt;br /&gt;Banyak teori berusaha untuk menjelaskan dasar neurologis dari nyeri, meskipun tidak ada satu teori yang menjelaskan secara sempurna bagaimana nyeri ditransmisikan atau diserap. Untuk memudahkan memahami fisiologi nyeri, maka perlu mempelajari 3 (tiga) komponen fisiologis berikut ini:&lt;br /&gt; Resepsi : proses perjalanan nyeri&lt;br /&gt; Persepsi : kesadaran seseorang terhadap nyeri&lt;br /&gt; Reaksi     :  respon fisiologis &amp;amp; perilaku setelah mempersepsikan nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RESEPSI&lt;br /&gt;Adanya stimulus yang mengenai tubuh (mekanik, termal, kimia) akan menyebabkan pelepasan substansi kimia seperti histamin, bradikinin, kalium. Substansi tersebut menyebabkan nosiseptor bereaksi, apabila nosiseptor mencapai ambang nyeri, maka akan timbul impuls syaraf yang akan dibawa oleh serabut saraf perifer. Serabut syaraf  perifer yang akan membawa impuls syaraf ada dua jenis, yaitu serabut A-delta dan serabut C. impuls syaraf akan di bawa sepanjang serabut syaraf sampai ke kornu dorsalis medulla spinalis. Impuls syaraf tersebut akan menyebabkan kornu dorsalis melepaskan neurotrasmiter (substansi P). Substansi P  ini menyebabkan transmisi  sinapis dari saraf perifer ke saraf traktus spinotalamus. Hal ini memungkinkan impuls syaraf ditransmisikan lebih jauh ke dalam system saraf pusat. Setelah impuls syaraf sampai di otak, otak mengolah impuls syaraf kemudian akan timbul respon reflek protektif.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Apabila tangan terkena setrika, maka akan merasakan sensasi terbakar, tangan juga melakukan reflek dengan menarik tangan dari permukaan setrika.&lt;br /&gt;Proses ini akan berjalan jika system saraf perifer dan medulla spinalis utuh atau berfungsi normal. Ada beberapa factor yang menggangu proses resepsi nyeri, diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt; Trauma&lt;br /&gt; Obat-obatan&lt;br /&gt; Pertumbuhan tumor&lt;br /&gt; Gangguan metabolic (penyakit diabetes mellitus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe serabut saraf perifer&lt;br /&gt;     Serabut saraf A-delta :&lt;br /&gt; Merupakan serabut bermyelin&lt;br /&gt; Mengirimkan pesan secara cepat&lt;br /&gt; Menghantarkan sensasi yang tajam, jelas sumber dan lokasi nyerinya&lt;br /&gt; Reseptor berupa ujung-ujung saraf bebas di kulit dan struktur dalam seperti , otot tendon dll&lt;br /&gt; Biasanya sering ada pada injury akut&lt;br /&gt; Diameternya besar&lt;br /&gt;Serabut saraf C&lt;br /&gt; Tidak bermyelin&lt;br /&gt; Diameternya sangat kecil&lt;br /&gt; Lambat dalam menghantarkan impuls&lt;br /&gt; Lokasinya jarang, biasanya dipermukaan dan impulsnya bersifat persisten&lt;br /&gt; Menghantarkan sensasi berupa sentuhan, getaran, suhu hangat, dan tekanan halus&lt;br /&gt; Reseptor terletak distruktur permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEUROREGULATOR&lt;br /&gt; Substansi yang memberikan efek pada transmisi stimulus saraf, berperan penting pada pengalaman nyeri&lt;br /&gt; Substansi ini titemukan pada nocicepåtor yaitu pada akhir saraf dalam kornu dorsalis medula spinalis dan pada tempat reseptor dalam saluran spinotalamik&lt;br /&gt; Neuroregulator ada dua macam yaitu neurotransmitter dan neuromodulator&lt;br /&gt; Neurotransmitter mengirimkan impuls elektrik melewati celah synaptik antara dua serabut saraf&lt;br /&gt;   contoh: substansi P, serotonin, prostaglandin&lt;br /&gt; Neuromodulator memodifikasi aktivitas saraf dan mengatur transmisi stimulus saraf tanpa mentrasfer secara langsung sinyal saraf yang melalui synaps.&lt;br /&gt;  Contoh: endorphin, bradikinin&lt;br /&gt; Neuromodulator diyakini aktifitasnya secara tidak langsung bisa meningkatkan atau menurunkan efek sebagian neurotransmitter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori gate control&lt;br /&gt; Dikemukanan oleh Melzack dan wall pada tahun 1965&lt;br /&gt; Teori ini mengusulkan bahwa impuls nyeri dapat diatur atau bahkan dihambat oleh mekanisme pertahanan di sepanjang sistem saraf pusat.&lt;br /&gt; Dalam teori ini dijelaskan bahwa Substansi gelatinosa (SG) yg ada pada bagian ujung dorsal serabut saraf spinal cord mempunyai peran sebagai pintu gerbang (gating Mechanism), mekanisme gate control ini dapat memodifikasi dan merubah sensasi nyeri yang datang sebelum mereka sampai di korteks serebri dan menimbulkan nyeri.&lt;br /&gt; Impuls nyeri bisa lewat jika pintu gerbang terbuka dan impuls akan di blok ketika pintu gerbang tertutup&lt;br /&gt; Menutupnya pintu gerbang merupakan dasar terapi mengatasi nyeri&lt;br /&gt; Berdasarkan teori ini perawat bisa menggunakannya untuk memanage nyeri pasien&lt;br /&gt; Neuromodulator bisa menutup pintu gerbang dengan cara menghambat pembentukan substansi P.&lt;br /&gt; Menurut teori ini, tindakan massase diyakini  bisa menutup gerbang nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSEPSI&lt;br /&gt; Fase ini merupakan titik kesadaran seseorang terhadap nyeri, pada saat individu menjadi sadar akan nyeri, maka akan terjadi reaksi yang komplek.&lt;br /&gt; Persepsi menyadarkan individu dan mengartikan nyeri itu sehingga kemudian individu dapat bereaksi&lt;br /&gt;Stimulus nyeri ditransmisikan ke medula spinalis, naik ke talamus, selanjutnya serabut mentrasmisikan nyeri ke seluruh bagian otak, termasuk area limbik. Area ini mengandung sel-sel yang  yang bisa mengontrol emosi (khususnya ansietas). Area limbik yang akan berperan dalam memproses reaksi emosi terhadap nyeri. Setelah transmisi syaraf berakhir di pusat otak, maka individu akan mempersepsikan nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REAKSI&lt;br /&gt; Reaksi terhadap nyeri merupakan respon fisioligis dan perilaku yang terjadi setelah mempersepsikan nyeri.&lt;br /&gt; Nyeri dengan intensitas ringan hingga sedang dan nyeri yang superfisial menimbulkan reaksi ”flight atau fight”, yang merupakan sindrom adaptasi umum&lt;br /&gt; Stimulasi pada cabang simpatis pada saraf otonom menghasilkan respon fisiologis,  apabila nyeri berlangsung terus menerus, maka sistem parasimpatis akan bereaksi&lt;br /&gt;Impuls nyeri ditransmisikan ke medula spinalis menutju ke batang otak dan talamus. Sistem saraf otonom menjadi terstimulasi, saraf simpatis dan parasimpatis bereaksi, maka akan timbul respon fisiologis dan akan muncul perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. RESPON FISIOLOGIS TERHADAP NYERI&lt;br /&gt;A. Stimulasi Simpatik:(nyeri ringan, moderat, dan superficial)&lt;br /&gt; Dilatasi saluran bronkhial dan peningkatan respirasi rate&lt;br /&gt; Peningkatan heart rate&lt;br /&gt; Vasokonstriksi perifer, peningkatan BP&lt;br /&gt; Peningkatan nilai gula darah&lt;br /&gt; Diaphoresis&lt;br /&gt; Peningkatan kekuatan otot&lt;br /&gt; Dilatasi pupil&lt;br /&gt; Penurunan motilitas GI&lt;br /&gt;B. Stimulus Parasimpatik (nyeri berat dan dalam)&lt;br /&gt; Muka pucat&lt;br /&gt; Otot mengeras&lt;br /&gt; Penurunan HR dan BP&lt;br /&gt; Nafas cepat dan irreguler&lt;br /&gt; Nausea dan vomitus&lt;br /&gt; Kelelahan dan keletihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RESPON TINGKAH LAKU TERHADAP NYERI&lt;br /&gt;Respon perilaku terhadap nyeri dapat mencakup:&lt;br /&gt; Pernyataan verbal (Mengaduh, Menangis, Sesak Nafas, Mendengkur)&lt;br /&gt; Ekspresi wajah (Meringis, Menggeletukkan gigi, Menggigit bibir)&lt;br /&gt; Gerakan tubuh (Gelisah, Imobilisasi, Ketegangan otot, peningkatan gerakan jari &amp;amp; tangan&lt;br /&gt; Kontak dengan orang lain/interaksi sosial (Menghindari percakapan, Menghindari kontak sosial, Penurunan rentang perhatian, Fokus pd aktivitas menghilangkan nyeri)&lt;br /&gt;Individu yang mengalami nyeri dengan awitan mendadak dapat bereaksi sangat berbeda terhadap nyeri yang berlangsung selama beberapa menit atau menjadi kronis. Nyeri dapat menyebabkan keletihan dan membuat individu terlalu letih untuk merintih atau menangis. Pasien dapat tidur, bahkan dengan nyeri hebat. Pasien dapat tampak rileks dan terlibat dalam aktivitas karena menjadi mahir dalam mengalihkan perhatian terhadap nyeri.&lt;br /&gt;Meinhart &amp;amp; McCaffery mendiskripsikan 3 fase pengalaman nyeri:&lt;br /&gt; Fase antisipasi-----terjadi sebelum nyeri diterima.&lt;br /&gt;Fase ini mungkin bukan merupakan fase yg paling penting, karena  fase ini bisa mempengaruhi dua fase lain. Pada fase ini memungkinnkan seseorang belajar tentang nyeri dan upaya untuk menghilangkan nyeri tersebut. Peran perawat dalam fase ini sangat penting, terutama dalam memberikan informasi pada klien.&lt;br /&gt;Contoh: sebelum dilakukan tindakan bedah, perawat menjelaskan tentang nyeri yang nantinya akan dialami oleh klien pasca pembedahan, dengan begitu klien akan menjadi lebih siap dengan nyeri yang nanti akan dihadapi.&lt;br /&gt;  Fase sensasi-----terjadi saat nyeri terasa.&lt;br /&gt;Fase ini terjadi ketika klien merasakan nyeri. karena nyeri itu bersifat subyektif, maka tiap orang dalam menyikapi nyeri juga berbeda-beda. Toleraransi terhadap nyeri juga akan berbeda antara satu orang dengan orang lain. orang yang mempunyai tingkat toleransi tinggi terhadap nyeri tidak akan mengeluh nyeri dengan stimulus kecil, sebaliknya orang yang toleransi terhadap nyerinya rendah akan mudah merasa nyeri dengan stimulus nyeri kecil. Klien dengan tingkat toleransi tinggi terhadap nyeri mampu menahan nyeri tanpa bantuan, sebaliknya orang yang toleransi terhadap nyerinya rendah sudah mencari upay pencegah nyeri, sebelum nyeri datang.&lt;br /&gt;Keberadaan enkefalin dan endorfin membantu menjelaskan bagaimana orang yang berbeda merasakan tingkat nyeri dari stimulus yang sama. Kadar endorfin berbeda tiap individu, individu dengan endorfin tinggi sedikit merasakan nyeri dan individu dengan sedikit endorfin merasakan nyeri lebih besar.&lt;br /&gt;Klien bisa mengungkapkan nyerinya dengan berbagai jalan, mulai dari ekspresi wajah, vokalisasi dan  gerakan tubuh. Ekspresi yang ditunjukan klien itulah yang digunakan perawat untuk mengenali pola perilaku yang menunjukkan nyeri. Perawat harus melakukan pengkajian secara teliti apabila klien sedikit mengekspresikan nyerinya, karena belum tentu orang yang tidak mengekspresikan nyeri itu tidak mengalami nyeri. Kasus-kasus seperti itu tentunya membutuhkan bantuan perawat untuk membantu klien mengkomunikasikan nyeri secara efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Fase akibat (aftermath)------terjadi ketika nyeri berkurang atau berhenti&lt;br /&gt;Fase ini terjadi saat nyeri sudah berkurang atau hilang. Pada fase ini klien masih membutuhkan kontrol dari perawat, karena nyeri bersifat krisis, sehingga dimungkinkan klien mengalami gejala sisa pasca nyeri. Apabila klien mengalami episode nyeri berulang, maka respon akibat ((aftermath) dapat menjadi masalah kesehatan yang berat. Perawat berperan dalam membantu memperoleh kontrol diri untuk meminimalkan rasa takut akan kemungkinan nyeri berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. KLASIFIKASI  NYERI&lt;br /&gt;A. Berdasarkan sumbernya&lt;br /&gt; Cutaneus/ superfisial, yaitu nyeri yang mengenai kulit/ jaringan subkutan. Biasanya bersifat burning (seperti terbakar)&lt;br /&gt; ex: terkena ujung pisau atau gunting&lt;br /&gt; Deep somatic/ nyeri dalam, yaitu nyeri yang muncul dari ligament, pemb. Darah, tendon dan syaraf, nyeri menyebar &amp;amp; lbh lama daripada cutaneus&lt;br /&gt; ex: sprain sendi&lt;br /&gt; Visceral (pada organ dalam), stimulasi reseptor nyeri dlm rongga abdomen, cranium dan thorak. Biasanya terjadi karena spasme otot, iskemia, regangan jaringan&lt;br /&gt;B. Berdasarkan penyebab:&lt;br /&gt; Fisik&lt;br /&gt; Bisa terjadi karena stimulus fisik (Ex: fraktur femur)&lt;br /&gt;Psycogenic&lt;br /&gt; Terjadi karena sebab yang kurang jelas/susah diidentifikasi, bersumber dari emosi/psikis dan biasanya tidak disadari. (Ex: orang yang marah-marah, tiba-tiba merasa nyeri pada dadanya)&lt;br /&gt;Biasanya nyeri terjadi karena perpaduan 2 sebab tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Berdasarkan lama/durasinya&lt;br /&gt; Nyeri akut&lt;br /&gt;Nyeri yang terjadi segera setelah tubuh terkena cidera,  atau intervensi bedah dan memiliki awitan yan cepat, dengan intensitas bervariasi dari berat sampai ringan . Fungsi nyeri ini adalah sebagai pemberi peringatan akan adanya cidera atau penyakit yang akan datang.  Nyeri ini terkadang bisa hilang sendiri tanpa adanya intervensi medis, setelah keadaan pulih pada area yang rusak.  Apabila nyeri akut ini muncul, biasanya tenaga kesehatan sangat agresif untuk segera menghilangkan nyeri. Nyeri akut secara serius mengancam proses penyembuhan klien, untuk itu harus menjadi prioritas perawatan. Rehabilitasi bisa tertunda dan hospitalisasi bisa memanjang dengan adanya nyeri akut yang tidak terkontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nyeri kronik&lt;br /&gt;Nyeri kronik adalah nyeri konstan atau intermiten yang menetap sepanjang suatu periode tertentu, berlangsung lama, intensitas bervariasi, dan biasanya berlangsung lebih dari enam bulan. Nyeri ini disebabkan oleh kanker yang tidak terkontrol, karena pengobatan kanker tersebut atau karena gangguan progresif lain. Nyeri ini bisa berlangsung terus sampai kematian. Pada nyeri kronik, tenaga kesehatan tidak seagresif pada nyeri akut. Klien yang mengalami nyeri kronik akan mengalami periode remisi (gejala hilang sebagian atau keseluruhan) dan eksaserbasi (keparahan meningkat).  Nyeri ini biasanya tidak memberikan respon terhadap pengobatan yang  diarahkan pada penyebabnya. Nyeri ini merupakan penyebab utama ketidakmampunan fisik dan psikologis. Sifat nyeri kronik yang tidak dapat diprediksi membuat klien menjadi frustasi dan seringkali mengarah pada depresi psikologis. Individu yang mengalami nyeri kronik akan timbul perasaan yan gtidak aman, karena ia tidak pernah tahu apa yang akan dirasakannya dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Berdasarkan lokasi/letak&lt;br /&gt; Radiating pain&lt;br /&gt;Nyeri menyebar dr sumber nyeri ke jaringan di dekatnya (ex: cardiac pain)&lt;br /&gt; Referred pain&lt;br /&gt;Nyeri dirasakan pada bagian tubuh tertentu yg diperkirakan berasal dari  jaringan penyebab&lt;br /&gt; Intractable pain&lt;br /&gt;Nyeri yg sangat susah dihilangkan (ex: nyeri kanker maligna)&lt;br /&gt; Phantom pain&lt;br /&gt;Sensasi nyeri dirasakan pada bagian.Tubuh yg hilang (ex: bagian tubuh yang diamputasi)  atau bagian tubuh yang lumpuh karena injuri medulla spinalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPON NYERI&lt;br /&gt; Usia &lt;br /&gt;Anak belum bisa mengungkapkan nyeri, sehingga perawat harus mengkaji respon nyeri pada anak. Pada orang dewasa kadang melaporkan nyeri jika sudah patologis dan mengalami kerusakan fungsi. Pada lansia cenderung memendam nyeri yang dialami, karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang harus dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal  jika nyeri diperiksakan.&lt;br /&gt; Jenis kelamin&lt;br /&gt;Gill (1990) mengungkapkan laki-laki dan wnita tidak berbeda secara signifikan dalam merespon nyeri, justru lebih dipengaruhi faktor budaya (ex: tidak pantas kalo laki-laki mengeluh nyeri, wanita boleh mengeluh nyeri)&lt;br /&gt; Kultur&lt;br /&gt;Orang belajar dari budayanya, bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap nyeri. (ex: suatu daerah menganut kepercayaan bahwa nyeri adalah akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan, jadi mereka tidak mengeluh jika ada nyeri)&lt;br /&gt; Makna nyeri&lt;br /&gt;Berhubungan dengan  bagaimana pengalaman seseorang terhadap nyeri dan dan bagaimana mengatasinya.&lt;br /&gt; Perhatian&lt;br /&gt;Tingkat seorang klien memfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri. Menurut Gill (1990), perhatian yang meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat, sedangkan upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun. Tehnik relaksasi, guided imagery merupakan tehnik untuk mengatasi nyeri.&lt;br /&gt; Ansietas&lt;br /&gt;Cemas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa menyebabkan seseorang cemas.&lt;br /&gt; Pengalaman masa lalu&lt;br /&gt;Seseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau, dan saat ini nyeri yang sama timbul, maka ia akan lebih mudah mengatasi nyerinya. Mudah tidaknya seseorang mengatasi nyeri tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pola koping&lt;br /&gt;Pola koping adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladaptive akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri.&lt;br /&gt; Support keluarga dan social&lt;br /&gt;Individu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan, bantuan dan perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PROSES KEPERAWATAN&lt;br /&gt; Pengkajian &lt;br /&gt;Pengkajian nyeri yang factual dan akurat dibutuhkan untuk:&lt;br /&gt; Menetapkan data dasar &lt;br /&gt; Menegakkan diagnosa keperawatan yang tepat&lt;br /&gt; Menyeleksi terapi yang cocok&lt;br /&gt; Mengevaluasi respon klien terhadap terapi yang diberikan&lt;br /&gt;Perawat harus menggali pengalaman nyeri dari sudut pandang klien. Keuntungan pengkajian nyeri bagi klien adalah bahwa nyeri diidentifikasi, dikenali sebagai sesuatu yang nyata, dapat diukur, dapat djelaskan, serta digunakan untuk mengevaluasi perawatan.&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu dikaji adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Ekspresi klien terhadap nyeri&lt;br /&gt; Banyak klien tidak melaporkan/mendiskusikan kondisi  ketidaknyamanan. Untuk itulah perawat harus mempelajari cara verbal dan nonverbal klien dalam mengkomunikasikan rasa ketidaknyamanan. Klien yang tidak mampu berkomunikasi efektif seringkali membutuhkan perhatian khusus ketika pengkajian.&lt;br /&gt;2.Klasifikasi pengalaman nyeri&lt;br /&gt;  Perawat mengkaji apakah nyeri  yang dirasakan klien akut atau kronik. Apabila akut, maka dibutuhkan pengkajian yang rinci tentang karakteristik nyeri dan apabila nyeri bersifat kronik, maka perawat menentukan apakah nyeri berlangsung intermiten, persisten atau terbatas.&lt;br /&gt;3.Karakteristik nyeri&lt;br /&gt;Onset dan durasi    &lt;br /&gt;   Perawat mengkaji sudah berapa lama nyeri dirasakan, seberapa sering nyeri kambuh, dan apakah munculnya nyeri itu pada waktu yang sama.&lt;br /&gt;Lokasi&lt;br /&gt;    Perawat meminta klien untuk menunjukkan dimana nyeri terasa, menetap atau terasa pada menyebar&lt;br /&gt;Keparahan&lt;br /&gt;   Perawat meminta klien menggambarkan seberapa parah nyeri yang dirasakan. Untuk memperoleh data ini perawt bias menggunakan alat Bantu, skala ukur. Klien ditunjukkan skala ukur, kemudian disuruh memilih yang sesuai dengan kondisinya saat ini yang mana.  Skala ukur bis berupa skala numeric, deskriptif, analog visual. Untuk anak-anak skala yan digunakan adalah skala oucher yang dikembangkan oleh Beyer dan skala wajah yang diembangkan oleh Wong &amp; Baker. Pada skala oucher  terdiri dari skala dengan nilai 0-100 pada sisi sebelah kiri untuk anak-anak yang lebih besar dan skala fotografik enam gambar pada sisi kanan untuk anak yang lebih kecil. Foto wajah seorang anak dengan peningkatan rasa ketidaknyamanan dirancang sebagai petunjuk untuk memberi anak-anak pengertian sehingga dapat memahami makna dan keparahan nyeri. Anak bisa  diminta untuk mendiskripsikan nyeri yang dirasakan dengan memilih gambar  yang ada. Skala wajah terdiri dari enam wajah dengan profil kartun yang menggambarkan wajah dari wajah yang sedang tersenyum (tidak merasa nyeri), kemudian secara bertahap meningkat sampai wajah yang sangat ketakutan (nyeri yang sangat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas &lt;br /&gt;   Minta  klien menggambarkan nyeri yang dirasakan, biarkan klien mendiskripsikan apa yang dirasakan sesuai dengan kata-katanya sendiri. Perawat boleh memberikan deskripsi pada klien, bila klien tidak mampu menggambarkan nyeri yang dirasakan.              &lt;br /&gt;Pola nyeri&lt;br /&gt;  Perawat meminta klien untuk mendiskripsikan ativitas yang menyebabkan nyeri dan meminta lien untuk mendemontrasikan aktivitas yang bisa menimbulkan nyeri.&lt;br /&gt;Cara mengatasi&lt;br /&gt;   Tanyakan pada klien tindakan yang dilakukan apabila nyerinya muncul dan kaji juga apakah tindakan yang dilakukan klien itu bisa efektif untuk mengurangi nyeri.&lt;br /&gt;Tanda lain yang menyertai&lt;br /&gt;Kaji adanya penyerta nyeri, seperti mual, muntah, konstipasi, gelisah, keinginan untuk miksi dll. Gejala penyerta memerlukan prioritas penanganan yang sama dengan nyeri itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Efek nyeri pada klien&lt;br /&gt; Nyeri merupakan kejadian yang menekan atau stress dan dapat mengubah gaya hidup dan kesejahteraan psikologis individu. Perawat harus mengkaji hal-hal berikut ini untuk mengetahui efek  nyeri pada klien:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tanda dan gejala fisik&lt;br /&gt; Perawat mengkaji tanda-tanda fisiologis, karena adanya nyeri yang dirasakan klien bisa berpengaruh pada fungsi normal tubuh.&lt;br /&gt;b. Efek tingkah laku&lt;br /&gt; Perawat mengkaji respon verbal, gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan interaksi sosial. Laporan verbal tentang nyeri merupakan bagian vital dari pengkajian, perawat harus bersedia mendengarkan dan berusaha memahami klien. Tidak semua klien mampu mengungkapkan nyeri yang dirasakan,  untuk hal yang seperti itu perawat harus mewaspadai perilaku klien yang mengindikasikan nyeri.&lt;br /&gt;c. Efek pada ADL&lt;br /&gt; Klien yang mengalami nyeri kurang mampu berpartisipasi secara rutin dalam aktivitas sehari-hari. Pengkajian ini menunjukkan sejauh mana kemampuan dan proses penyesuaian klien berpartisipasi dalam perawatan diri. Penting juga untuk mengkaji efek nyeri pada aktivitas sosial klien.&lt;br /&gt;5. Status neurologis&lt;br /&gt;Fungsi neurologis lebih mudah mempengaruhi pengalaman nyeri. Setiap faktor yang mengganggu atau mempengaruhi resepsi dan persepsi nyeri yang normal akan mempengaruhi respon dan kesadaran klien tentang nyeri.  Penting bagi perawat untuk mengkaji status neurologis klien, karena klien yang mengalami gangguan neurologis tidak sensitif terhadap nyeri. Tindakan preventif perlu dilakukan pada klien dengan kelainan neurologis yang mudah mengalami cidera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Diagnosa&lt;br /&gt; Nyeri akut b.d injuri fisik, pengurangan suplai darah, proses melahirkan&lt;br /&gt; Nyeri kronik b.d proses keganasan&lt;br /&gt; Cemas b.d nyeri yang dirasakan&lt;br /&gt; Koping individu tidak efektif b.d nyeri kronik&lt;br /&gt; Kerusakan mobilitas fisik b.d nyeri muskuloskeletal&lt;br /&gt; Resiko injuri b.d kekurangan persepsi terhadap nyeri&lt;br /&gt; Perubahan pola tidur b.d low back pain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Perencanaan &lt;br /&gt;Perawat mengembangkan perencanaan keperawatan dario diagnosa yang telah dibuat. Perawat dan klien secara bersama-sama mendiskusikan harapan yang realistis dari tindakan mengatasi nyeri, derajat pemulihan nyeri yang diharapkan, dan efek-efek yang harus diantisipasi pada gaya hidup dan fungsi klien. Hasil akhir yang diharapkan dan tujuan keperawatan diseleksi berdasarkan diagnosa keperawatan dan kondisi klien. Secara umum tujuan asuhan keperawatan klien dengan nyeri adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt; Klien merasakan sehat dan nyaman&lt;br /&gt; Klien mempertahankan kemampuan untuk melakukan perawatan diri&lt;br /&gt; Klien mempertahankan fungsi fisik dan psikologis yang dimiliki saat ini&lt;br /&gt; Klien menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan nyeri&lt;br /&gt; Klien menggunakan terapi yang diberikan dengan aman di rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen nyeri terdiri dari:&lt;br /&gt;a.Farmakologis (kolaborasi)-------penggunaan analgetik&lt;br /&gt; Mengganggu penerimaan/stimuli nyeri dan interpretasinya dengan menekan fungsi talamus &amp; kortek serebri.&lt;br /&gt;b. Non farmakologi (mandiri)&lt;br /&gt; Sentuhan terapeutik&lt;br /&gt;Teori ini mengatakan bahwa individu yang sehat mempunyai keseimbangan energi antara tubuh dengan lingku;ngan luar. Orang sakit berarti ada ketidakseimbangan energi, dengan memberikan sentuhan pada klien, diharapkan ada transfer energi dari perawat ke klien.&lt;br /&gt; Akupresur&lt;br /&gt;Pemberian penekanan pada pusat-pusat nyeri&lt;br /&gt; Guided imagery&lt;br /&gt;Meminta klien berimajinasi membayangkan hal-hal yang menyenangkan, tindakan ini memerlukan suasana dan ruangan yang tenang serta konsentrasi dari klien. Apabila klien mengalami kegelisahan, tindakan harus dihentikan. Tindakan ini dilakukan pada saat klien merasa nyaman dan tidak sedang nyeri akut.&lt;br /&gt; Distraksi&lt;br /&gt;Mengalihkan perhatian terhadap nyeri, efektif untuk nyeri ringan sampai sedang. Distraksi visual (melihat TV atau pertandingan bola), distraksi audio (mendengar musik), distraksi sentuhan (massase, memegang mainan), distraksi intelektual (merangkai puzzle, main catur)&lt;br /&gt; Anticipatory guidence&lt;br /&gt;Memodifikasi  secara langsung cemas yang berhubungan dengan nyeri. Contoh tindakan: sebelum klien menjalani prosedur pembedahan, perawat memberikan penjelasan/informasi pada klien tentang pembedahan, dengan begitu klien sudah punya gambaran dan akan lebih siap menghadapi nyeri.&lt;br /&gt; Hipnotis&lt;br /&gt;Membantu mengubah persepsi nyeri melalui pengaruh sugesti positif. &lt;br /&gt; Biofeedback&lt;br /&gt;Terapi perilaku yang dilakukan dengan memberikan individu informasi tentang respon nyeri fisiologis dan cara untuk melatih kontrol volunter terhadap respon tersebut. Terapi ini efektif untuk mengatasi ketegangan otot dan migren, dengan cara memasang elektroda pada pelipis.&lt;br /&gt; Stimulasi kutaneus &lt;br /&gt;Cara kerja dari sistem ini masih belum jelas, salah satu pemikiran adalah cara ini bisa melepaskan endorfin, sehingga bisa memblok stimulasi nyeri. Bisa dilakukan dengan massase, mandi air hangat, kompres dengan kantong es dan stimulasi saraf elektrik transkutan (TENS/ transcutaneus electrical nerve stimulation). TENS merupakan stimulasi pada kulit dengan menggunakan arus listrik ringan yang dihantarkan melalui elektroda luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Peran perawat dalam mengatasi nyeri:&lt;br /&gt; Mengidentifikasi penyebab nyeri&lt;br /&gt; Kolaborasi dengan tim kes lain untuk pengobatan nyeri&lt;br /&gt; Memberikan intervensi pereda nyeri&lt;br /&gt; Mengevaluasi efektivitas pereda nyeri&lt;br /&gt; Bertindak sebagai advokat jika pereda nyeri tidak efektif&lt;br /&gt; Sebagai pendidik keluarga &amp; pasien tentang manajemen nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brunner &amp; Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Vol : 1. Jakarta: EGC&lt;br /&gt;Kozier.       . Fundamental Of Nursing.  &lt;br /&gt;Potter &amp; Perry . 2006. Fundamental Keperawatan. Vol: 2. Jakarta : EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web nyeri yang bawah:&lt;br /&gt;http://www.blogger.com/feeds/5225540932024911138/posts/default&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;web nyeri yang atas :&lt;br /&gt;http://www.elearning.unej.ac.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-5791193006636714195?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/5791193006636714195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/nyeri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/5791193006636714195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/5791193006636714195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/nyeri.html' title='NYERI..'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-441605548457660385</id><published>2009-02-20T02:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T03:14:26.065-08:00</updated><title type='text'>Syok dan Penanggulangannya</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Langkah pertama untuk bisa menanggulangi syok adalah harus bisa mengenal gejala syok. Tidak ada tes laboratorium yang bisa mendiagnosa syok dengan segera. Diagnosa dibuat berdasarkan pemahaman klinik tidak adekuatnya perfusi organ dan oksigenasi jaringan.&lt;br /&gt;Langkah kedua dalam menanggulangi syok adalah berusaha mengetahui kemungkinan penyebab syok. Pada pasien trauma, pengenalan syok berhubungan langsung dengan mekanisme terjadinya trauma. Semua jenis syok dapat terjadi pada pasien trauma dan yang tersering adalah syok hipovolemik karena perdarahan. Syok kardiogenik juga bisa terjadi pada pasien-pasien yang mengalami trauma di atas diafragma dan syok neurogenik dapat disebabkan oleh trauma pada sistem saraf pusat serta medula spinalis. Syok septik juga harus dipertimbangkan pada pasien-pasien trauma yang datang terlambat untuk mendapatkan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;Syok dapat didefinisikan sebagai gangguan sistem sirkulasi yang menyebabkan tidak adekuatnya perfusi dan oksigenasi jaringan. Bahaya syok adalah tidak adekuatnya perfusi ke jaringan atau tidak adekuatnya aliran darah ke jaringan. Jaringan akan kekurangan oksigen dan bisa cedera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Syok&lt;br /&gt;Tiga faktor yang dapat mempertahankan tekanan darah normal:&lt;br /&gt;a. Pompa jantung. Jantung harus berkontraksi secara efisien.&lt;br /&gt;b. Volume sirkulasi darah. Darah akan dipompa oleh jantung ke dalam arteri dan kapiler-kapiler jaringan. Setelah oksigen dan zat nutrisi diambil oleh jaringan, sistem vena akan mengumpulkan darah dari jaringan dan mengalirkan kembali ke jantung. Apabila volume sirkulasi berkurang maka dapat terjadi syok.&lt;br /&gt;c. Tahanan pembuluh darah perifer. Yang dimaksud adalah pembuluh darah kecil, yaitu arteriole-arteriole dan kapiler-kapiler. Bila tahanan pembuluh darah perifer meningkat, artinya terjadi vasokonstriksi pembuluh darah kecil. Bila tahanan pembuluh darah perifer rendah, berarti terjadi vasodilatasi. Rendahnya tahanan pembuluh darah perifer dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah. Darah akan berkumpul pada pembuluh darah yang mengalami dilatasi sehingga aliran darah balik ke jantung menjadi berkurang dan tekanan darah akan turun.&lt;br /&gt;Penyebab syok dapat diklasifikasikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Syok kardiogenik (kegagalan kerja jantungnya sendiri): (a) Penyakit jantung iskemik, seperti infark; (b) Obat-obat yang mendepresi jantung; dan (c) Gangguan irama jantung.&lt;br /&gt;b. Syok hipovolemik (berkurangnya volume sirkulasi darah): (a) Kehilangan darah, misalnya perdarahan; (b) Kehilangan plasma, misalnya luka bakar; dan (c) Dehidrasi: cairan yang masuk kurang (misalnya puasa lama), cairan keluar yang banyak (misalnya diare, muntah-muntah, fistula, obstruksi usus dengan penumpukan cairan di lumen usus).&lt;br /&gt;c. Syok obstruktif (gangguan kontraksi jantung akibat di luar jantung): (a) Tamponade jantung; (b) Pneumotorak; dan (c) Emboli paru.&lt;br /&gt;d. Syok distributif (berkurangnya tahanan pembuluh darah perifer): (a) Syok neurogenik; (b) Cedera medula spinalis atau batang otak; (c) Syok anafilaksis; (d) Obat-obatan; (e) Syok septik; serta (f) Kombinasi, misalnya pada sepsis bisa gagal jantung, hipovolemia, dan rendahnya tahanan pembuluh darah perifer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda dan Gejala Syok&lt;br /&gt;Sistem Kardiovaskuler&lt;br /&gt;- Gangguan sirkulasi perifer - pucat, ekstremitas dingin. Kurangnya pengisian vena perifer lebih bermakna dibandingkan penurunan tekanan darah.&lt;br /&gt;- Nadi cepat dan halus.&lt;br /&gt;- Tekanan darah rendah. Hal ini kurang bisa menjadi pegangan, karena adanya mekanisme kompensasi sampai terjadi kehilangan 1/3 dari volume sirkulasi darah.&lt;br /&gt;- Vena perifer kolaps. Vena leher merupakan penilaian yang paling baik.&lt;br /&gt;- CVP rendah.&lt;br /&gt;Sistem Respirasi&lt;br /&gt;- Pernapasan cepat dan dangkal.&lt;br /&gt;Sistem saraf pusat&lt;br /&gt;- Perubahan mental pasien syok sangat bervariasi. Bila tekanan darah rendah sampai menyebabkan hipoksia otak, pasien menjadi gelisah sampai tidak sadar. Obat sedatif dan analgetika jangan diberikan sampai yakin bahwa gelisahnya pasien memang karena kesakitan.&lt;br /&gt;Sistem Saluran Cerna&lt;br /&gt;- Bisa terjadi mual dan muntah.&lt;br /&gt;Sistem Saluran Kencing&lt;br /&gt;- Produksi urin berkurang. Normal rata-rata produksi urin pasien dewasa adalah 60 ml/jam (1/5--1 ml/kg/jam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan Syok&lt;br /&gt;Penanggulangan syok dimulai dengan tindakan umum yang bertujuan untuk memperbaiki perfusi jaringan; memperbaiki oksigenasi tubuh; dan mempertahankan suhu tubuh. Tindakan ini tidak bergantung pada penyebab syok. Diagnosis harus segera ditegakkan sehingga dapat diberikan pengobatan kausal.&lt;br /&gt;Segera berikan pertolongan pertama sesuai dengan prinsip resusitasi ABC. Jalan nafas (A = air way) harus bebas kalau perlu dengan pemasangan pipa endotrakeal. Pernafasan (B = breathing) harus terjamin, kalau perlu dengan memberikan ventilasi buatan dan pemberian oksigen 100%. Defisit volume peredaran darah (C = circulation) pada syok hipovolemik sejati atau hipovolemia relatif (syok septik, syok neurogenik, dan syok anafilaktik) harus diatasi dengan pemberian cairan intravena dan bila perlu pemberian obat-obatan inotropik untuk mempertahankan fungsi jantung atau obat vasokonstriktor untuk mengatasi vasodilatasi perifer.&lt;br /&gt;Segera menghentikan perdarahan yang terlihat dan mengatasi nyeri yang hebat, yang juga bisa merupakan penyebab syok. Pada syok septik, sumber sepsis harus dicari dan ditanggulangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai pertolongan pertama dalam menghadapi syok:&lt;br /&gt;Posisi Tubuh&lt;br /&gt;1. Posisi tubuh penderita diletakkan berdasarkan letak luka. Secara umum posisi penderita dibaringkan telentang dengan tujuan meningkatkan aliran darah ke organ-organ vital.&lt;br /&gt;2. Apabila terdapat trauma pada leher dan tulang belakang, penderita jangan digerakkan sampai persiapan transportasi selesai, kecuali untuk menghindari terjadinya luka yang lebih parah atau untuk memberikan pertolongan pertama seperti pertolongan untuk membebaskan jalan napas.&lt;br /&gt;3. Penderita yang mengalami luka parah pada bagian bawah muka, atau penderita tidak sadar, harus dibaringkan pada salah satu sisi tubuh (berbaring miring) untuk memudahkan cairan keluar dari rongga mulut dan untuk menghindari sumbatan jalan nafas oleh muntah atau darah. Penanganan yang sangat penting adalah meyakinkan bahwa saluran nafas tetap terbuka untuk menghindari terjadinya asfiksia.&lt;br /&gt;4. Penderita dengan luka pada kepala dapat dibaringkan telentang datar atau kepala agak ditinggikan. Tidak dibenarkan posisi kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya.&lt;br /&gt;5. Kalau masih ragu tentang posisi luka penderita, sebaiknya penderita dibaringkan dengan posisi telentang datar.&lt;br /&gt;6. Pada penderita-penderita syok hipovolemik, baringkan penderita telentang dengan kaki ditinggikan 30 cm sehingga aliran darah balik ke jantung lebih besar dan tekanan darah menjadi meningkat. Tetapi bila penderita menjadi lebih sukar bernafas atau penderita menjadi kesakitan segera turunkan kakinya kembali.&lt;br /&gt;Pertahankan Respirasi&lt;br /&gt;1. Bebaskan jalan napas. Lakukan penghisapan, bila ada sekresi atau muntah.&lt;br /&gt;2. Tengadah kepala-topang dagu, kalau perlu pasang alat bantu jalan nafas (Gudel/oropharingeal airway).&lt;br /&gt;3. Berikan oksigen 6 liter/menit&lt;br /&gt;4. Bila pernapasan/ventilasi tidak adekuat, berikan oksigen dengan pompa sungkup (Ambu bag) atau ETT.&lt;br /&gt;Pertahankan Sirkulasi&lt;br /&gt;Segera pasang infus intravena. Bisa lebih dari satu infus. Pantau nadi, tekanan darah, warna kulit, isi vena, produksi urin, dan (CVP).&lt;br /&gt;Cari dan Atasi Penyebab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYOK HIPOVOLEMIK&lt;br /&gt;Perdarahan merupakan penyebab tersering dari syok pada pasien-pasien trauma, baik oleh karena perdarahan yang terlihat maupun perdarahan yang tidak terlihat. Perdarahan yang terlihat, perdarahan dari luka, atau hematemesis dari tukak lambung. Perdarahan yang tidak terlihat, misalnya perdarahan dari saluran cerna, seperti tukak duodenum, cedera limpa, kehamilan di luar uterus, patah tulang pelvis, dan patah tulang besar atau majemuk.&lt;br /&gt;Syok hipovolemik juga dapat terjadi karena kehilangan cairan tubuh yang lain. Pada luka bakar yang luas, terjadi kehilangan cairan melalui permukaan kulit yang hangus atau di dalam lepuh. Muntah hebat atau diare juga dapat mengakibatkan kehilangan banyak cairan intravaskuler. Pada obstruksi, ileus dapat terkumpul beberapa liter cairan di dalam usus. Pada dibetes atau penggunaan diuretik kuat, dapat terjadi kehilangan cairan karena diuresis yang berlebihan. Kehilangan cairan juga dapat ditemukan pada sepsis berat, pankreatitis akut, atau peritonitis purulenta difus.&lt;br /&gt;Pada syok hipovolemik, jantung akan tetap sehat dan kuat, kecuali jika miokard sudah mengalami hipoksia karena perfusi yang sangat berkurang. Respons tubuh terhadap perdarahan bergantung pada volume, kecepatan, dan lama perdarahan. Bila volume intravaskular berkurang, tubuh akan selalu berusaha untuk mempertahankan perfusi organ-organ vital (jantung dan otak) dengan mengorbankan perfusi organ lain seperti ginjal, hati, dan kulit. Akan terjadi perubahan-perubahan hormonal melalui sistem renin-angiotensin-aldosteron, sistem ADH, dan sistem saraf simpatis. Cairan interstitial akan masuk ke dalam pembuluh darah untuk mengembalikan volume intravaskular, dengan akibat terjadi hemodilusi (dilusi plasma protein dan hematokrit) dan dehidrasi interstitial.&lt;br /&gt;Dengan demikain, tujuan utama dalam mengatasi syok perdarahan adalah menormalkan kembali volume intravaskular dan interstitial. Bila defisit volume intravaskular hanya dikoreksi dengan memberikan darah maka masih tetap terjadi defisit interstitial, dengan akibat tanda-tanda vital yang masih belum stabil dan produksi urin yang kurang. Pengembalian volume plasma dan interstitial ini hanya mungkin bila diberikan kombinasi cairan koloid (darah, plasma, dextran, dsb) dan cairan garam seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan&lt;br /&gt;Pasang satu atau lebih jalur infus intravena no. 18/16. Infus dengan cepat larutan kristaloid atau kombinasi larutan kristaloid dan koloid sampai vena (v. jugularis) yang kolaps terisi. Sementara, bila diduga syok karena perdarahan, ambil contoh darah dan mintakan darah. Bila telah jelas ada peningkatan isi nadi dan tekanan darah, infus harus dilambatkan. Bahaya infus yang cepat adalah udem paru, terutama pasien tua. Perhatian harus ditujukan agar jangan sampai terjadi kelebihan cairan.&lt;br /&gt;Pemantauan yang perlu dilakukan dalam menentukan kecepatan infus:&lt;br /&gt;Nadi: nadi yang cepat menunjukkan adanya hipovolemia.&lt;br /&gt;Tekanan darah: bila tekanan darah &lt;&gt; 40 mmHg pada pasien hipertensi, menunjukkan masih perlunya transfusi cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi urin.&lt;br /&gt;Pemasangan kateter urin diperlukan untuk mengukur produksi urin. Produksi urin harus dipertahankan minimal 1/2 ml/kg/jam. Bila kurang, menunjukkan adanya hipovolemia. Cairan diberikan sampai vena jelas terisi dan nadi jelas teraba. Bila volume intra vaskuler cukup, tekanan darah baik, produksi urin &lt;&gt;&lt;br /&gt;Pemantauan yang perlu dilakukan dalam menentukan kecepatan infus:&lt;br /&gt;Nadi: nadi yang cepat menunjukkan adanya hipovolemia.&lt;br /&gt;Tekanan darah: bila tekanan darah &lt;&gt; 40 mmHg pada pasien hipertensi, menunjukkan masih perlunya transfusi cairan.&lt;br /&gt;Cairan diberikan sampai vena jelas terisi dan nadi jelas teraba. Bila volume intra vaskuler cukup, tekanan darah baik, produksi urin &lt; 1/2 ml/kg/jam, bisa diberikan Lasix 20-40 mg untuk mempertahankan produksi urine. Dopamin 2--5 µg/kg/menit bisa juga digunakan pengukuran tekanan vena sentral (normal 8--12 cmH2O), dan bila masih terdapat gejala umum pasien seperti gelisah, rasa haus, sesak, pucat, dan ekstremitas dingin, menunjukkan masih perlu transfusi cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Syok Kardiogenik&lt;br /&gt;Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang mengakibatkan curah jantung menjadi berkurang atau berhenti sama sekali. Syok kardiogenik dapat didiagnosa dengan mengetahui adanya tanda-tanda syok dan dijumpainya adanya penyakit jantung, seperti infark miokard yang luas, gangguan irama jantung, rasa nyeri daerah torak, atau adanya emboli paru, tamponade jantung, kelainan katub atau sekat jantung.&lt;br /&gt;Masalah yang ada adalah kurangnya kemampuan jantung untuk berkontraksi. Tujuan utama pengobatan adalah meningkatkan curah jantung.&lt;br /&gt;Penanggulangan&lt;br /&gt;Bila mungkin pasang CVP.&lt;br /&gt;Dopamin 10--20 µg/kg/menit, meningkatkan kekuatan, dan kecepatan kontraksi jantung serta meningkatkan aliran darah ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Syok Neurogenik &lt;br /&gt;Syok neurogenik juga disebut sinkop. Syok neurogenik terjadi karena reaksi vasovagal berlebihan yang mengakibatkan terjadinya vasodilatasi menyeluruh di daerah splangnikus sehingga aliran darah ke otak berkurang. Reaksi vasovagal umumnya disebabkan oleh suhu lingkungan yang panas, terkejut, takut, atau nyeri hebat. Penderita merasa pusing dan biasanya jatuh pingsan. Setelah penderita dibaringkan, umumnya keadaan berubah menjadi baik kembali secara spontan. &lt;br /&gt;Trauma kepala yang terisolasi tidak akan menyebabkan syok. Adanya syok pada trauma kepala harus dicari penyebab yang lain. Trauma pada medula spinalis akan menyebabkan hipotensi akibat hilangnya tonus simpatis. Gambaran klasik dari syok neurogenik adalah hipotensi tanpa takikardi atau vasokonstriksi perifer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan &lt;br /&gt;Pasien-pasien yang diketahui/diduga mengalami syok neurogenik harus diterapi sebagai hipovolemia. Pemasangan kateter untuk mengukur tekanan vena sentral akan sangat membantu pada kasus-kasus syok yang meragukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Syok Septik &lt;br /&gt;Merupakan syok yang disertai adanya infeksi (sumber infeksi). Pada pasien trauma, syok septik bisa terjadi bila pasien datang terlambat beberapa jam ke rumah sakit. Syok septik terutama terjadi pada pasien-pasien dengan luka tembus abdomen dan kontaminasi rongga peritonium dengan isi usus. &lt;br /&gt;Infeksi sistemik yang terjadi biasanya karena kuman Gram negatif yang menyebabkan kolaps kardiovaskuler. Endotoksin basil Gram negatif ini menyebabkan vasodilatasi kapiler dan terbukanya hubungan pintas arteriovena perifer. Selain itu, terjadi peningkatan permeabilitas kapiler. Peningkatan kapasitas vaskuler karena vasodilatasi perifer menyebabkan terjadinya hipovolemia relatif, sedangkan peningkatan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan kehilangan cairan intravaskuler ke intertisial yang terlihat sebagai udem. Pada syok septik hipoksia, sel yang terjadi tidak disebabkan oleh penurunan perfusi jaringan melainkan karena ketidakmampuan sel untuk menggunakan oksigen karena toksin kuman. Gejala syok septik yang mengalami hipovolemia sukar dibedakan dengan syok hipovolemia (takikardia, vasokonstriksi perifer, produksi urin &lt; 0.5 cc/kg/jam, tekanan darah sistolik turun dan menyempitnya tekanan nadi). Pasien-pasien sepsis dengan volume intravaskuler normal atau hampir normal, mempunyai gejala takikaridia, kulit hangat, tekanan sistolik hampir normal, dan tekanan nadi yang melebar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan &lt;br /&gt;- Optimalisasi volume intravaskuler &lt;br /&gt;- Pemberian antibiotik, Dopamin, dan Vasopresor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Syok Anafilaktik &lt;br /&gt;Jika seseorang sensitif terhadap suatu antigen dan kemudian terjadi kontak lagi terhadap antigen tersebut, akan timbul reaksi hipersensitivitas. Antigen yang bersangkutan terikat pada antibodi dipermukaan sel mast sehingga terjadi degranulasi, pengeluaran histamin, dan zat vasoaktif lain. Keadaan ini menyebabkan peningkatan permeabilitas dan dilatasi kapiler menyeluruh. Terjadi hipovolemia relatif karena vasodilatasi yang mengakibatkan syok, sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan udem. Pada syok anafilaktik, bisa terjadi bronkospasme yang menurunkan ventilasi. &lt;br /&gt;Syok anafilaktik sering disebabkan oleh obat, terutama yang diberikan intravena seperti antibiotik atau media kontras. Sengatan serangga seperti lebah juga dapat menyebabkan syok pada orang yang rentan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan &lt;br /&gt;Penanggulangan syok anafilaktik memerlukan tindakan cepat sebab penderita berada pada keadaan gawat. Sebenarnya, pengobatan syok anafilaktik tidaklah sulit, asal tersedia obat-obat emerjensi dan alat bantu resusitasi gawat darurat serta dilakukan secepat mungkin. Hal ini diperlukan karena kita berpacu dengan waktu yang singkat agar tidak terjadi kematian atau cacat organ tubuh menetap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau terjadi komplikasi syok anafilaktik setelah kemasukan obat atau zat kimia, baik peroral maupun parenteral, maka tindakan yang perlu dilakukan, adalah: &lt;br /&gt;1. Segera baringkan penderita pada alas yang keras. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik vena, dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan tekanan darah. &lt;br /&gt;2. Penilaian A, B, C dari tahapan resusitasi jantung paru, yaitu: &lt;br /&gt;A. Airway 'penilaian jalan napas'. Jalan napas harus dijaga tetap bebas, tidak ada sumbatan sama sekali. Untuk penderita yang tidak sadar, posisi kepala dan leher diatur agar lidah tidak jatuh ke belakang menutupi jalan napas, yaitu dengan melakukan ekstensi kepala, tarik mandibula ke depan, dan buka mulut. &lt;br /&gt;B. Breathing support, segera memberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tanda-tanda bernapas, baik melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung. Pada syok anafilaktik yang disertai udem laring, dapat mengakibatkan terjadinya obstruksi jalan napas total atau parsial. Penderita yang mengalami sumbatan jalan napas parsial, selain ditolong dengan obat-obatan, juga harus diberikan bantuan napas dan oksigen. Penderita dengan sumbatan jalan napas total, harus segera ditolong dengan lebih aktif, melalui intubasi endotrakea, krikotirotomi, atau trakeotomi. &lt;br /&gt;C. Circulation support, yaitu bila tidak teraba nadi pada arteri besar (a. karotis, atau a. femoralis), segera lakukan kompresi jantung luar. &lt;br /&gt;Penilaian A, B, C ini merupakan penilaian terhadap kebutuhan bantuan hidup dasar yang penatalaksanaannya sesuai dengan protokol resusitasi jantung paru. &lt;br /&gt;3. Segera berikan adrenalin 0.3--0.5 mg larutan 1 : 1000 untuk penderita dewasa atau 0.01 mk/kg untuk penderita anak-anak, intramuskular. Pemberian ini dapat diulang tiap 15 menit sampai keadaan membaik. Beberapa penulis menganjurkan pemberian infus kontinyu adrenalin 2--4 ug/menit. &lt;br /&gt;4. Dalam hal terjadi spasme bronkus di mana pemberian adrenalin kurang memberi respons, dapat ditambahkan aminofilin 5--6 mg/kgBB intravena dosis awal yang diteruskan 0.4--0.9 mg/kgBB/menit dalam cairan infus. &lt;br /&gt;5. Dapat diberikan kortikosteroid, misalnya hidrokortison 100 mg atau deksametason 5--10 mg intravena sebagai terapi penunjang untuk mengatasi efek lanjut dari syok anafilaktik atau syok yang membandel. &lt;br /&gt;6. Bila tekanan darah tetap rendah, diperlukan pemasangan jalur intravena untuk koreksi hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam mengatasi syok anafilaktik. Pemberian cairan akan meningkatkan tekanan darah dan curah jantung serta mengatasi asidosis laktat. Pemilihan jenis cairan antara larutan kristaloid dan koloid tetap merupakan perdebatan didasarkan atas keuntungan dan kerugian mengingat terjadinya peningkatan permeabilitas atau kebocoran kapiler. Pada dasarnya, bila memberikan larutan kristaloid, maka diperlukan jumlah 3--4 kali dari perkiraan kekurangan volume plasma. Biasanya, pada syok anafilaktik berat diperkirakan terdapat kehilangan cairan 20--40% dari volume plasma. Sedangkan bila diberikan larutan koloid, dapat diberikan dengan jumlah yang sama dengan perkiraan kehilangan volume plasma. Tetapi, perlu dipikirkan juga bahwa larutan koloid plasma protein atau dextran juga bisa melepaskan histamin. &lt;br /&gt;7. Dalam keadaan gawat, sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah sakit, karena dapat meninggal dalam perjalanan. Kalau terpaksa dilakukan, maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. Posisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung. &lt;br /&gt;8. Kalau syok sudah teratasi, penderita jangan cepat-cepat dipulangkan, tetapi harus diawasi/diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam. Sedangkan penderita yang telah mendapat terapi adrenalin lebih dari 2--3 kali suntikan, harus dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi. &lt;br /&gt;Pencegahan Syok Anafilaktik &lt;br /&gt;Pencegahan syok anafilaktik merupakan langkah terpenting dalam setiap pemberian obat, tetapi ternyata tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, antara lain: &lt;br /&gt;1. Pemberian obat harus benar-benar atas indikasi yang kuat dan tepat. &lt;br /&gt;2. Individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan orang yang mempunyai riwayat alergi terhadap banyak obat, mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok anafilaktik. &lt;br /&gt;3. Penting menyadari bahwa tes kulit negatif, pada umumnya penderita dapat mentoleransi pemberian obat-obat tersebut, tetapi tidak berarti pasti penderita tidak akan mengalami reaksi anafilaktik. Orang dengan tes kulit negatif dan mempunyai riwayat alergi positif mempunyai kemungkinan reaksi sebesar 1--3% dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 60%, bila tes kulit positif. &lt;br /&gt;4. Yang paling utama adalah harus selalu tersedia obat penawar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya reaksi anafilaktik atau anafilaktoid serta adanya alat-alat bantu resusitasi kegawatan. &lt;br /&gt;Mempertahankan Suhu Tubuh &lt;br /&gt;Suhu tubuh dipertahankan dengan memakaikan selimut pada penderita untuk mencegah kedinginan dan mencegah kehilangan panas. Jangan sekali-kali memanaskan tubuh penderita karena akan sangat berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian Cairan &lt;br /&gt;1. Jangan memberikan minum kepada penderita yang tidak sadar, mual-mual, muntah, atau kejang karena bahaya terjadinya aspirasi cairan ke dalam paru. &lt;br /&gt;2. Jangan memberi minum kepada penderita yang akan dioperasi atau dibius dan yang mendapat trauma pada perut serta kepala (otak). &lt;br /&gt;3. Penderita hanya boleh minum bila penderita sadar betul dan tidak ada indikasi kontra. Pemberian minum harus dihentikan bila penderita menjadi mual atau muntah. &lt;br /&gt;4. Cairan intravena seperti larutan isotonik kristaloid merupakan pilihan pertama dalam melakukan resusitasi cairan untuk mengembalikan volume intravaskuler, volume interstitial, dan intra sel. Cairan plasma atau pengganti plasma berguna untuk meningkatkan tekanan onkotik intravaskuler. &lt;br /&gt;5. Pada syok hipovolemik, jumlah cairan yang diberikan harus seimbang dengan jumlah cairan yang hilang. Sedapat mungkin diberikan jenis cairan yang sama dengan cairan yang hilang, darah pada perdarahan, plasma pada luka bakar. Kehilangan air harus diganti dengan larutan hipotonik. Kehilangan cairan berupa air dan elektrolit harus diganti dengan larutan isotonik. Penggantian volume intra vaskuler dengan cairan kristaloid memerlukan volume 3--4 kali volume perdarahan yang hilang, sedang bila menggunakan larutan koloid memerlukan jumlah yang sama dengan jumlah perdarahan yang hilang. Telah diketahui bahwa transfusi eritrosit konsentrat yang dikombinasi dengan larutan ringer laktat sama efektifnya dengan darah lengkap. &lt;br /&gt;6. Pemantauan tekanan vena sentral penting untuk mencegah pemberian cairan yang berlebihan. &lt;br /&gt;7. Pada penanggulangan syok kardiogenik harus dicegah pemberian cairan berlebihan yang akan membebani jantung. Harus diperhatikan oksigenasi darah dan tindakan untuk menghilangkan nyeri. &lt;br /&gt;8. Pemberian cairan pada syok septik harus dalam pemantauan ketat, mengingat pada syok septik biasanya terdapat gangguan organ majemuk (Multiple Organ Disfunction). Diperlukan pemantauan alat canggih berupa pemasangan CVP, "Swan Ganz" kateter, dan pemeriksaan analisa gas darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan &lt;br /&gt;Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok, mengetahui, dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-441605548457660385?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/441605548457660385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/syok-dan-penanggulangannya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/441605548457660385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/441605548457660385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/syok-dan-penanggulangannya.html' title='Syok dan Penanggulangannya'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-1214334278320231762</id><published>2009-02-10T07:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T07:41:17.106-08:00</updated><title type='text'>Tanya-Jawab tentang Demam Dengue</title><content type='html'>Apa yang dimaksud Demam Dengue?&lt;br /&gt;Infeksi dengue disebabkan oleh virus. Biasanya muncul dalam bentuk demam. Kadang-kadang pasien yang menderita dengue akan mengalami perdarahan. Daerah-daerah perdarahan yang umum terjadi adalah di hidung, gusi atau kulit. Terkadang pasien mengeluarkan muntah hitam seperti kopi dan juga tinja berwarna hitam. Ini menandakan adanya perdarahan pada pencernaan yang serius. Pasien dengue yang disertai dengan perdarahan disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau Demam Berdarah. Terkadang penderita dengue akan mengalami shock; ini disebut DSS  (Dengue Shock Syndrome).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kapan kita mencurigai Dengue?&lt;br /&gt;Dengue harus dicurigai pada saat kita terkena demam secara mendadak. Demam tinggi sekitar 103-105 ºF atau 39-40 ºC yang disertai sakit kepala hebat (umumnya di dahi), sakit di belakang mata, badan ngilu dan sakit, bercak merah di kulit serta mual atau muntah. Demam akan terjadi selama 5-7 hari. Pada beberapa pasien, panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tetapi hari berikutnya naik lagi. Semua gejala dan tanda-tanda di atas terkadang tidak timbul pada penderita. Pasien merasa sangat tidak nyaman setelah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bermacam tipe demam, kapan harus mencurigai Dengue?&lt;br /&gt;Ciri khas Dengue yang membedakannya dari demam lainnya adalah sakit di belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, dan bercak merah di kulit. Dari tanda-tanda di atas dapat ditegakkan diagnosa kemungkinan terkena Dengue. Rasa sangat nyeri pada sendi yang disebabkan oleh demam Dengue itulah yang menjadikan alasan demam Dengue disebut juga Demam Patah-Tulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seseorang dapat terkena Demam Dengue?&lt;br /&gt;Demam Dengue terjadi setelah seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Nyamuk jenis ini mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya yang mudah dikenal orang biasa. Nyamuk ini berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 – 200 meter. Nyamuk mendapatkan virus dengue setelah menggigit orang yang terinfeksi virus dengue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah saya tertular demam dengue langsung dari orang lain?&lt;br /&gt;Demam dengue tidak menular secara langsung dari orang ke orang. Demam dengue hanya menular melalui gigitan nyamuk yang telah terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan gejala dengue timbul setelah terkena infeksi?&lt;br /&gt;Setelah virus masuk ke dalam tubuh seseorang, virus akan berkembang biak (memperbanyak diri) di dalam kelenjar limfa. Gejala akan timbul setelah virus memperbanyak diri. Hal ini terjadi sekitar 4-6 hari (rata-rata) setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah seseorang menderita dengue tanpa gejala?&lt;br /&gt;Dapat. Ada banyak orang yang terinfeksi oleh virus tetapi tidak menunjukkan tanda atau gejala mengalami penyakit. Untuk setiap pasien yang mengalami tanda dan gejala terinfeksi virus dengue, mungkin terdapat 4 – 5 orang lain yang tidak mengalami, atau mengalami gejala yang ringan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pengobatannya? Dapatkah disembuhkan?&lt;br /&gt;Seperti juga penyakit virus lainnya tidak ada pengobatan khusus untuk demam dengue.&lt;br /&gt;Antibiotik tidak dapat membantu. Paracetamol (yang dapat dibeli tanpa resep) adalah obat pilihan utama untuk menurunkan panas dan sakit sendi. Obat lain seperti Aspirin dan Brufen harus dihindari karena bisa meningkatkan resiko perdarahan. Dokter harus hati-hati ketika memberikan resep obat. Obat yang bisa menurunkan trombosit harus dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah orang meninggal karena demam dengue?&lt;br /&gt;Orang yang menderita demam dengue tidak punya resiko meninggal tetapi beberapa dari demam ini yang telah berlanjut menjadi Demam Berdarah (DHF) atau Shock (DSS) dapat mengakibatkan meninggal. Dengan penanganan yang baik penderita DHF dan DSS bisa diatasi dan bisa disembuhkan.&lt;br /&gt;Penanganan yang baik dan tepat waktu (dini) dapat menyelamatkan banyak jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan harusnya pasien demam Dengue pergi ke rumah sakit atau konsul ke dokter?&lt;br /&gt;Umumnya perkembangan ke arah dengue hemorrhagic atau dengue shock syndrome terjadi setelah 3-5 hari mengalami demam.&lt;br /&gt;Pada saat itu, biasanya demam menurun.&lt;br /&gt;Hal ini dapat mengecoh kita yang menyangka bahwa penyakit tersebut menuju kesembuhan.&lt;br /&gt;Sebenarnya ini adalah saat yang paling berbahaya yang memerlukan kewaspadaan bagi petugas yang merawat. Tanda dan gejala yang harus diperhatikan adalah sakit perut yang hebat,&lt;br /&gt;muntah terus menerus, perdarahan di kulit yang tampak berupa bercak kecil merah atau keunguan, hidung berdarah, gusi berdarah, tinja berwarna hitam seperti arang.&lt;br /&gt;Bawa segera penderita ke rumah sakit jika ada dua gejala utama di atas yaitu nyeri di dalam perut dan adanya muntah-muntah yang berkepanjangan. Biasanya akan terlambat jika kita menunggu sampai terjadi perdarahan.&lt;br /&gt;Jenis dengue yang paling berbahaya adalah sindrom DSS (Dengue Shock Syndrome). Tanda tandanya adalah rasa sangat haus, kulit pucat dan dingin (karena tekanan darah sangat rendah), gelisah dan lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada vaksin untuk mencegah demam dengue?&lt;br /&gt;Sejenis vaksin telah dibuat untuk mencegah demam dengue tetapi masih dalam tahap uji coba. Saat ini belum dipasarkan. Kemajuan teknologi akan membantu mencegah demam dengue dengan vaksinasi dalam beberapa tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada efek jangka panjang dari demam dengue?&lt;br /&gt;Kebanyakan penderita demam dengue sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Sebagian penderita akan merasa lelah untuk beberapa minggu.&lt;br /&gt;Namun, jika gejala masih menetap setelah masa tersebut, agar menghubungi dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana biasanya nyamuk penyebar dengue hidup?&lt;br /&gt;Kebanyakan nyamuk Aedes aegypti hidup di dalam rumah, di kloset, dan di tempat-tempat yang gelap. Di luar rumah nyamuk tersebut akan hidup di tempat yang dingin dan terlindung matahari. Nyamuk betina akan bertelur di dalam air yang tergenang di dalam dan sekitar rumah dan daerah pemukiman lain. Telur-telur ini akan berkembang menjadi larva dan kemudian berubah menjadi bentuk dewasa dalam 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengurangi berkembang biaknya nyamuk?&lt;br /&gt;Nyamuk dengue berkembang biak dalam air yang tergenang dan terbuka. Tempat yang cocok untuk berkembang biak adalah tong, drum, pot, baskom, ember, vas bunga, batang/daun tanaman, bekas piring, tangki, botol buangan, kaleng, ban bekas, air pendingin, dll.&lt;br /&gt;Mencegah nyamuk agar tidak berkembang biak, alirkan air keluar dari penampung AC window, bak air, tong, dll. Buang semua benda-benda yang dapat menampung air (seperti bekas tanaman, dll) dari rumah dan sekitarnya. Kumpulkan dan hancurkan benda-benda yang dapat menampung air seperti botol-botol, tempat plastik, kaleng, ban bekas, dll.&lt;br /&gt;Jika tidak mungkin membuang air atau tidak dapat menutupnya dengan sempurna, gunakan TEMEPHOS, sejenis insektisida, (dengan merek dagang Abate) 1 ppm (persejuta bagian) sesuai petunjuk setempat untuk mencegah larva berkembang menjadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mencegah gigitan nyamuk agar terhindar dengue?&lt;br /&gt;Kita tidak bisa membedakan apakah nyamuk itu mengandung virus dengue atau tidak. Karena itu setiap orang harus melindungi dirinya dari gigitan nyamuk.&lt;br /&gt;Nyamuk dengue menggigit manusia pada siang hari. Keseringannya adalah pada saat 2 jam setelah matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.&lt;br /&gt;Kenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh agar tidak digigit nyamuk. Oleskan anti gigitan nyamuk – hati-hati menggunakannya pada anak-anak dan orang tua. Alat-alat lainnya seperti coils, alas berlistrik pengusir nyamuk juga dapat digunakan pada siang hari.&lt;br /&gt;Gunakan kelambu untuk melindungi anak-anak, orang tua dan yang tidur di siang hari.&lt;br /&gt;Manfaat kelambu dapat ditingkatkan dengan memberi insektisida pyrethroid (permethrin).&lt;br /&gt;Kelambu seperti ini banyak digunakan dalam pencegahan penyakit malaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah nasihat bagi penderita demam dengue untuk mencegah penyebaran kepada orang lain?&lt;br /&gt;Penyebaran dengue dapat terjadi dari pasien ke orang lain melalui gigitan nyamuk. Pasien harus dilindungi dari gigitan nyamuk. Ini dapat dilakukan dengan melindungi pasien menggunakan kelambu. Anti gigitan nyamuk (repellents) yang efektif dapat mencegah pasien digigit nyamuk sehingga nyamuk tidak dapat menyebarkan penyakit ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah dengue?&lt;br /&gt;Sebenarnya, masyarakatlah adalah kunci dalam pencegahan Dengue.&lt;br /&gt;Sebagaimana disebutkan di atas, pencegahan dengue sangat ditentukan oleh mencegah nyamuk Aedes aegypti menyebarkan dengue dari tempat berkembang biak di dalam dan di sekitar rumah.&lt;br /&gt;Setiap rumah dapat melakukan pencegahan dengan cara sangat sederhana yaitu mencegah adanya genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak Aedes aegypti dengan mengalirkan air keluar dari berbagai wadah, dengan secara teratur mengganti air dan membersihkan vase bunga dan benda-benda lainnya, atau benda yang tak berguna dihancurkan/dibuang jauh-jauh.&lt;br /&gt;Karena nyamuk tidak dapat terbang jauh, ”pembersihan rumah” oleh semua anggota masyarakat akan meniadakan tempat berkembang biak nyamuk, sehingga mencegah terjadinya dengue.&lt;br /&gt;Strategi utama dalam mencegah dan mengendalikan dengue adalah “meniadakan sumbernya” atau meniadakan tempat berkembang biak nyamuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan terjadi ledakan atau epidemi dengue, apa siasat kita?&lt;br /&gt;Pencegahan tempat bersarangnya nyamuk tetap merupakan keutamaan. Namun untuk menghentikan atau memperlambat terjadinya penyebaran dapat dibantu dengan “thermal fogging” menggunakan mesin semprot (fogging). Dalam fogging kita dapat menggunakan insektisida yang mampu segera membunuh nyamuk dewasa. Jika fogging dilakukan setelah terjadinya epidemi, kegiatan ini sudah terlambat. Fogging akan efektif jika dilakukan setiap 3- 4 hari. Ini mahal dan memakan waktu banyak. Karena itu upaya yang dilakukan oleh masyarakat, untuk masyarakat, untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk akan jauh lebih murah dan efektif dari pada pemberantasan nyamuk (fogging) sewaktu timbul ledakan.&lt;br /&gt;Sumber: W.H.O.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-1214334278320231762?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/1214334278320231762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/tanya-jawab-tentang-demam-dengue.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1214334278320231762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1214334278320231762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/tanya-jawab-tentang-demam-dengue.html' title='Tanya-Jawab tentang Demam Dengue'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-8393497190524475187</id><published>2009-02-06T19:17:00.001-08:00</published><updated>2009-02-06T19:23:04.387-08:00</updated><title type='text'>Sembuhkan Diabetes Mellitus dengan Terapi Lintah</title><content type='html'>BANYAK orang pasti jijik dan takut melihat lintah. Tapi tak banyak yang tahu bahwa lintah bisa menyembuhkan banyak penyakit. Salah satunya adalah penyakit Diabetes Mellitus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Alie, terapis dari Klinik Hirudo, Jakarta Barat, lintah sebetulnya sudah digunakan beerabad-abad lamanya. Manfaat hirudin asli dari lintah sebagai antikoagulan pada kardiovaskular sangat baik untuk mengobati penyakit. Hasilnya, selain untuk melancarkan aliran darah, lintah juga dapat mengurangi rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terapi Hirudo Medicinalis Leech dan Herbal telah dijalankan Alie sejak tahun 2000. Proses penyembuhannya sendiri dapat dirasakan hari demi hari dan sangat cepat. Banyak penyakit yang dapat disembuhkan dengan terapi ini, mulai dari Diabetes Mellitus, migrain, jantung koroner sampai kelenjar tiroid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes Melitus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diabetes Mellitus adalah penyakit yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula. Kadar gula darah yang ada di dalam tubuh manusia itu sendiri sebetulnya terbagi atas tiga bagian. Pertama, kadar gula darah ketika pasien selesai makan. Kadar gula puasa artinya si penderita harus menjalani puasa selama 10-12 jam dan tidak diperbolehkan makan dan minum yang manis-manis (ada gangguan jika kadar gula darahnya melebihi 126 mg). Kadar gula darah yang normal pada pasien sesudah makan adalah 140 mg. Kedua, ketika pasien akan diperiksa. Jika nilainya lebih dari 250 mg/dl, pasien menderita Diabetes Mellitus. Ketiga, kelebihan gula yang kronis dalam darah yang disebut dengan hiperglikemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya glukosa ke dalam sel dibantu oleh insulin, yaitu sejenis hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Pada penderita Diabetes Mellitus, gula tidak dapat atau sulit masuk ke dalam sel karena sedikitnya hormon insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas, meskipun jumlah insulinnya sangat cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita Diabetes Mellitus tipe 1 biasanya mengalami gejala seperti sering buang air kecil, terutama pada tengah malam, bisa lebih dari tujuh kali dalam semalam, lapar dan haus, berat badan menurun, kelelahan, penglihatan kabur, infeksi pada kulit yang bertulang, meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni. Biasanya yang terkena Diabetes Mellitus tipe 1 ini adalah mereka yang berusia di bawah 20 tahun. Gejala ini mirip dengan tahap awal Diabetes Mellitus tipe 2 yang biasanya terjadi pada usia di atas 40 tahun. Sekarang ini prevelensinya semakin tinggi pada anak dan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya penderita tidak menyadari datangnya ancaman penyakit itu saat mengalami gejala pre-diabetes, yaitu kondisi pendahuluan dari munculnya Diabetes Mellitus tipe 2. Ini karena penderita belum mengalami gejala fisik Diabetes Mellitus, tetapi kadar gula darah puasa dalam tubuhnya sudah di atas normal. Gejala lain yang timbul pada penderita, antara lain, penglihatan kabur sehingga mengakibatkan kebutaan, luka yang lama sembuh, kaki yang terasa kebas, geli atau terbakar, infeksi jamur pada saluran reproduksi perempuan, dan impotensi pada pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perkiraan, lebih dari 50 persen penderita Diabetes Mellitus tipe 2 ini tidak terdiagnosis. Umumnya baru diketahui ketika berobat atau memeriksakan diri karena penyakit lain. Hal ini dapat mengakibatkan komplikasi Diabetes Mellitus serius yang, antara lain, ditandai dengan hilangnnya kesadaran, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, gangguan ketajaman penglihatan sampai mengakibatkan kebutaan, kerusakan jaringan (gangren) sampai harus diamputasi agar tidak menjalar ke jaringan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi Lintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang, jalan terakhir yang ditempuh oleh pasien yang mengidap penyakit ini pada stadium terakhir adalah amputasi. Dengan terapi lintah, pasien tak harus diamputasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kerongkongan tempat isapnya itu terdapat tiga rahang yang berbentuk seperti setengah gergaji yang dihiasi sampai 100 gigi kecil. Dalam waktu 30 menit, lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml, kuota yang cukup untuk hidupnya setengah tahun. Bahkan, air ludahnya pun mengandung zat aktif yang sekurang-kurangnya berisi 15 unsur. Contohnya adalah zat putih telur hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah. Hirudin ini mengandung penisilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi ini tidak hanya menggunakan lintah semata, tapi juga campuran herbal yang berguna untuk memperbaiki atau menghidupkan jaringan saraf yang tersumbat maupun mati. Biasanya terdapat di sekitar telapak kaki sampai lutut. " kalo Cuma lintah aja, ya, nggak akan bisa," terang Alie. Lintah yang sudah dicampur dengan herbal itu diletakkan pada bagian tubuh yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramuan herbal yang digunakan adalah ramuan herbal khusus yang merangsang kerja pankreas sehingga produksi insulin akan berangsur normal kembali. Ramuan ini pun sangat baik untuk sistem saraf dan sirkulasi darah pada daerah yang terserang diabetes. Keluhan kesemutan, mati rasa, kaku, bengkak (diabetes kering) akan membaik pada terapi berikutnya. Luka yang tidak bisa sembuh pun akan terlihat setelah terapi pada minggu kedua. Cairan nanah dan pendarahan pada luka akan berkurang dan mengering. "Jadi, tanpa perlu dioperasi, kalau pun sudah terlanjur diamputasi dan tidak juga bisa menutup, dengan terapi lintah ini semua bisa dilakukan," jelasnya.&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://lifestyle.okezone.com/read/2009/02/02/27/188625/27/sembuhkan-diabetes-mellitus-dengan-terapi-lintah"&gt;okezone&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-8393497190524475187?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/8393497190524475187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/sembuhkan-diabetes-mellitus-dengan_06.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8393497190524475187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/8393497190524475187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/sembuhkan-diabetes-mellitus-dengan_06.html' title='Sembuhkan Diabetes Mellitus dengan Terapi Lintah'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-6886855615310533450</id><published>2009-02-06T17:22:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T17:23:49.852-08:00</updated><title type='text'>Pelatihan Emergency Nursing</title><content type='html'>Pelatihan emergency nursing adalah pelatihan kegawatdaruratan yang dirancang untuk perawat, pelatihan ini diselenggarakan sejak 3 tahun yang lalu atas kerja sama antara Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan Departemen Kesehatan, WHO dan Norways Medic Team disusun suatu metoda pelatihan kegawatdaruratan yang bernuansa keperawatan bernama Emergency Nursing. Tim penyusunnya semua lini perawat mulai dari PPNI, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Persatuan Dokter Gawat Darurat Indonesia. Pelatihan ini terdiri dari 3 level;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Emergency Nursing Basic satu (ENB1) adalah pelatihan bagi perawat yang masih fresh graduate, berikutnya Emergency Nursing Basic dua (EBN2) merupakan pelatihan lanjutan perawat yang bertugas di UGD Rumah Sakit dan Puskesmas, dan Emergency Nursing Basic tiga sampai saat ini masih dalam proses penyelesaian.&lt;br /&gt;Yang membedakan antara pelatihan emergency nursing dengan pelatihan sejenis terletak pada nafas perawatnya yang begitu dominan. Misalnya pada ENB 2 perawat akan mendapat penekanan pada asuhan keperawatannya. Setiap kasus dalam gawat darurat ada dalam pelatihan. Jadi perawat bisa melakukan asuhan keperawatan  pada trauma, asuhan keperawatan pada luka bakar dan skill lainnya. &lt;br /&gt;Pada ENB 2, Perawat akan mendapatkan materi asuhan keperawatan baik dilapangan dan Rumah Sakit. Khusus untuk peserta yang bertugas dilapangan akan mendapat keterampilan menolong korban akibat trauma dan penyakit non trauma. &lt;br /&gt;Yang membedakan antara ENB 1 dan ENB 2 adalah pada ENB 1 peserta akan mendapatkan ilmu tentang manajemen disaster, manajemen transportasi, evakuasi dan sistem rujukan. Pada manajemen disaster, perawat mampu melakukan pemetaan area. Jika dalam area yang sering mangalami banjir, perawat bisa memetakan penyakit dan wabah apa yang akan muncul karena banjir. Smentara manajemen evakuasi lebih banyak berfokus pada terapan lapangan bagaimana memindahkan pasien.&lt;br /&gt;Bagaimana? Berminat untuk ikut pelatihan ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-6886855615310533450?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/6886855615310533450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/pelatihan-emergency-nursing_06.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/6886855615310533450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/6886855615310533450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/pelatihan-emergency-nursing_06.html' title='Pelatihan Emergency Nursing'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-6147688954343967524</id><published>2009-01-30T17:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T17:28:40.939-08:00</updated><title type='text'>Keluarga Tidak Harmonis Picu Balita Kegemukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/SYOpNi8Un8I/AAAAAAAAABU/7-Arwn4bUSw/s1600-h/HiMwYH44Gt.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 207px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/SYOpNi8Un8I/AAAAAAAAABU/7-Arwn4bUSw/s320/HiMwYH44Gt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297263636901044162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;OBESITAS pada anak-anak bukan semata dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang berlebihan. Kini, latar belakang keluarga yang tidak harmonis pun bisa menyebabkan masalah serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian menemukan, banyak keluarga di Negara Swedia berusia lima sampai enam tahun yang hidup dalam keluarga penuh masalah berpeluang besar mengalami obesitas dibandingkan dengan mereka yang hidup pada keluarga harmonis. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;recipestoday.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OBESITAS pada anak-anak bukan semata dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang berlebihan. Kini, latar belakang keluarga yang tidak harmonis pun bisa menyebabkan masalah serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian menemukan, banyak keluarga di Negara Swedia berusia lima sampai enam tahun yang hidup dalam keluarga penuh masalah berpeluang besar mengalami obesitas dibandingkan dengan mereka yang hidup pada keluarga harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beberapa keluarga mungkin saja bisa berdamai dengan stres, tetapi tidak dengan beberapa keluarga lainnya pada waktu bersamaan," ujar Felix-Sebastian Koch, dokter dari Universitas Linkoping, Swedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Koch, saat beban keluarga semakin berat untuk bisa menangani stres yang terus menumpuk, anak-anak yang berada pada masa perkembangan mengalami risiko tinggi obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koch dan para koleganya meneliti tingkat stres pada 7443 keluarga di Swedia, dimulai sejak anak-anak mereka lahir hingga berusia 5 tahun. Sebanyak 52 persen di antaranya adalah anak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Reuters Health, selama waktu penelitian, para orangtua melaporkan pemicu stres dalam keluarga berasal dari masalah hidup yang serius, seperti kecelakaan atau sakit, kematian, perceraian, pengangguran, juga korban kekerasan. Ada pula masalah yang menjadi konsumsi orangtua, seperti ketegangan hubungan dengan pasangan, kurangnya dukungan sosial, serta ketakutan akan kesehatan dan perkembangan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Stres berhubungan dengan berbagai faktor penyebab kegemukan lainnya," kata Koch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stres memang bukan satu-satunya penyebab kegemukan, tapi sangat penting rasanya bagi para keluarga untuk lebih peduli dan menangani masalah internal mereka. Jadi, anak-anak yang tumbuh dalam keluarga akan sehat, tanpa problem kegemukan.&lt;br /&gt;(tty)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-6147688954343967524?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/6147688954343967524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/keluarga-tidak-harmonis-picu-balita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/6147688954343967524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/6147688954343967524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/keluarga-tidak-harmonis-picu-balita.html' title='Keluarga Tidak Harmonis Picu Balita Kegemukan'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/SYOpNi8Un8I/AAAAAAAAABU/7-Arwn4bUSw/s72-c/HiMwYH44Gt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-6127118905344150230</id><published>2009-01-30T16:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T17:06:59.599-08:00</updated><title type='text'>Memberi ASI yang Nyaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/SYOkHYLFqOI/AAAAAAAAABM/lpILp3nnS8k/s1600-h/A8WQXObfgQ.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 205px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/SYOkHYLFqOI/AAAAAAAAABM/lpILp3nnS8k/s320/A8WQXObfgQ.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297258033372834018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang menyangkal kehebatan ASI dalam pembentukan antibodi terbaik untuk bayi. Dampak positifnya tak hanya dirasakan sepanjang pemberian ASI, tapi hingga besar nanti. Oleh karena itu, setiap ibu yang baru melahirkan pasti berniat memberi ASI eksklusif untuk sang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Agar niat baik Anda tidak menjadi sesuatu yang "menyiksa" baik bagi bayi maupun Anda sendiri, tip yang dikutip dari Health Discovery, Jumat (30/1/2009) berikut ini tentu akan sangat berharga bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lingkungan yang tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari tempat yang tenang saat tiba waktunya menyusui. Suasana ramai dan pencahayaan yang kelewat terang akan membuat bayi merasa tidak nyaman. Tidak hanya itu, Anda perlu menjaga suasana hati untuk tetap dalam keadaan tenang agar aliran ASI dapat berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dekapan nyaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan posisi yang nyaman saat Anda harus mendekap bayi, sebab posisi yang nyaman saat menyusui membuat bayi merasa lebih tenang. Letakkan bantal guling kecil di bagian kepala bayi, agar Anda dan sang bayi berada dalam posisi nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar merupakan kunci terpenting saat menyusui bayi. Bagi Anda para ibu baru, rasa kesal kadang muncul saat harus terjaga di malam hari karena sang bayi merasa haus. Biasanya, dibutuhkan waktu minimal seminggu untuk bayi bisa beradaptasi dengan puting susu Anda. Anda bisa pula melengkapi asupan gizi untuk bayi dengan susu formula. Namun, harus mengikuti anjuran yang disampaikan dokter Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Anda sadari, seorang wanita akan menjadi sempurna saat menjadi seorang ibu dan memberi ASI pada sang bayi. Lakukanlah dengan dengan tulus agar bayi Anda tumbuh sehat dan bahagia. &lt;a href="http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/30/196/187965/memberi-asi-yang-nyaman"&gt;(ftr)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-6127118905344150230?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/6127118905344150230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/memberi-asi-yang-nyaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/6127118905344150230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/6127118905344150230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/memberi-asi-yang-nyaman.html' title='Memberi ASI yang Nyaman'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/SYOkHYLFqOI/AAAAAAAAABM/lpILp3nnS8k/s72-c/A8WQXObfgQ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-736378623854517017</id><published>2009-01-25T17:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T17:08:43.381-08:00</updated><title type='text'>Bahaya Hipertensi, Stroke dan Merusak Ginjal</title><content type='html'>HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi cenderung menyebabkan stroke yang bisa menyerang kapan saja. Selain itu, hipertensi juga bisa merusak ginjal hingga gagal ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipertensi memang menjadi momok yang cukup menakutkan. Bukan hanya orang dewasa yang bisa terserang penyakit ini, para remaja juga bisa mengidapnya. Kini, hipertensi yang sering disebut the silent killer ternyata memicu terjadinya penyakit ginjal dan gagal ginjal. Bahkan, saat fungsi ginjal mengalami gangguan, maka tekanan darah pun akan meningkat dan dapat menimbulkan hipertensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, tekanan darah tinggi bisa merusak ginjal ketika tekanan darah melebihi 140 mmHg/90 mmHg. Kerusakan pada ginjal terjadi karena aliran darah ke organ penting itu terganggu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hubungan timbal balik antara hipertensi dan penyakit ginjal bahkan sudah terbukti. Hipertensi yang melebihi 140 mmHg/90 mmHg akan menyebabkan kerusakan pada bagian korteks atau lapisan luar ginjal yang akan merangsang produksi hormon renin. Kelebihan hormon ini akan menstimulasi terjadinya peningkatan tekanan darah dan hipertensi pada mereka yang mengalami kerusakan ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila salah satu faktor pendukung kerja ginjal, misalnya aliran darah ke ginjal, jaringan ginjal atau saluran pembuangan ginjal terganggu atau rusak, maka fungsi ginjal akan terganggu atau berhenti sama sekali," kata Dr Rahardjo SpDK-KGH di Jakarta, beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya, seseorang penderita gagal ginjal tahap akhir hanya bisa bertahan hidup dengan menjalankan cuci darah (hemodialisis) seumur hidupnya. Tentu biayanya sangat mahal, sekitar Rp600.000 sampai Rp700.000 untuk sekali cuci darah. Padahal seorang penderita gagal ginjal paling tidak harus cuci darah dua kali seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara hipertensi dan kerusakan ginjal yang lain, menurut Rahardjo, adalah saat ginjal rusak karena hipertensi sehingga terjadi pengeluaran air dan garam yang tidak normal di dalam ginjal. Pengeluaran garam dan air yang tidak normal itulah yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah, selain zat renin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah hipertensi, menurut Rahardjo, sebagian besar disebabkan faktor keturunan, kebiasaan makan garam, stres, dan gangguan metabolisme lemak dan karbohidrat. Hipertensi juga merupakan gangguan kesehatan yang diderita 10 persen hingga 30 persen orang dewasa di seluruh negara. "Jadi yang perlu diperhatikan adalah menangani dengan secepat dan sedini mungkin hipertensi yang diderita sehingga tidak sempat merusak ginjal," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut data AHA (American Heart Association) di Amerika Serikat, ditemukan satu dari tiga orang di dunia mengalami tekanan darah tinggi. Masih data dari AHA, semua orang yang mengidap hipertensi hanya sepertiga yang mengetahui keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, belum ada data nasional tentang jumlah penderita hipertensi. Namun, pada studi MONICA 2000 di daerah perkotaan Jakarta dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 2000-2003 di daerah Lido, Kecamatan Cijeruk, ditemukan kasus hipertensi derajat II. Artinya, penderita hipertensi di daerah tersebut hanya sebagian kecil yang menjalani pengobatan masing-masing 13,3 persen dan 4,2 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun penyebabnya, tekanan darah tinggi mempunyai dampak yang besar di masyarakat. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk serangan jantung dan stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Intinya ketika terdeteksi menderita hipertensi, pasien seharusnya langsung mendatangi rumah sakit. Atau setidaknya memperhatikan penyakit yang dideritanya. Tanpa kepedulian, hipertensi bisa mengakibatkan kerusakan ginjal yang parah," kata Dr Wijaya dari Universitas Indonesia beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab hipertensi, menurut Wijaya, selain faktor keturunan juga penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan obat-obatan tersebut secara terus-menerus dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. "Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi karena tembakau mengandung nikotin. Minuman beralkohol juga pemicu hipertensi. Jadi berhentilah mengonsumsi minuman beralkohol dan rokok," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lifestyle.okezone.com/read/2009/01/15/27/182877/27/bahaya-hipertensi-stroke-dan-merusak-ginjal"&gt;okezone.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-736378623854517017?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/736378623854517017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/bahaya-hipertensi-stroke-dan-merusak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/736378623854517017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/736378623854517017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/bahaya-hipertensi-stroke-dan-merusak.html' title='Bahaya Hipertensi, Stroke dan Merusak Ginjal'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-3296896700808856542</id><published>2009-01-25T17:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T17:05:48.122-08:00</updated><title type='text'>Cegah Kanker Serviks Sedini Mungkin</title><content type='html'>WANITA pekerja tampaknya harus waspada dengan bahaya kanker serviks. Pasalnya, penyakit ini sangat mematikan dan menelan banyak korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof M Farid Aziz, Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kanker serviks banyak menimpa wanita produktif usia 30 sampai 50 tahun. Akibatnya, banyak wanita yang mengalami gangguan kualitas hidup secara fisik, kejiwaan, dan kesehatan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kanker serviks disebabkan oleh Human Pappilloma Virus (HPV). HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan sering kali bertukar perlengkapan pribadi, misalnya celana dalam atau handuk. Penyakit kanker serviks pun bisa menurun kepada anak yang dilahirkan ibu pengidap HPV. Itu berarti, risikonya lebih besar dibandingkan dengan perokok berat," tutur Prof M Farid Aziz &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini perkembangan HPV sangat resisten (bertahan) terhadap panas dan proses pengeringan. Untuk itulah para wanita harus segera mengenali gejala penyakit ini sedini mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gejalanya seperti pendarahan pada liang senggama, timbulnya keputihan bercampur darah dan berbau, serta nyeri panggul atau tidak bisa buang air kecil," sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia kanker serviks menduduki peringkat pertama di antara 10 jenis kanker yang diderita kaum wanita. Bahkan, sekitar 20 sampai 25 wanita meninggal atau setiap dua menit wanita meninggal di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cara mendeteksi kanker serviks sendini mungkin bisa saja dilakukan dengan Pap Smear atau Inspeksi Visual Asetat (IVA-Visual Inspection with Acetic Acid) sebagai penganti tes Pap Smear," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati berbahaya, para wanita pun masih tetap bisa menepis bahaya kanker serviks. Caranya dengan pengobatan atau terapi berdasarkan stadium kanker serviks saat didiagnosis. Misalnya, tindakan bedah, kemoterapi, dan terapi paliatif (palliative care) yang lebih difokuskan pada peningkatan kualitas hidup pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pencegahan primer berupa vaksin sebaiknya diberikan sedini mungkin kepada remaja puteri berusia 10 tahun. Hanya saja, pemberian vaksin ini harus mendapatkan rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan HOKI (Himpunan Onkologi Genekologi Indonesia). Sementara pencegahan sekunder melalui Pap Smear atau Inspeksi Visual Asetat (IVA) biasanya diberikan kepada mereka yang telah berhubungan seksual," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat yang sama, Prof Samsuridjal Djauzi SpPD KAI FACS menambahkan, tidak seperti beberapa virus lain, jika seorang wanita terinveksi HPV tak berarti menjadi kebal dengan virus ini. Dia tetap mendapatkan infeksi berulang dari tipe HPV yang sama atau berbeda, dan berisiko terkena kanker serviks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Vaksin kanker serviks bekerja meningkatkan kekebalan tubuh untuk melindungi dari infeksi atau reinfeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks," pungkas menyebut biaya vaksin kini lebih murah Rp700 ribu.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lifestyle.okezone.com/read/2009/01/21/27/185124/27/cegah-kanker-serviks-sedini-mungkin"&gt;okezone.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-3296896700808856542?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/3296896700808856542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/cegah-kanker-serviks-sedini-mungkin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3296896700808856542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3296896700808856542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/cegah-kanker-serviks-sedini-mungkin.html' title='Cegah Kanker Serviks Sedini Mungkin'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-2235554067521611425</id><published>2009-01-25T16:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T16:41:49.146-08:00</updated><title type='text'>10 Mitos Tentang Rokok</title><content type='html'>Suatu hari di tempat praktek ada seorang pasien berkata, “Dok, saya mencari obat untuk berhenti merokok. Saya sudah kecanduan banget. Ngga bisa berhenti nih!” Hmm, andai saja ada pabrik obat yang menjual “Obat berhenti merokok” dan orang benar-benar bisa berhenti merokok karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Merokok merupakan masalah klasik yang sudah lama menghiasi kehidupan manusia. Meski rata-rata perokok sudah mengetahui bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensi, kanker dan lain-lain -seperti yang tertulis pada setiap akhir iklan rokok (walaupun hanya sesaat), namun kenyataannya orang masih saja merokok. Ironisnya, akibat yang ditimbulkan bukan hanya bagi mereka yang menghisapnya, perokok pasif juga harus menanggung beban ini. Ada banyak alasan yang digunakan perokok ketika disarankan untuk berhenti. Dan alasan-alasan tersebut kini menjadi mitos yang harus dipatahkan! Nah, berikut adalah mitos-mitos seputar rokok:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mitos 1: Dengan merokok saya terlihat macho/sexy&lt;br /&gt;Tepatnya, pabrik rokok mengharapkan anda berpikir seperti itu. Mungkin awalnya memang iya, tapi tunggu saja. Merokok dapat menimbulkan kulit keriput dan gigi kuning. Merokok juga berkontribusi pada osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kalau sudah begitu, tubuh tidak lagi tegap. Dan yang lebih penting, merokok dapat menyebabkan impotensi. Apa itu yang namanya macho/sexy?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos 2: Berhenti merokok bisa membuat saya gemuk&lt;br /&gt;Bertambanya berat badan banyak dialami orang yang mencoba berhenti merokok. Hal ini terjadi karena kebiasaan menghisap rokok kini berganti dengan makan. Namun dengan merencanakan diit gizi yang sehat dan meningkatkan aktivitas akan membantu kita memecahkan masalah ini. Bahkan, dengan olahraga, tidak hanya masalah berat badan saja yang dapat diatasi, namun stamina dan kapasitas paru yang hilang ketika merokok juga dapat dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos 3: Saya akan berhenti ketika saya hamil&lt;br /&gt;Mungkin akan lebih sulit untuk hamil bila anda merokok karena merokok adalah penyebab mayor dari infertilitas. Wanita yang merokok memiliki resiko keguguran dan komplikasi selama kehamilan yang meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos 4: Merokok tidak melukai orang lain selain diri sendiri&lt;br /&gt;Salah! Bila merokok di sekitar orang lain, anda telah menyakit mereka terutama yang memiliki asma, penyakit jantung, alergi atau anak-anak. Perokok pasif juga mempunyai resiko yang meningkat seperti pada perokok aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos 5: Saya masih muda, saya akan berhenti merokok beberapa tahun lagi&lt;br /&gt;Hampir semua perokok aktif mulai merokok ketika masih muda. Dan kebanyakan dari mereka berharap dapat berhenti beberapa tahun kemudian. Namun kebanyakan masih merokok setelah lima tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos 6: Hanya satu rokok sehari kok&lt;br /&gt;Merokok tidaklah aman sekalipun hanya 1 rokok dalam sehari. Setiap rokok mengandung sekitar 1 sampai 2 miligram nikotin yang dapat mencapai otak setelah 10 detik dihirup. Segera setelah tiupan pertama adrenalin akan sibuk meningkatkan tekanan darah, denyut jantung dan nafas anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos 7: Rokok saya “light”, jadi ya ga masalah&lt;br /&gt;Munurut Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, rokok “light” memiliki kandungan yang sama dengan rokok pada umumnya, termasuk lead, ammonia, benzene, DDT, gas butane, carbon monoxide, arsenic dan polonium 210.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos 8: Kanker Payudara adalah kanker pembunuh nomor 1 pada wanita&lt;br /&gt;Tet tot! Yang benar adalah kanker paru. Meningkatnya angka kematian akibat kanker paru berhubungan langsung dengan meningkatnya rate dari merokok. Merokok juga merupakan resiko mayor pada penyakit jantung, si pembunuh nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos 9: Merokok dapat memperbaiki mood&lt;br /&gt;Beberapa orang percaya rokok dapat menambah semangat, namun itu dapat menurunkan moodmu. Jika anda sedang down atau depresi, rokok dapat menempatkan anda pada resiko yang lebih tinggi untuk depresi, hiperaktivitas, dan attention deficit disorder. Seperti pada penelitian terbaru disebutkan, remaja yang merokok memiliki resiko 4 kali yang lebih besar untuk mengalami depresi dari remaja yang tidak merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos 10: Mengunyah tembakau adalah aman karena tidak melalui inhalasi&lt;br /&gt;Bukan hanya kanker paru yang dapat membunuh. Mereka yang mengunyah tembakau memiliki resiko untuk kanker pada rongga mulut, yang dapat mengenai lidah, bibir dan gusi. Seperti pada merokok, lebih cepat berhenti lebih besar kesempatan anda untuk meloloskan diri dari penyakit-penyakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be Healthy, Be Happy!&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-2235554067521611425?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/2235554067521611425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/10-mitos-tentang-rokok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/2235554067521611425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/2235554067521611425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/10-mitos-tentang-rokok.html' title='10 Mitos Tentang Rokok'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-404248992102802584</id><published>2009-01-25T05:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-25T05:16:52.493-08:00</updated><title type='text'>Rawat Organ Seksual Secara Rutin</title><content type='html'>ORGAN intim pada kelamin perempuan adalah salah satu bagian dari tubuh yang harus dirawat secara rutin dan hati-hati. Alat kelamin pada perempuan atau yang biasa disebut dengan vagina dalam kamus wikipedia itu mempunyai arti penting bagi kaum hawa. Kata vagina berasal dari bahasa Latin yang makna literalnya "pelindung" atau "selongsong".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dokter spesialis kandungan dan ginekologi dari Fakultas Kedokteran/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG (K) mengatakan, jangan pernah menyepelekan kesehatan pada organ intim. Alasannya, pada organ itu ternyata banyak penyakit yang akan timbul apabila yang bersangkutan menyepelekan perawatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perawatan adalah salah satu cara agar alat kelamin selalu sehat dan agar kita terhindar dari penyakit yang terjadi pada alat kelamin," ucapnya. Pernyataan yang sama juga terlontar dari Pimpinan Mitra Inti Foundation, sebuah lembaga kesehatan di bidang seksualitas dan kesehatan reproduksi, Laily Hanifah MKes. Dia mengatakan, banyak cara untuk merawat organ seksual wanita. "Cara-cara yang dilakukan pun tidak rumit dan bisa dilakukan sendiri," ujar Laily yang aktif melakukan pelatihan terhadap guru bimbingan konseling mengenai pendidikan seksual pada sekolah-sekolah di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya yang berjudul Kesproholic A-Z tanya jawab seputar masalah seksualitas, dituliskan bahwa terdapat langkah-langkah untuk mengetahui atau melihat kesehatan pada vagina. Satu di antaranya dengan cara memperhatikan cairan vagina. Cairan vagina yang dimiliki perempuan ada yang kental dan cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila cairan berwarna bening, cair dan tidak beraroma, maka vagina bisa dikatakan sehat. Tetapi jika cairan mengental, berwarna kuning, hijau atau pekat dan beraroma, besar kemungkinan vagina mengalami infeksi," tutur lulusan Universitas Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat, 1993 tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan juga harus dilakukan secara rutin. Caranya, bisa dilakukan dengan meraba dan memperhatikan vagina. Lalu, perhatikan dengan menggunakan cermin. Kelebihan berat badan juga dapat memengaruhi warna pada vagina, demikian juga dengan bertambahnya usia, maka warna vagina semakin gelap. "Apabila pada saat meraba terdapat benjolan pada bagian-bagian tertentu, segera periksakan ke dokter. Bisa saja terjadi penyumbatan pada saluran disebabkan adanya infeksi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan oleh Laily, jika mengalami gejala-gejala infeksi pada vagina, jangan langsung mengobati sendiri dengan membeli obat bebas di apotek. Dia juga mengingatkan, jangan sembarangan mengonsumsi obat tanpa petunjuk dokter kalau tidak ingin mengalami efek samping yang justru akan merugikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, untuk mengetahui vagina yang sehat dapat dilakukan dengan perlunya mengetahui secara detail dan mendalam siapa pasangan intim Anda. Kondisi saat berhubungan intim pun harus diketahui, sekalipun kondisi baik, bisa jadi Anda dengan pasangan sedang mengalami infeksi yang menular secara seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh sebab itu, sebaiknya rutin memeriksakan diri dan pasangan ke dokter kesehatan organ reproduksi. Dan ingat, lakukan seks yang cerdas!" tutur Laily.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laily mengatakan, dalam melakukan perawatan sebaiknya jangan dilakukan di salon dengan cara spa vagina atau perawatan lainnya. Jika hal tersebut dilakukan, maka akan berpotensi mengubah kondisi asam yang ada dalam vagina menjadi basa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dikatakan Laily, kecuali jika terjadi infeksi, maka sesegera mungkin dibawa ke dokter untuk mendapatkan tindak lanjut. Nah untuk hasil pemeriksaan yang lebih baik, disarankan meminta melakukan tes laboratorium. Ini dimaksudkan agar kita tahu, bakteri apa yang ada di dalam organ intim Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lakukan perawatan sendiri, dan bisa juga dibarengi dengan meminum yogurt agar mendapatkan hasil perawatan yang maksimal," pesan wanita kelahiran 20 Oktober 1974 itu.&lt;br /&gt; sumber : &lt;a href="http://www.okezone.com/"&gt;(sindo//tty)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-404248992102802584?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/404248992102802584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/rawat-organ-seksual-secara-rutin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/404248992102802584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/404248992102802584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/rawat-organ-seksual-secara-rutin.html' title='Rawat Organ Seksual Secara Rutin'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-7655084836163439985</id><published>2009-01-25T03:21:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:44:23.839-08:00</updated><title type='text'>Asuhan Keperawatan Gratis / Free!</title><content type='html'>&lt;p&gt;    Hai teman2, bingung pengen bikin asuhan keperawatan dengan mudah dan gampang serta hemat waktu? saya punya beberapa asuhan keperawatan yang bisa langsung kalian download, semuanya gratis lho! Kini, teman2 tidak perlu lagi membuang waktu, tenaga dan banyak biaya untuk mengetik atau rental komputer atau bahkan menyewa jasa pengetikan. teman2 hanya perlu mendownload asuhan keperawatan ini dan mengeditnya sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;semoga dapat membantu teman2 dalam menyelesaikan tugas perkuliahannya masing2.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;sementara masih beberapa asuhan keperawatan saja yang bisa didownload, tapi akan saya &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;update tiap hari untuk asuhan keperawatan yang baru, selamat mendownload :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3266450/ASKEPCederaKepala.doc.html"&gt;Askep  cedera kepala&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3266403/ASKEPCABULI.DOC.html"&gt;Askep kanker buli-buli&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3266272/ASKEPcamammae.doc.html"&gt;Askep ca mammae &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3265972/ASKEPATRESIAANI.doc.html"&gt;Askep atresia ani&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3265762/askepappendiks1.doc.html"&gt;Askep appendicitis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3265618/acute_limphosityc_leucimia.pdf.html"&gt;Askep leuchemia limphosit&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3294901/ASKEPcks.doc.html"&gt;Asuhan keperawatan cedera kepala sedang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3294912/ASKEPCederaOtakBerat.doc.html"&gt;Askep cedera kepala berat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3294928/ASKEPcacolon.doc.html"&gt;Askep kanker colon&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3294928/ASKEPcacolon.doc.html"&gt;Askep ca rekti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3294941/ASKEPCOMBUSTIO.doc.html"&gt;Askep Combustio&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3294947/ASKEPEFUSIPLEURA.doc.html"&gt;Askep efusi pleura&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3294951/ASKEPFRACTURCERVICAL.doc.html"&gt;Askep fraktur cervical&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3294957/ASKEPFRAKTURFEMUR.doc.html"&gt;Askep fraktur femur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3294970/AskepFrakturMandibula.DOC.html"&gt;Askep fraktur mandibularis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3294998/ASKEPhematotorak.doc.html"&gt;Askep hematothorak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3295010/ASKEPhernia.Doc.html"&gt;Askep hernia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3295021/ASKEPHIPERTIROIDISME.doc.html"&gt;Askep hipertiroidism&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3295032/ASKEPHIRSPRUNG.doc.html"&gt;Askep hisprung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3295043/ASKEPISK.doc.html"&gt;Askep ISK &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3295047/AskepUrolithiasis.doc.html"&gt;Askep Urolitiasis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3318743/ASKEPangina.Doc.html"&gt;Askep Angina&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3318768/ASKEPAMI.doc.html"&gt;Askep AMI &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3337161/ASKEPDM.doc.html"&gt;Askep DM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3337195/ASKEPdhf.doc.html"&gt;Askep DHF&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3337217/ASKEPDECOMCORDIS.doc.html"&gt;Askep Decomp Cordis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3337217/ASKEPDECOMCORDIS.doc.html"&gt;Askep Bronkiektasis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3346025/ASKEPASMA.doc.html"&gt;Askep Asma&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3346043/ASKEPBronkopneumonia.doc.html"&gt;Askep Bronkopneumonia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3346077/ASKEPCAPARU.doc.html"&gt;Askep Kanker Paru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3346147/ASKEPchestpain.doc.html"&gt;Askep Chest Pain&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3346180/ASKEPGOUT.DOC.html"&gt;Askep GOUT&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693596/ASKEPKARSINOMAvulva.doc.html"&gt;Askep karsinoma vulva &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693597/ASKEPAnteNatalCare.doc.html"&gt;Askep Antenatal Care&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693588/ASKEPLetsu.doc.html"&gt;Askep Letak Sungsang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693589/ASKEPEKSTRAKSIVACUM.doc.html"&gt;Askep Vacum Ekstraksi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693590/ASKEPabImminen.doc.html"&gt;Askep AB Iminens&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693591/ASKEPabortus.doc.html"&gt;Askep Abortus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693592/ASKEPkistomaovarii.doc.html"&gt;Askep Kista Ovarii&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693593/ASKEPmioma.doc.html"&gt;Askep Mioma&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693594/ASKEPhipertensi-gravida.doc.html"&gt;Askep Hipertensi-Gravida&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693595/ASKEPMakrosomia.doc.html"&gt;Askep Makrosomia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693756/ASKEPSCpanggulsempit.doc.html"&gt;Askep SC Panggul Sempit&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693757/ASKEPsectiocaesarea.doc.html"&gt;Sectio Cesarea&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693758/ASKEPPreeklampsia.doc.html"&gt;Askep Preeklamsia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693759/KEHAMILANEKTOPIK.doc.html"&gt;Kehamilan Ektopik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693760/ASKEPPRIMIGRAVIDA.DOC.html"&gt;Askep Primi Gravida&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693761/ASKEPSEROTINUSSC.doc.html"&gt;Askep Serotinus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693762/ASKEPPERSALINANNORMAL.doc.html"&gt;Askep Persalinan Normal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693763/ASKEPpartusmacet.doc.html"&gt;Askep Partus Macet&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693764/ASKEPRUPTURUTERI.doc.html"&gt;Askep Ruptur Uteri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3346267/ASKEPHematemesisMelena.DOC.html"&gt;Askep Hematemesis melena&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3346267/ASKEPHematemesisMelena.DOC.html"&gt;Askep Hernia Nukleus Purposus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693835/ASKEPTUMORMEDULASPINALIS.doc.html"&gt;Askep Tumor Medula Spinalis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693836/CerebralPalsy.doc.html"&gt;Askep Serebral Palsi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693837/ASKEPStrokeHEMORHAGIC.doc.html"&gt;Askep Stroke Hemoragi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693838/ASKEPotitismediaacut.doc.html"&gt;Askep Otitis Media Akut&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693839/ASKEPCHEFALGIA.doc.html"&gt;Askep Cephalgia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693840/ASKEPTUMOROTAK.Doc.html"&gt;Askep Tumor Otak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693841/ASKEPCANASOFARING.doc.html"&gt;Askep kanker Nasofaring&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693842/ASKEPMENINGITIS.doc.html"&gt;Askep Meningitis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693843/ASKEPSTROKENONHEMORAGIK.doc.html"&gt;Askep Stroke Non Hemoragi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693893/ASKEPUlkusKornea.doc.html"&gt;Askep Ulkus Kornea&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693894/ASKEPTraumatembuspadamata.doc.html"&gt;Askep Trauma Tembus Pada Mata&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693895/ASKEPKATARAK.doc.html"&gt;Askep Katarak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693896/ASKEPABLASIORETINA.doc.html"&gt;Askep Blasio Retina&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693897/ASKEPhifema.doc.html"&gt;Askep Hifema&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3693898/ASKEPglaukoma.doc.html"&gt;Askep Glaukoma&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3346301/ASKEPHipertensi.doc.html"&gt;Askep Hipertensi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3346328/ASKEPosteoartritis.doc.html"&gt;Askep Osteoartritis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3346361/ASKEPPJB-PDA.doc.html"&gt;Askep PJB-PDA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3349589/ASKEPTBPARUHEMAPTOE.doc.html"&gt;Askep Hemoptoe&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3359218/ASKEPCKD.doc.html"&gt;Askep CKD&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3365766/ASKEPGAGALGINJALKRONIS.doc.html"&gt;Askep Gagal Ginjal Kronis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3365788/ASKEPGETropik.doc.html"&gt;Askep GE Tropik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3365829/ASKEPENDOKARDITIS.DOC.html"&gt;Askep Endokarditis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3365896/MATERIABSESPARU.doc.html"&gt;Askep Abses Paru&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3365909/ASKEPTHALASEMIA.doc.html"&gt;Askep Thalasemia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3365923/ASKEPSLE.doc.html"&gt;Askep SLE&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3365966/MATERIBATUKDARAH.doc.html"&gt;Batuk Darah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3366021/MATERIKULIAHSYOKANAFILAKTIK.doc.html"&gt;Askep Syok Anafilaktik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3366059/ARDS.doc.html"&gt;Askep ARDS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3366098/ASKEPCederaKepala.doc.html"&gt;Askep Cedera Kepala&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3366117/ASKEPFRACTURCERVICAL.doc.html"&gt;Askep Fraktur Cervical&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3418096/ASKEPGAGALNAFAS.doc.html"&gt;Askep Gagal Nafas&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3418109/ASKEPHIPOGLIKEMIA.doc.html"&gt;Askep Hipoglikemia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3418145/ASKEPIntoksikasiBaygon.pdf.html"&gt;Askep Intoksikasi Baygon&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3418189/ASKEPKLIENDGCVP.doc.html"&gt;Askep Klien Dengan CVP&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3418216/ASKEPPERITONIS-RUPTURHEPAR.doc.html"&gt;Askep Peritonitis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3474718/ASKEPDIABETIKKETOASIDOSIS.doc.html"&gt;Askep Diabetik Ketoasidosis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3618034/ASKEPPayahJantung.doc.html"&gt;Askep Payah Jantung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3618059/ASKEPTRAUMATHORAX.doc.html"&gt;Askep Trauma Thorax&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3620205/MATERIBlooodGasAnalisa.doc.html"&gt;Askep Analisa Gas Darah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3620246/ASKEPTETANI.DOC.html"&gt;Askep Tetanus&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3620262/ASKEPRespirator.doc.html"&gt;Askep Respirator&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3620302/askepCVAINFARK1.doc.html"&gt;Askep CVA Infark&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3691874/ASKEPDELIREUM.DOC.html"&gt;Askep Delirium&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3691895/ASKEPHARGADIRIRENDAH.doc.html"&gt;Askep Harga Diri Rendah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3691946/ASKEPManarikDiri.doc.html"&gt;Askep Menarik Diri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692105/AskepPasienCuriga.DOC.html"&gt;Askep Pasien Curiga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692139/ASKEPPERILAKUKEKERASAN.doc.html"&gt;Askep Perilaku Kekerasan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692260/ASKEPSCIZOFRENIA.doc.html"&gt;Askep Scizofrenia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692265/ASKEPWaham.doc.html"&gt;Askep Waham&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692278/ASKEPHALUSINASIPERSEPTUAL.doc.html"&gt;Askep Halusinasi Perseptual&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692301/ASKEPKEHILANGAN.doc.html"&gt;Askep Kehilangan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692324/ASKEPLPDEPRESI.doc.html"&gt;Askep Depresi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692356/ASKEPPASIENMANIA.doc.html"&gt;Askep Pasien Maniak&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692370/ASKEPPERAWATANDIRIKURANG.doc.html"&gt;Askep Perawatan Diri Kurang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692378/ASKEPSUICIDE.doc.html"&gt;Askep Suicide&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692590/ASKEPTOILETING.doc.html"&gt;Askep Toileting&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692609/THERAPIAKTIVITASKLP.doc.html"&gt;Terapi Aktivitas Kelompok&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-7655084836163439985?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/7655084836163439985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/asuhan-keperawatan-gratis-free.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/7655084836163439985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/7655084836163439985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/asuhan-keperawatan-gratis-free.html' title='Asuhan Keperawatan Gratis / Free!'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-3182514717891822231</id><published>2009-01-24T09:38:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T04:47:00.358-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-3182514717891822231?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/3182514717891822231/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/informasi-kegiatan-pelatihan-di-rsup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3182514717891822231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3182514717891822231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/02/informasi-kegiatan-pelatihan-di-rsup.html' title=''/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-4154688666612839866</id><published>2009-01-21T08:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T08:43:42.259-08:00</updated><title type='text'>Tip Atasi Jerawat</title><content type='html'>Wajah merupakan salah satu bagian dari penampillan yang paling sering dilihat orang. Mendapatkan wajah yang alami, bersih, dan jauh dari timbunan jerawat tentunya bukan hal yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikutip dari Cosmopolitan, untuk tetap menjaga kesehatan wajah, ada beberapa tip khusus untuk mengatasi jerawat, yaitu dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rajin mencuci muka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerawat timbul karena wajah yang kotor tidak segera dibersihkan. Debu dan kotoran yang melekat pada wajah menjadi alasan utama mengapa wajah menjadi cepat berjerawat. Oleh karena itu, cucilah wajah sebelum tidur dan pada saat merasa wajah tengah kotor. Minimal dua kali dalam satu hari wajah harus dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjaga makanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak memakan makanan yang berlemak Anda bisa sedikit terhindarkan dari jerawat yang akan meghiasi wajah. Pilihlah bahan makanan yang rendah kandungan lemaknya. Selain bisa membuat tubuh terlihat lebih lebar, lemak ternyata juga berpengaruh pada kesehatan wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kontrol stres&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda bisa menyelesaikan masalah tanpa harus mengalami stres yang berkepanjangan, dipercaya hal ini juga akan berpengaruh terhadap kesehatan kulit wajah. Tetapi bila tidak bisa mengontrol stres dengan baik, hal ini bisa menimbulkan jerawat di kulit wajhmu yang lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gunakan masker wajah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masker wajah punya manfaat yang sangat penting bagi kesehatan wajah. Selain bermanfaat untuk mengencangkan dan peremajaan kulit, masker juga mempunyai manfaat untuk mengatasi jerawat. Jadi mulai sekarang rajin-rajinlah menggunakan masker wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hindari kebiasaan memencet jerawat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemas melihat jerawat menghiasi wajah tentunya kerap membuat Anda ingn memencetnya. Padahal yang sebenarnya terjadi, ketika memencet jerawat, hal ini akan menimbulkan noda hitam yang sangat sulit untuk dihilangkan. Oleh karena itu mulai sekarang hindarilah kebiasaan buruk dengan memencet jerawat, karena itu hanya membuat penampilan menjadi berkurang kecantikannya. (jri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-4154688666612839866?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/4154688666612839866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/tip-atasi-jerawat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/4154688666612839866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/4154688666612839866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/tip-atasi-jerawat.html' title='Tip Atasi Jerawat'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-1800775373914486485</id><published>2009-01-20T09:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T06:51:13.212-08:00</updated><title type='text'>Download Dapat Uang??</title><content type='html'>Hai, posting saya hari ini mengenai bagaimana caranya mendapatkan uang dari setiap upload file yang kita miliki. Caranya gampang saja, silahkan klik link dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/register.php?referralid=%28y2b3%7Bb;_-"&gt;Join Now&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap file yang di upload, kita mendapatkan $0,1 !! lumayan kan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makanya buruan daftar di ziddu.com, hanya melalui link diatas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat berbisnis&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-1800775373914486485?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/1800775373914486485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/download-dapat-uang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1800775373914486485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1800775373914486485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/download-dapat-uang.html' title='Download Dapat Uang??'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-1383161337945637662</id><published>2009-01-20T08:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T08:17:27.356-08:00</updated><title type='text'>Cemas Kanak-Kanak Perburuk Anoreksia</title><content type='html'>WANITA pengidap anoreksia yang memiliki riwayat gangguan cemas di masa kecilnya, kemungkinan akan mengalami gejala-gejala gangguan makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui bahwa gangguan cemas seperti fobia sosial dan gangguan perilaku OCD (Obsessive Compulsive Disorder), lebih sering terjadi pada orang dengan anoreksia dibandingkan populasi pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gangguan cemas ini biasanya muncul lebih dulu dari gangguan makan. Penelitian yang dilakukan Dr Cynthia M Bulik dari University of North Carolina di Chapel Hill bersama koleganya berupaya mencari tahu apakah sekiranya sejarah gangguan cemas berlebih (overanxious disorder) pada masa kecil berhubungan dengan sejumlah kasus anoreksia pada wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, didapati bahwa dari 637 wanita dengan anoreksia, sekitar 39%-nya memiliki gejala gangguan cemas berlebih pada masa kecilnya. Selain itu, pada hampir semua kasus, gejala cemas tersebut timbul sebelum anoreksia menyerang. Hasil studi terbaru ini kemudian dipublikasikan di the International Journal of Eating Disorders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, peneliti juga menemukan bahwa wanita dengan riwayat gangguan cemas di masa kecil menampakkan beberapa kepribadian atau perilaku yang cenderung "ekstrem", misalkan sifat perfeksionis dan gangguan obsesif yang terkait dengan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga cenderung sengaja "membersihkan diri" dengan cara muntah atau mengonsumsi obat pencahar supaya membatasi asupan makanan. Bulik dan timnya berpendapat, gangguan cemas ketika masa kecil menjadi semacam "gerbang masuk" menuju anoreksia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, ini menegaskan pentingnya kesadaran dan penanganan sedini mungkin terhadap kondisi ini. Anoreksia adalah suatu gangguan makan. Si penderita rela untuk kelaparan (menahan lapar) demi mendapatkan tubuh yang kurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran bila kasus ini terbanyak dialami wanita muda yang mengalami kekhawatiran berlebih akan menjadi gemuk. Karena itu melakukan diet yang terlampau ketat. Akibatnya, yang bersangkutan bisa sampai masuk rumah sakit atau bahkan meninggal. (sindo//nsa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-1383161337945637662?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/1383161337945637662/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/cemas-kanak-kanak-perburuk-anoreksia_1534.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1383161337945637662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/1383161337945637662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/cemas-kanak-kanak-perburuk-anoreksia_1534.html' title='Cemas Kanak-Kanak Perburuk Anoreksia'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-3588756775204909445</id><published>2009-01-08T19:49:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T19:53:14.975-08:00</updated><title type='text'>Beberapa Kata Bijak...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/SWbKCbA0cJI/AAAAAAAAAA4/dSDCl35kSDg/s1600-h/beach_and_sea_6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/SWbKCbA0cJI/AAAAAAAAAA4/dSDCl35kSDg/s320/beach_and_sea_6.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289136955352969362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan “rendah hati.”&lt;br /&gt;Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri.&lt;br /&gt;Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna.&lt;br /&gt;Einstein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung.&lt;br /&gt;Einstein&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-3588756775204909445?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/3588756775204909445/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/beberapa-kata-bijak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3588756775204909445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/3588756775204909445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/beberapa-kata-bijak.html' title='Beberapa Kata Bijak...'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/SWbKCbA0cJI/AAAAAAAAAA4/dSDCl35kSDg/s72-c/beach_and_sea_6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-7088003461244484183</id><published>2009-01-07T06:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T17:47:57.560-08:00</updated><title type='text'>My Blogroll</title><content type='html'>Halaman ini memuat alamat blog ataupun website yang membantu saya dalam mencari inspirasi dalam membuat blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://Jeanz-belel.blogspot.com"&gt;Jeanz-belel.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://kidshealth.org"&gt;Kids Health.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.okezone.com"&gt;Okezone.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.ziddu.com"&gt;Ziddu.com&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://voicecell.blogspot.com"&gt;voicecell.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://jokondo.blogspot.com"&gt;Jokondo.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://fatihsyuhud.com/tutorial-blog/"&gt;Fatihsyuhud.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.bloggerbuster.com/2008/02/101-excellent-blogger-xml-templates.html"&gt;Bloggerbuster.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://duniadownload.com/ebook.html"&gt;Duniadownload.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.kunjungisitusini.com/"&gt;kunjungisitusini.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="file://localhost/F:/Cara%20Buat%20Blog/trik-mudah-membuat-more.html"&gt;blog kang rohman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.freebooks4doctors.com/"&gt;freebooks4doctors.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://webtalks.blogspot.com/2007/04/downlaod-three-column-new-blogger.html"&gt;webtalks.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://www.blogskins.com/"&gt;blogskins.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://btemplates.com/category/fresh/"&gt;btemplates.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-7088003461244484183?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/7088003461244484183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/7088003461244484183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/my-blogroll.html' title='My Blogroll'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-5576973556709567974</id><published>2009-01-06T05:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T19:15:12.600-08:00</updated><title type='text'>Teman Lama</title><content type='html'>&lt;p&gt; Teman, ada banyak, ada teman lama dan ada juga teman baru, &lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetapi bagiku semuanya sama; teman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memang, dalam perjalanan hidupku ini, banyak teman yang berkesan, entah itu baik maupun buruk. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetapi bagiku semuanya sama; teman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;temanku ada yang lucu, culun, imut, dll, tetapi ada juga yang sering membuatku jengkel, marah, bahkan dendam sampai sekarang...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetapi bagiku semuanya sama; teman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena kalian lah aku menjadi diriku yang sekarang, meskipun tidak sepenuhnya hanya karena  kalian, tetapi ada banyak hal yang dapat membentuk diriku. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;terimakasih untuk temanku...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-5576973556709567974?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/5576973556709567974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/teman-lama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/5576973556709567974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/5576973556709567974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/teman-lama.html' title='Teman Lama'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8347068221578830677.post-978669920734367971</id><published>2009-01-05T02:58:00.001-08:00</published><updated>2009-01-05T03:05:12.385-08:00</updated><title type='text'>I WAS BORN!!!</title><content type='html'>&lt;p&gt;FINALLY I CREATED MY BLOG, IHOPE YOU ENJOY IT AND WANT TO SHARE WITH ME..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PISS! LET'S MAKE OUR WORLD BECOMES GREEN!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8347068221578830677-978669920734367971?l=primanileda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://primanileda.blogspot.com/feeds/978669920734367971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/i-was-born_05.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/978669920734367971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8347068221578830677/posts/default/978669920734367971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://primanileda.blogspot.com/2009/01/i-was-born_05.html' title='I WAS BORN!!!'/><author><name>Primanileda</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13099894612842992931</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5TZoJzvjn7c/S3fqVGIDu3I/AAAAAAAAADc/OzWvpRAmfk8/S220/IMG_3350.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
